News & Article

News

SMA MBS Wanasari Borong Prestasi di Mahrojan Penghela I Pantai Randusanga

SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Mahrojan Penghela I yang digelar pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026, bertempat di Pantai Randusanga, Brebes. Kegiatan bergengsi tingkat penghela tersebut diikuti oleh berbagai sekolah dan menjadi ajang unjuk kemampuan, kreativitas, serta karakter kepanduan Hizbul Wathan. Dalam ajang ini, kontingen SMA MBS Wanasari tampil gemilang dengan meraih beragam kejuaraan dari berbagai mata lomba. Prestasi tersebut menunjukkan kesiapan, kekompakan, dan kualitas pembinaan yang konsisten. Adapun prestasi yang berhasil diraih SMA MBS Wanasari antara lain: Pionering Putra: Juara 2 Pengembaraan Putra: Juara 2 MTQ Putra: Juara 1 K3 Tenda Putra: Juara 3 Rukti Jenazah Putra: Juara 1 Vlog: Juara 1 Administrasi: Juara 3 Masterchef: Juara 2 Orasi Putra: Juara 1 Orasi Putri: Juara 3 Kawan Putra Terbaik: Juara 1 Regu Tergiat: Juara 1 Capaian ini menjadi bukti bahwa SMA MBS Wanasari tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup melalui kegiatan kepanduan. Kepala SMA MBS Wanasari, Pak Khumaedi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras santri, kedisiplinan latihan, serta sinergi yang baik antara pembina dan sekolah. “Prestasi ini adalah buah dari proses panjang, latihan yang konsisten, dan semangat juang para santri. Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh tim yang telah membawa nama baik SMA MBS Wanasari,” ujarnya. Apresiasi juga diberikan kepada para pembina dan pendamping Hizbul Wathan, yang telah mendampingi dan membina santri dengan penuh dedikasi. Peran pembina dan pendamping dinilai sangat penting dalam membentuk mental, karakter, serta kesiapan santri dalam menghadapi setiap perlombaan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri SMA MBS Wanasari untuk terus berprestasi, menjunjung sportivitas, dan membawa nilai-nilai Islami serta kepanduan dalam setiap langkah. Dengan torehan prestasi tersebut, SMA MBS Wanasari semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. 🌟 Berita Lainya….

News

Pembekalan Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari Buka Kegiatan Mahrojan Penghela HW Kabupaten Brebes

Brebes — Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Mahrojan Penghela ke-1 Tahun 2026 sebagai bagian dari Program Kerja Tahun 2025–2026. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas X dan XI SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari yang terpilih sebagai salah satu anggota Mahrojan Penghela tingkat daerah. Kegiatan pembukaan diawali dengan acara pembekalan dan pemberian nasihat oleh Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd, yang dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) di Lapangan Utama Muhammadiyah Boarding School Wanasari. Pembekalan tersebut mengusung tema “Pembekalan dan Nasihat untuk Berhati-hati” sebagai bekal moral dan mental bagi para peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan.  Dalam sambutannya, Drs. Khumaedi, M.Pd menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab, serta kehati-hatian selama mengikuti kegiatan Mahrojan Penghela. Ia mengingatkan para peserta agar senantiasa menjaga nama baik sekolah dan organisasi Hizbul Wathan. “Anak-anakku sekalian, kalian adalah duta SMA MBS Wanasari. Jaga sikap, patuhi aturan, dan berhati-hatilah dalam setiap tindakan. Kegiatan ini bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kepemimpinan,” ujar Drs. Khumaedi, M.Pd dalam pembekalannya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan Mahrojan Penghela merupakan sarana strategis untuk meningkatkan keimanan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan antaranggota kepanduan Hizbul Wathan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu tertanam kuat dalam diri setiap peserta dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.  Kegiatan Mahrojan Penghela ke-1 ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni Kamis hingga Sabtu, 5–7 Februari 2026, bertempat di Bumiperkemahan Abimata Bakti Candhala, Wisata Pantai Randusanga, Kabupaten Brebes. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Peserta kegiatan merupakan santri SMA MBS Wanasari yang berada di golongan Penghela dan didampingi oleh pembina Hizbul Wathan, Bapak Ibnu Akbar M.N., S.M. Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai agenda pembinaan yang berfokus pada penguatan komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Kepanduan Hizbul Wathan, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada umat.  Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi kader Hizbul Wathan yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Mahrojan Penghela ke-1 Tahun 2026 ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda Muhammadiyah yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

News

Pengisian Data SNPMB di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari Telah Memasuki Hari Kedua

Wanasari — SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan kegiatan Pengisian Data Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) bagi seluruh siswa kelas XII. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan telah berlangsung selama dua hari, terhitung sejak pelaksanaan awal hingga Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan pengisian data SNPMB ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa kelas XII untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur seleksi nasional. Dalam pelaksanaannya, sekolah mengusung tema “Mengisi Sesuai Minat dan Bakat Para Siswa”, yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik agar menentukan pilihan program studi dan perguruan tinggi secara matang dan bertanggung jawab. Seluruh siswa SMA kelas XII mengikuti kegiatan ini dengan penuh keseriusan. Proses pengisian data dilakukan secara terarah dan sistematis dengan pendampingan langsung dari pihak sekolah, sehingga siswa dapat memahami setiap tahapan pengisian serta menghindari kesalahan data yang dapat berpengaruh pada proses seleksi. Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Salmi Nadia Fasa, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta Ibu Nurul Fadillah Azmi, S.Pd. selaku Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Keduanya berperan aktif dalam memberikan arahan teknis, bimbingan akademik, serta pendampingan psikologis kepada siswa selama proses pengisian data SNPMB berlangsung. Dalam keterangannya, Ibu Salmi Nadia Fasa, S.Pd. menekankan pentingnya ketelitian dan kesesuaian data yang dimasukkan oleh siswa. Ia menyampaikan bahwa proses pengisian data SNPMB merupakan tahap awal yang sangat menentukan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. “Pengisian data harus dilakukan dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Pilihan yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap peluang keberhasilan di masa depan,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Nurul Fadillah Azmi, S.Pd. menyampaikan bahwa peran bimbingan konseling sangat penting dalam membantu siswa mengenali minat dan bakat yang dimiliki. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan dalam menentukan pilihan. “Kami mendampingi siswa agar tidak ragu memilih program studi sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga mereka dapat menjalani perkuliahan dengan nyaman dan optimal,” tuturnya. Selama kegiatan berlangsung, siswa diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung terkait pilihan jurusan, perguruan tinggi tujuan, serta jalur seleksi yang akan diikuti. Diskusi dan pendampingan ini diharapkan dapat membantu siswa mengambil keputusan yang tepat dan realistis sesuai dengan potensi diri masing-masing. Pelaksanaan Pengisian Data SNPMB ini berjalan dengan tertib dan lancar hingga hari kedua. Antusiasme dan kedisiplinan siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pembimbing. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesiapan siswa dalam menghadapi proses seleksi nasional. Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari menunjukkan komitmennya dalam mendukung masa depan pendidikan siswa kelas XII dengan memberikan pendampingan yang optimal dan berkelanjutan.

News

Upacara Bendera Awal Februari di MBS Wanasari Tekankan Nilai Keikhlasan dan Penerimaan Diri

Wanasari — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan upacara bendera pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan menjadi upacara bendera pertama yang dilaksanakan pada bulan Februari 2026. (2/2) Upacara tersebut diselenggarakan oleh Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA MBS Wanasari. Selain itu, para guru, staf, ustaz, dan ustazah turut hadir sebagai peserta upacara. Sejak pagi hari, seluruh peserta telah berkumpul di lapangan dengan mengenakan seragam rapi sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap kegiatan upacara bendera. Tema yang diangkat dalam upacara kali ini adalah “Menjadikan Pribadi yang Ikhlas dan Menerima”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk senantiasa menanamkan sikap ikhlas dalam menjalani setiap aktivitas serta mampu menerima berbagai keadaan dengan lapang dada, baik dalam kehidupan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ustadz Saiev Dzaky Kemal, S.H., M.E. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya keikhlasan sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu dan menjalankan amanah sebagai pelajar maupun pendidik. Menurutnya, sikap ikhlas akan melahirkan ketenangan hati dan memudahkan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam amanatnya, Ustadz Saiev Dzaky Kemal menegaskan bahwa keikhlasan tidak hanya tercermin dari ucapan, tetapi juga dari perbuatan nyata. Ia menyampaikan, “Ikhlas berarti melakukan kewajiban tanpa mengharapkan pujian manusia. Ketika kita mampu menerima setiap proses dengan ikhlas, maka Allah Swt. akan memberikan keberkahan dalam setiap langkah yang kita tempuh.” Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk belajar menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan, baik itu keberhasilan maupun kegagalan. Menurutnya, sikap menerima bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar secara maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. “Pribadi yang kuat adalah pribadi yang mampu menerima kenyataan, namun tidak berhenti untuk terus berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya dalam amanat tersebut. Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar hingga akhir kegiatan. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh perhatian, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga penyampaian amanat pembina upacara. Dengan dilaksanakannya upacara bendera ini, diharapkan nilai-nilai keikhlasan dan penerimaan diri dapat tertanam dalam diri seluruh siswa dan civitas akademika Muhammadiyah Boarding School Wanasari. Upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai moral serta spiritual bagi seluruh warga sekolah.

News

SMA MBS Wanasari Kunjungi Universitas Muhammadiyah Bandung untuk Kenalkan PTMA Unggul

Bandung – SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan kegiatan visit campus ke salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) unggulan, yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Study Tour tahun 2026 yang diinisiasi oleh SMA MBS Brebes sebagai upaya strategis dalam mengenalkan pendidikan tinggi Muhammadiyah kepada para santri sejak dini. (01/07)Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung ini diikuti oleh santri SMA MBS Wanasari dengan didampingi oleh beberapa guru serta ustadz dan ustadzah. Rombongan disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan dan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Bandung. Suasana kunjungan berlangsung edukatif dan penuh antusiasme, terlihat dari partisipasi aktif para santri dalam setiap sesi yang disajikan. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan santri mengenai eksistensi dan kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa PTMA memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. “Ingin membuka wawasan santri terhadap persyarikatan Muhammadiyah memiliki perguruan tinggi yang tidak kaleng-kaleng,” ujar Drs. Khumaedi, M.Pd., dalam sambutannya. Menurutnya, pengenalan lingkungan kampus sejak dini sangat penting agar santri memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia perkuliahan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari penguatan ideologi dan nilai-nilai Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. Selama kunjungan, para santri mendapatkan pemaparan mengenai profil Universitas Muhammadiyah Bandung, program studi unggulan, fasilitas kampus, serta peluang beasiswa yang tersedia. Tidak hanya itu, santri juga diajak berkeliling kampus untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik maupun nonakademik. Kepala Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung menyampaikan harapannya agar lulusan sekolah Muhammadiyah dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bentuk keberlanjutan kaderisasi persyarikatan. “Harapannya lulusan sekolah Muhammadiyah bisa melanjutkan ke perguruan tinggi Muhammadiyah agar kaderisasi terus berlanjut dan tidak terputus,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa PTMA hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, keislaman, dan kemuhammadiyahan yang berkelanjutan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Para santri menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Banyak di antara mereka yang mengaku termotivasi untuk melanjutkan studi ke PTMA setelah melihat langsung lingkungan kampus dan mendengarkan pemaparan yang inspiratif. Kegiatan visit campus ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi santri dalam menentukan pilihan studi lanjut yang sesuai dengan minat, bakat, dan nilai-nilai persyarikatan. Melalui kegiatan ini, SMA MBS Wanasari menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah serta menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan.

News

Sinergi Peningkatan Mutu: SMP MBS Wanasari Matangkan Rencana Kerja Melalui Sosialisasi Raport Pendidikan

WANASARI – Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pendidikan dan efektivitas kinerja tenaga pendidik, SMP MBS Wanasari menyelenggarakan agenda penting berupa sosialisasi Rencana Hasil Kerja (RHK) dan Bedah Raport Pendidikan . Kegiatan ini berlangsung khidmat pada hari Jumat, 19 Desember 2026, bertempat di aula sekolah. Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Laela Baroroh, S.Pd. , selaku Pengawas Sekolah, memberikan Arah strategi di hadapan jajaran pimpinan dan seluruh tenaga pendidik SMP MBS Wanasari. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momentum krusial bagi sekolah untuk merefleksikan pencapaian setahun terakhir sekaligus memetakan langkah ke depan. Fokus pada Transformasi Berbasis Data Dalam pemaparannya, Ibu Laela Baroroh menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) tidak dapat sekadar menjadi rutinitas administratif. Beliau mendorong para guru untuk menyelaraskan RHK dengan hasil evaluasi yang tercantum dalam Raport Pendidikan . “Raport Pendidikan adalah cermin kita. Dengan memahami indikator mana yang sudah hijau dan mana yang masih kuning, kita bisa menyusun strategi kerja yang tepat sasaran demi kemajuan santri,” ujar Ibu Laela di sela-sela pemaparannya. Poin Utama Pembahasan: Analisis Raport Pendidikan: Membedah pencapaian literasi, numerasi, serta karakter siswa sebagai landasan evaluasi. Sinkronisasi RHK: menafsirkan setiap poin rencana kerja guru berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sekolah. Peningkatan Kompetensi: Diskusi mengenai metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kepala SMP MBS Wanasari menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi ini dalam budaya kerja sehari-hari. Dengan adanya pendampingan langsung dari pengawas, diharapkan seluruh civitas akademika SMP MBS Wanasari memiliki visi yang sama dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para guru untuk membawa perubahan positif bagi sekolah.

News

Kajian Tarjih : Tata Cara Wudhu yang Benar di Masjid MBS Wanasari

Kajian tarjih tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan keislaman dan penguatan pemahaman ibadah berdasarkan tuntunan Muhammadiyah. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berkomitmen untuk menanamkan pemahaman agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah secara benar dan berkesinambungan, baik kepada peserta didik maupun tenaga pendidiknya. Kajian ini menghadirkan Ustadz Hendi Sudono sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tata cara wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ dan keputusan tarjih Muhammadiyah. Ustadz Hendi menekankan bahwa wudhu bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang harus dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran. “Sering kali orang menyepelekan tata cara wudhu yang benar, sehingga wudhunya tidak sempurna, akan sia-sia,” ujar Ustadz Hendi Sudono dalam penyampaiannya. Ia menambahkan bahwa ketidaksempurnaan wudhu dapat berpengaruh langsung terhadap sah atau tidaknya salat yang dikerjakan. Lebih lanjut, Ustadz Hendi menjelaskan rukun-rukun wudhu, sunnah-sunnah wudhu, serta kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti tidak meratakan air ke anggota wudhu, terburu-buru, atau kurang memperhatikan urutan wudhu. Ia juga menegaskan pentingnya niat dan tertib dalam berwudhu sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Hendi mengaitkan pembahasan wudhu dengan dalil Al-Qur’an dan hadis. Salah satu dalil yang disampaikan adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai ke kedua mata kaki.” Ayat ini menjadi landasan utama tata cara wudhu dalam Islam. Selain itu, beliau juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang menjelaskan keutamaan wudhu, bahwa dengan wudhu yang sempurna, dosa-dosa kecil seorang hamba akan diampuni. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan wudhu sebagai pintu awal ibadah salat. Kegiatan kajian tarjih ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para guru, ustadz, dan ustadzah SMA MBS Wanasari akan pentingnya berwudhu dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan pemahaman yang baik, para pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah serta menularkan ilmu tersebut kepada para santri dalam kehidupan sehari-hari.

News

SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes Manfaatkan Smartboard dari Program Prioritas Pemerintah dalam Mewujudkan Revitalisasi dan Digitalisasi

Brebes – Pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) Smartboard oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di SMA dan SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA MBS Brebes dan bertempat di Laboratorium Komputer SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. (07/01) Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah berbasis pesantren modern. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. IFP Smartboard digunakan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan interaksi dua arah antara guru dan peserta didik secara lebih efektif. Dalam pelaksanaannya, penggunaan Smartboard atau IFP diterapkan secara langsung pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Meliana, S.Pd. Kegiatan belajar mengajar tersebut melibatkan santri putri kelas X sebagai peserta didik. Melalui perangkat IFP, guru dapat menampilkan materi pembelajaran secara visual, interaktif, serta mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan latihan secara langsung di layar.Ibu Meliana, S.Pd. menyampaikan bahwa penggunaan IFP Smartboard memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, teknologi ini mampu meningkatkan minat belajar siswa serta mempermudah penyampaian materi yang bersifat abstrak. “Penggunaan smartboard atau IFP sangat membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi menjadi lebih mudah dipahami karena dapat ditampilkan secara visual dan interaktif. Santri juga terlihat lebih antusias dan aktif selama pembelajaran berlangsung,” ujar Ibu Meliana, S.Pd. Para santri putri kelas X tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam mengoperasikan Smartboard untuk menjawab soal, menuliskan pendapat, serta menganalisis teks yang ditampilkan. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kolaboratif. Kepala SMA MBS Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi modern. Ia berharap penggunaan IFP Smartboard dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai mata pelajaran. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di era digital.

Scroll to Top