News & Article

News

Literasi Digital “Stop Bullying” Gaung di MBS Wanasari, Ajak Santri Bijak Bermedia Sosial by Smartfreen

  Wanasari – Upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan terus digalakkan. SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Literasi Digital bertema “Stop Bullying” pada Sabtu, Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Farellino Tegoh Prasetio, Trainee XLSMART sekaligus Duta Pendidikan Muda Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari tersebut berlangsung di lingkungan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh santri. Literasi digital ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, berempati, serta cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, Farellino menekankan pentingnya pemahaman mengenai bahaya bullying, baik secara verbal, nonverbal, maupun dalam bentuk cyber bullying. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat pesat menuntut generasi muda untuk memiliki literasi digital yang baik agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban perundungan di ruang digital. “Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap, beretika, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan orang lain,” ujar Farellino dalam sesi penyampaian materi. Ia menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana positif untuk belajar dan berkarya jika digunakan dengan bijak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat melukai orang lain dan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban bullying. Dalam salah satu bagian penyampaiannya, Farellino menyampaikan kutipan yang menyentuh dan menggugah kesadaran para santri. “Kita adalah kertas, jika sudah diremas kemudian tidak akan kembali semula, hati seorang korban bullying juga seperti itu. Dia bisa sembuh, tetapi masih membekas, dan tidak akan pernah lupa. Jadi mari kita berjanji jangan menjadi pembuli,” tegasnya. Menurut Farellino, perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa luka batin akibat perundungan tidak selalu terlihat, namun dampaknya sangat nyata. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh santri untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk bullying dan saling menjaga satu sama lain, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan pengetahuan santri mengenai pentingnya menghentikan praktik bullying serta membangun kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak. Selain itu, literasi digital ini juga diharapkan dapat mendorong santri memanfaatkan teknologi sebagai sarana positif untuk belajar, berdakwah, dan berkontribusi bagi masyarakat. Pihak SMP MBS Wanasari menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Melalui kegiatan literasi digital, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan digital, serta memiliki empati yang tinggi terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan Literasi Digital “Stop Bullying” ini, MBS Wanasari berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sekaligus melahirkan generasi muda yang bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi digital.

News

LPK Aratashii Mirai Indonesia Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang bagi Santri MBS Wanasari

Wanasari — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aratashii Mirai Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi program pemberangkatan kerja ke Jepang bagi seluruh santri SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh MBS Wanasari dan menghadirkan Alfian Maulana sebagai pembicara utama. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada santri mengenai jalur resmi bekerja ke Jepang melalui LPK yang dilindungi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dalam pemaparannya, Alfian Maulana menjelaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia berkomitmen mendampingi peserta sejak tahap pendidikan, pemberangkatan, hingga masa kontrak kerja selesai dan peserta kembali ke Indonesia. Alfian Maulana menjelaskan, masa pendidikan bagi calon peserta LPK bervariasi, tergantung pada jalur yang dipilih. Untuk jalur swasta, masa pendidikan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti jalur lembaga pemerintahan, masa pendidikan dapat mencapai satu tahun. “Semua proses dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa biaya pemberangkatan atau penempatan kerja di Jepang tidak menjadi hambatan utama bagi peserta. Menurutnya, biaya tersebut dapat dicicil selama masa kontrak kerja di Jepang. Skema ini, kata Alfian, dirancang agar peserta tidak terbebani secara finansial sejak awal keberangkatan. LPK Aratashii Mirai Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai sektor pekerjaan di Jepang. Bidang kesehatan menjadi salah satu fokus utama, terutama untuk penyaluran tenaga perawat yang akan bekerja di rumah sakit dan panti jompo. Selain itu, LPK juga menyalurkan tenaga kerja ke sektor pertanian, perkebunan, serta pabrik-pabrik di Jepang. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para santri. Salah satu pertanyaan menarik diajukan oleh Zahra, santri kelas X B. Ia menanyakan terkait konsekuensi kontrak kerja dan kemungkinan melanjutkan pendidikan. “Bapak, ketika saya ikut LPK dan sudah kontrak, apakah harus sesuai dengan masa kontrak? Dan saat saya bekerja apakah bisa sambil menempuh perkuliahan?” tanyanya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Alfian Maulana memberikan apresiasi kepada penanya sebelum menjelaskan dengan tenang. “Pertanyaan bagus. Jika sudah kontrak, artinya sebagai siswa harus menepati sesuai kontrak yang telah disepakati,” katanya. Namun demikian, ia menambahkan bahwa peserta tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. “Untuk perkuliahan pasti dibolehkan. LPK kami juga bermitra dengan universitas yang ada di Jepang, jadi siswa LPK tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut,” ujarnya. Pertanyaan lain juga datang dari Ibu Nurul Fadila Azmi, S.Pd., guru Bimbingan Konseling (BK) MBS Wanasari. Ia menanyakan terkait status ijazah peserta selama mengikuti program LPK dan bekerja di Jepang. “Jika menjadi siswa LPK kemudian bekerja di Jepang, apakah ijazah akan ditahan?” tanyanya. Alfian Maulana menegaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia tidak menahan ijazah peserta sebagai jaminan. “Tidak, Bu. Di LPK kami bersifat fleksibel. Ijazah boleh diarsipkan di LPK atau dibawa oleh siswa sendiri. Yang terpenting, saat pendataan di tempat kerja, berkas tersebut sudah tersedia,” jelasnya. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat sebagai bagian dari layanan informasi karier bagi santri. Secara tidak langsung, kegiatan ini membuka wawasan santri mengenai peluang kerja internasional yang legal, aman, dan terjamin perlindungannya. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para santri SMA MBS Wanasari dapat mempertimbangkan berbagai pilihan masa depan secara matang, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja internasional melalui jalur resmi seperti yang ditawarkan LPK Aratashii Mirai Indonesia

News

Universitas Bima Sakapenta Sosialisasikan Program Beasiswa dan Wirausaha di MBS WANASARI

Wanasari — Universitas Bima Sakapenta menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–08.30 WIB itu diikuti oleh seluruh santri MBS Wanasari dan menghadirkan pembicara Bapak Ulul Absor, M.M. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan Universitas Bima Sakapenta sebagai salah satu pilihan perguruan tinggi swasta, sekaligus menyampaikan berbagai program unggulan yang ditawarkan kepada calon mahasiswa. Dalam pemaparannya, Bapak Ulul Absor, M.M menekankan komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan melalui skema beasiswa berbasis prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Menurut Ulul Absor, Universitas Bima Sakapenta menyediakan beasiswa bagi siswa yang memiliki capaian prestasi di berbagai bidang. “Kami memberikan kesempatan beasiswa bagi calon mahasiswa yang menorehkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, seperti kejuaraan membaca Al-Qur’an, olahraga, dan bidang lainnya,” ujarnya. Selain program beasiswa, Universitas Bima Sakapenta juga menawarkan program khusus bagi mahasiswa yang berminat menjadi wirausaha. Program ini tidak hanya memberikan pembekalan ilmu manajemen, dan kewirausahaan, tetapi juga dukungan modal usaha. Hal tersebut, kata Ulul Absor, dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sejak masa kuliah. Dalam kesempatan itu, Ulul Absor juga memberikan motivasi kepada para santri agar tetap berani bermimpi dan menentukan pilihan pendidikan secara matang. Ia menyampaikan pesan yang disambut antusias peserta. “Silakan kalian mengejar universitas negeri favorit. Mimpi tetap harus dikejar semaksimal mungkin. Tetapi jika kalian ingin masuk universitas swasta, Bima Sakapenta jawabannya,” kata Ulul Absor dalam kutipan langsungnya. Penyelenggara kegiatan dari SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini penting sebagai bagian dari layanan informasi pendidikan bagi santri kelas akhir. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan santri mengenai pilihan perguruan tinggi serta jalur pembiayaan pendidikan yang tersedia. Kepala SMA MBS Wanasari, Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berupaya menghadirkan mitra perguruan tinggi untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia kampus. Menurutnya, informasi mengenai beasiswa dan program kewirausahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi santri yang memiliki potensi di berbagai bidang. Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak antusias menyimak paparan dan berdiskusi mengenai peluang studi lanjutan. Beberapa santri juga mengajukan pertanyaan terkait mekanisme beasiswa, persyaratan prestasi, serta dukungan yang diberikan kampus bagi mahasiswa wirausaha. Melalui sosialisasi ini, Universitas Bima Sakapenta berharap dapat menjaring calon mahasiswa potensial sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, SMA MBS Wanasari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membantu santri menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat, dan cita-cita mereka.

News

IPM MBS Wanasari Salurkan Donasi Rp7,4 Juta ke Lazismu Brebes, Wujud Kepedulian Santri untuk Korban Bencana

Brebes — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menyalurkan donasi hasil penggalangan dana kepada Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Brebes pada Jumat, 13 Desember 2025. Penyerahan donasi dilakukan langsung di Kantor Lazismu Brebes sebagai bentuk nyata kepedulian pelajar dan keluarga besar MBS Wanasari terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam. Penyerahan donasi tersebut diwakili oleh beberapa santri Pesantren Muhammadiyah KH. Mas Mansur yang mewakili IPM MBS Wanasari. Mereka menyerahkan hasil penggalangan dana yang dihimpun selama satu pekan penuh dengan penuh rasa syukur, bahagia, dan semangat. Para santri mengaku merasa senang karena dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan dan menyalurkan amanah para donatur melalui lembaga resmi Muhammadiyah. Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp7.496.900. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp7.042.900 berasal dari donasi para santri, wali santri, ustaz dan ustazah, bapak dan ibu guru, karyawan MBS Wanasari, serta masyarakat sekitar lingkungan pesantren. Sementara itu, sebesar Rp454.000 merupakan hasil infak jamaah Salat Jumat Masjid Al Muthalib MBS Wanasari. Capaian ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Dana donasi diterima oleh Pandu Nur Husna selaku staf Lazismu Brebes. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IPM MBS Wanasari dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban para korban bencana. Ia juga mengapresiasi peran aktif pelajar dalam gerakan filantropi dan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Direktur MBS Wanasari dalam pernyataannya menyampaikan bahwa penggalangan donasi secara resmi telah ditutup dan seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan melalui Lazismu Brebes sebagai satu pintu penyaluran. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan kepada para penerima manfaat. Lebih lanjut, Direktur MBS Wanasari juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang masih ingin berdonasi, dapat menghubungi WA Center layanan jemput donasi di nomor 0896-0760-0600. Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Dalam penutupnya, Direktur MBS Wanasari mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh donatur atas keikhlasan dan kepercayaannya. Ia mendoakan semoga Allah Swt. membalas setiap kebaikan dengan balasan yang lebih baik, melimpahkan keberkahan harta, menjaga anak-anak dan keluarga para donatur, serta menjadikan amal tersebut sebagai pemberat kebaikan di akhirat kelak. Aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli, berbagi, dan hadir untuk kemanusiaan.

News

Transformasi Kelas Berbasis AI: SMP MBS Wanasari Dorong Pembelajaran Lebih Cerdas dan Personal

Wanasari, 10 Desember 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dengan menyelenggarakan Seminar Transformasi Kelas bertema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang Lebih Cerdas dan Personal”. Acara ini berlangsung pada Rabu pagi di Laboratorium Komputer SMP MBS Wanasari, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Maulidia Dini, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh kelompok belajar guru SMP MBS Wanasari. Seminar ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini telah merambah dunia pendidikan. Dalam pembukaan acara, disampaikan bahwa tantangan pendidikan modern menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara bijaksana demi menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Maulidia Dini, selaku fasilitator, mengawali sesi dengan pemaparan mengenai konsep dasar dan perkembangan terkini dari kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi juga mitra strategis yang dapat memperkaya proses belajar-mengajar. Dengan AI, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih personal, menyesuaikan materi berdasarkan kemampuan siswa, serta memantau perkembangan akademik dengan lebih akurat. Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Maulidia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis AI memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Beragam aplikasi dan platform pembelajaran cerdas memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, mendapatkan umpan balik cepat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui simulasi dan analisis data. Fasilitator juga memaparkan beberapa contoh implementasi AI di kelas, termasuk penggunaan chatbot pembelajaran, penilaian otomatis, sistem rekomendasi materi, hingga alat pendukung kreativitas seperti generator teks dan media interaktif. Ia menekankan bahwa AI tidak menggantikan peran guru, tetapi membantu mengoptimalkan tugas-tugas administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter dan penguatan konsep pembelajaran. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi demonstrasi aplikasi AI dilakukan secara langsung di Laboratorium Komputer. Para guru mencoba berbagai fitur teknologi, mengeksplorasi potensi penggunaannya, serta berdiskusi mengenai penerapan praktik terbaik sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Hal ini menjadi pengalaman baru yang dinilai sangat relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung hangat dan mendalam. Para guru mengajukan pertanyaan seputar tantangan penggunaan AI di sekolah, etika pemanfaatan teknologi, kesiapan infrastruktur, serta strategi pembelajaran yang memadukan kreativitas guru dan kecanggihan AI. Maulidia memberikan penjelasan komprehensif, sekaligus mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan aspek keamanan data serta karakter peserta didik. Seminar ditutup dengan penegasan bahwa transformasi kelas berbasis AI bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan untuk mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, guru-guru SMP MBS Wanasari berkomitmen untuk terus berinovasi, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis dan bermakna bagi seluruh santri.

News

“Santri MBS Wanasari Galang Dana Peduli Bencana: Empati yang Menembus Rasa Malu”

Brebes — Aksi kemanusiaan kembali menggema dari para pelajar Muhammadiyah. Ahad, 7 Desember 2025, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Muhammadiyah Boarding School Wanasari (MBS Wanasari) menggelar kegiatan Penggalangan Dana Peduli Bencana Alam Sumatra sebagai bentuk kepedulian atas musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra lainnya. Sejak pagi hingga menjelang magrib, sekitar 20 santri MBS Wanasari terjun langsung melakukan penggalangan dana di dua titik utama. Titik pertama berlokasi di kawasan Pasar Klampok dan pertokoan Desa Keboledan, sementara titik kedua dipusatkan di area Alun-alun Brebes yang selalu ramai oleh aktivitas masyarakat. Dengan penuh dedikasi, para santri mengajak warga berdonasi sambil menyebarkan semangat kepedulian sosial. Ketua IPM MBS Wanasari, Muhammad Faiz, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari dorongan empati yang kuat. “Kami merasa terpanggil. Meski baru pertama kali melakukan penggalangan dana seperti ini, banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan. Semangat membantu saudara-saudara yang terkena musibah menjadi alasan utama kami turun langsung,” ungkapnya. Salah seorang santri, Muhammad Zulfikar, siswa kelas XI SMA, mengakui bahwa awalnya ia dan teman-temannya sempat merasa canggung. “Sebenarnya kami ada rasa malu. Tapi rasa malu itu terkubur oleh empati kami kepada korban longsor dan banjir di Aceh dan Sumatra. Ketika melihat masyarakat menyambut baik, kami semakin percaya diri dan bersemangat,” katanya. Selain penggalangan dana di ruang publik, kegiatan juga dilanjutkan di lingkungan internal MBS Wanasari bersama keluarga besar sekolah, termasuk guru, ustaz, karyawan, dan santri lainnya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata budaya gotong royong dan solidaritas yang telah mengakar di lingkungan pesantren. Hingga Selasa, 8 Desember 2025, total donasi yang terkumpul mencapai Rp2.700.000, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring masih dibukanya pintu donasi bagi orang tua dan wali santri. Seluruh dana akan disalurkan secara satu pintu melalui LAZIS Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, amanah, dan sesuai prosedur Muhammadiyah. Direktur MBS Wanasari, Muhammad Al Haddad, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para santri serta masyarakat yang telah mendukung kegiatan kemanusiaan ini. “Kami bangga kepada santri-santri IPM yang terjun langsung dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Terima kasih kepada masyarakat, wali santri, dan para donatur yang telah ikut berbagi. Semoga Allah melipatgandakan pahala dan menjadikan bantuan ini manfaat bagi saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya. Aksi penggalangan dana ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi para santri tentang nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pengabdian. Dari tangan para pelajar muda ini, mengalir energi kebaikan yang membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar manfaat.

News

ASAS Gasal di MBS Wanasari Dimulai, Seluruh Santri Ikuti Ujian dengan Tertib

Wanasari — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di lingkungan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari resmi dimulai. Kegiatan ini berlangsung di dua unit pendidikan, yakni SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari. ASAS tahun ini digelar sebagai rangkaian evaluasi pembelajaran semester gasal yang wajib diikuti seluruh santri dan santriwati dari kedua jenjang pendidikan tersebut. (27/11) ASAS di SMA MBS Wanasari dilaksanakan mulai 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025, sementara SMP MBS Wanasari menggelar asesmen pada 27 November 2025 hingga 5 Desember 2025. Seluruh kegiatan berada di bawah penyelenggaraan resmi MBS Wanasari. Ustadzah Amalia Firdaus, S.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama dan kedua di tingkat SMA serta hari pertama di tingkat SMP berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS pada hari-hari awal ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai rencana. Para santri menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang sangat baik,” ujarnya.ASAS Gasal diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu semester. Tujuannya tidak hanya sekadar mengukur pemahaman dan kompetensi akademik para santri, tetapi juga menilai sejauh mana efektivitas metode pengajaran para guru. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester dan kelulusan bagi para peserta didik. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bahan refleksi bagi para pendidik. Melalui pencapaian hasil belajar para santri, guru dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah diterapkan. “Pelaksanaan ASAS pada dasarnya adalah bagian penting dari siklus pendidikan. Dengan melihat hasil akhir, guru bisa mengetahui apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau perlu ada perbaikan,” jelas Ibu Salmi Nadia, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA MBS Wanasari Sementara itu, panitia Assesment Sumatif Akhir Semester baik SMP maupun SMA MBS Wanasari telah mempersiapkan pelaksanaan ASAS Gasal dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan. Ibu Caswitin, S.Pd sebagai guru sekaligus kesiswaan di SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari mengatakan ” ujian hari ini berjalan dengan lancar, anak – anak tertib, walaupun kami bersama tim ASAS Gasal ini harus gerak cepat kesana kemari, mempersiapkan kelengkapan yang kurang, tapi tidak apa-apa ini semua demi anak – anak “ Jumlah peserta ASAS mencapai ratusan santri dari SMA dan SMP MBS Wanasari. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan kelas dan mata pelajaran masing-masing. Panitia memastikan bahwa setiap proses dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengawasan ketat hingga aturan kehadiran dan materi ujian yang sudah disesuaikan dengan kurikulum. Para santri pun menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menghadapi ujian ini. Beberapa santri mengaku telah melakukan persiapan intensif selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah belajar sejak awal November agar lebih siap menghadapi ASAS,” ujar Suci satu santri kelas X SMA MBS Wanasari. Dengan pelaksanaan yang berjalan kondusif pada hari-hari awal, MBS Wanasari optimistis seluruh rangkaian ASAS Gasal 2025 akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. Penyelenggara berharap ujian ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di MBS Wanasari.

News

Santri MBS Wanasari Beri Kejutan Meriah untuk Guru Tercinta di Lobi Sekolah

Wanasari — Suasana haru dan kegembiraan memenuhi lobi SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari pada Selasa, 25 November 2025. Para santri dan santriwati sekolah tersebut menggelar sebuah kegiatan istimewa berupa kejutan untuk para guru tercinta, khususnya wali kelas yang selama ini membimbing mereka dengan penuh dedikasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh santri SMA MBS Wanasari itu berlangsung hangat, meriah, dan sarat makna. Acara dimulai ketika para santri berkumpul diam-diam di lobi sekolah sambil menyiapkan berbagai perlengkapan kejutan. Mereka membawa kue, hadiah, serta beberapa properti perayaan lainnya. Begitu para guru hadir di lokasi, santri langsung meletupkan confetti popper dan smoke bomb yang menambah kemeriahan suasana. Selain itu, para santri juga memainkan alat drum dan bernyanyi bersama sehingga memberikan nuansa perayaan yang penuh semangat. Kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan wujud nyata rasa syukur dan terima kasih para santri kepada para guru yang telah sabar mendidik, membimbing, dan mendampingi mereka dalam proses belajar. Melalui kejutan ini, santri ingin menunjukkan betapa besar penghargaan dan rasa hormat mereka kepada para pendidik. Salah satu guru yang menerima kejutan tersebut, Teacher Muhammad Tafsir, S.Pd, menyampaikan rasa terharunya atas perhatian yang diberikan para santri. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kejutan semeriah itu. “Luar biasa, saya tidak melihat berapa harga hadiah dari mereka, namun niat dan effort mereka untuk memberikan sesuatu kepada gurunya itu sudah cukup membuat saya terharu dan bangga kepada mereka. Semoga mereka kelak menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya dengan mata berbinar. Tak hanya Teacher Muhammad Tafsir, beberapa guru lainnya seperti Bu Meli dan Bu Nurul yang merupakan wali kelas para santri juga hadir dan menerima kejutan serupa. Mereka tampak bahagia sekaligus bangga melihat sikap para santri yang penuh inisiatif dan rasa hormat terhadap guru. Menurut salah satu guru, kejutan ini menjadi bukti bahwa santri MBS Wanasari tumbuh dengan budaya menghargai dan memuliakan guru. Secara tidak langsung, para guru mengakui bahwa kegiatan seperti ini memberi motivasi tambahan bagi mereka dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Mereka merasa bahwa penghargaan tulus dari murid merupakan salah satu bentuk apresiasi yang sangat berarti, bahkan lebih berharga dibandingkan hadiah fisik apa pun. Para santri yang terlibat dalam kegiatan ini juga mengungkapkan bahwa mereka merencanakan kejutan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan. Bagi mereka, guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga sosok yang berperan sebagai orang tua kedua di sekolah. Karena itu, memberikan kejutan kecil dianggap sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih dan cinta. Kemeriahan yang tercipta di lobi sekolah menjadi momen yang akan dikenang oleh santri maupun guru. Acara berjalan tertib dan penuh kebahagiaan. Usai kegiatan, para santri dan guru sempat berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari momen bersejarah tersebut. Kegiatan kejutan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah lain untuk terus menumbuhkan budaya saling menghargai antara guru dan murid. Di MBS Wanasari, kegiatan ini membuktikan bahwa hubungan yang terjalin bukan hanya dalam konteks akademik, melainkan juga emosional dan humanis. Dengan adanya kegiatan semacam ini, suasana belajar menjadi lebih harmonis, dan nilai-nilai akhlak dapat tumbuh dengan lebih kuat di tengah kehidupan para santri.

News

Upacara Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari Berlangsung Khidmat, Guru Teladan Mendapat Penghargaan

Wanasari – Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari berlangsung khidmat dan meriah pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk tamu undangan dari SMK Muhammadiyah Wanasari, MI Sawojajar, MI Dumeling, serta para guru pendamping. Hadir pula Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd., serta Ketua Dikdasmen, Bapak Yunus Anis. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, pengibaran bendera Merah Putih, dan pembacaan naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Naskah tersebut dibacakan langsung oleh Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para guru. “Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Melalui tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, kita diingatkan bahwa kemajuan negeri ini sangat ditentukan oleh kualitas pendidik yang mengabdi dengan hati,” tuturnya. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam proses pendidikan agar siswa mampu bersaing di era global. Harapan dari penyampaian naskah pidato dan ikrar guru yang telah di bawakan pembina upacara,yaitu secara tidak langsung bahwa peringatan Hari Guru Nasional harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta meneguhkan komitmen dalam mendidik generasi muda. Rangkaian kegiatan upacara semakin semarak dengan berbagai penampilan dari para santri MBS Wanasari. Tim Tonsus SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari tampil memukau, disusul oleh persembahan seni dari santri SMP dan SMA, termasuk atraksi Tapak Suci yang mendapat perhatian besar dari peserta upacara. Tidak ketinggalan, drama musikal yang dibawakan oleh santri SMA MBS Wanasari turut memperkaya suasana peringatan dengan pesan moral mengenai perjuangan para guru. Momen khidmat terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu Hymne Guru bersama-sama. Suasana hening dan penuh penghormatan memenuhi lapangan upacara ketika bait-bait lagu tersebut menggema. Banyak peserta mengaku terharu, terutama para guru yang hadir. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada guru teladan dari sekolah-sekolah undangan serta para guru dari SMP dan SMA MBS Wanasari. Penghargaan ini diberikan sebagai simbol dedikasi, disiplin, dan komitmen mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Panitia menyampaikan bahwa penilaian guru teladan dilakukan berdasarkan integritas, inovasi pembelajaran, dan kontribusi positif di lingkungan sekolah. Ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi guru lainnya untuk terus berkarya. Ia menyampaikan bahwa, melalui kegiatan seperti ini, MBS Wanasari ingin memperkuat budaya apresiasi terhadap para pendidik. Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh makna, menjadikan momentum peringatan tahun ini sebagai bentuk penghormatan nyata kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menjaga tradisi peringatan Hari Guru sebagai wujud penghargaan terhadap tenaga pendidik yang berperan penting dalam kemajuan bangsa.

News

PKKS Dorong Sinergi dan Inovasi di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari Brebes

Brebes, 24 November 2025– Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah(PKKS) di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Brebes,dengan mengusung tema “Membangun Sinergi yang Kuat untuk MeningkatkanKinerja, Mendorong Inovasi dan Mewujudkan Tujuan Bersama.” Kegiatan inidihadiri Kepala Sekolah beserta seluruh guru SMA MBS Wanasari. (24/11) PKKS merupakan agenda penting dalam memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligusmendorong terwujudnya manajemen sekolah yang profesional. Melalui penilaianini, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, melakukan evaluasimenyeluruh, dan memperkuat budaya kerja yang kolaboratif. Pada kesempatan tersebut, tim PKKS yang terdiri atas Ibu Puspita dan Ibu Yudhamelakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi perangkat ajar, administrasisekolah, serta observasi pembelajaran di kelas. Pemeriksaan perangkat ajardilakukan secara detail untuk memastikan kesesuaian dengan kurikulum dankebutuhan peserta didik. Ibu Puspita menjelaskan bahwa evaluasi pembelajaran ini penting sebagai bentuk pembinaanberkelanjutan. “Idealnya, dalam satu semester guru mendapatkan satu kalisupervisi. Dari supervisi itu kita lihat apakah ada perbaikan, penguatan, atauperlu tindak lanjut,” tuturnya saat memeriksa dokumen perangkatpembelajaran. Selain administrasi dan pembelajaran, tim PKKS juga menyoroti pelaksanaan kegiatanko-kurikuler di SMA MBS Wanasari. Program pengembangan bakat dan kreativitassiswa ini telah berjalan cukup baik, salah satunya melalui kegiatan pembuatanproduk tekstil seperti taplak meja menggunakan berbagai teknik kreatif. Siswatelah menghasilkan karya dengan teknik percik, jumputan, dan eco printmenggunakan dedaunan maupun bunga. Menurut penilaian tim PKKS, kegiatan tersebut menunjukkan munculnya potensi inovasi di sekolah.Ibu Yudha menyampaikan bahwa SMA MBS sebagai sekolah baru telah menunjukkanperkembangan positif. “Dengan pemeriksaan ini, kami berharap seluruhkomponen sekolah bisa semakin baik ke depannya. SMA MBS memiliki potensi besar.Mari bersama membangun sekolah ini menjadi sekolah yang kita cita-citakan,”ujarnya memberikan arahan kepada para guru. Sementara itu, Kepala SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd, memaparkan visi dan misisekolah yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansyur. Iamenjelaskan bahwa SMA MBS berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul,berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dalam paparannya, Kepala Sekolah turut mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:“إِنَّ اللهَ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيعَوْنِ أَخِيهِ”(Artinya: Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolongsaudaranya.) Ia menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial menjadi bagian penting dari pembentukan karaktersiswa di SMA MBS. “Kami ingin menanamkan bahwa perhatian terhadap lingkungansosial adalah bagian dari ibadah. Sekolah tidak hanya mencerdaskan, tetapi jugamembentuk akhlak santri agar bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd juga menjelaskan mengenai program gelar karya, yaitu pameran hasilkarya siswa yang biasa ditampilkan saat momen penjengukan orang tua. Programini diharapkan menjadi ruang apresiasi, sekaligus sarana pengembangan kemampuankreatif dan produktif santri. Berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan siswamenjadi bukti bahwa proses pembelajaran di SMA MBS tidak hanya berfokus padaakademik, tetapi juga penguatan keterampilan. Melalui PKKS ini, seluruh guru dan tenaga pendidik memperoleh masukan untuk terus meningkatkankualitas layanan pendidikan. Evaluasi yang dilakukan juga menjadi bahanrefleksi untuk merancang program kerja sekolah yang lebih terarah. Kegiatan PKKS di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berlangsung kondusif, komunikatif,dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah danDinas Pendidikan, harapannya SMA MBS Wanasari dapat tumbuh menjadi sekolahunggul yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siapmenghadapi tantangan masa depan.

Scroll to Top