News & Article

News

Transformasi Kelas Berbasis AI: SMP MBS Wanasari Dorong Pembelajaran Lebih Cerdas dan Personal

Wanasari, 10 Desember 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dengan menyelenggarakan Seminar Transformasi Kelas bertema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang Lebih Cerdas dan Personal”. Acara ini berlangsung pada Rabu pagi di Laboratorium Komputer SMP MBS Wanasari, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Maulidia Dini, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh kelompok belajar guru SMP MBS Wanasari. Seminar ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini telah merambah dunia pendidikan. Dalam pembukaan acara, disampaikan bahwa tantangan pendidikan modern menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara bijaksana demi menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Maulidia Dini, selaku fasilitator, mengawali sesi dengan pemaparan mengenai konsep dasar dan perkembangan terkini dari kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi juga mitra strategis yang dapat memperkaya proses belajar-mengajar. Dengan AI, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih personal, menyesuaikan materi berdasarkan kemampuan siswa, serta memantau perkembangan akademik dengan lebih akurat. Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Maulidia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis AI memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Beragam aplikasi dan platform pembelajaran cerdas memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, mendapatkan umpan balik cepat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui simulasi dan analisis data. Fasilitator juga memaparkan beberapa contoh implementasi AI di kelas, termasuk penggunaan chatbot pembelajaran, penilaian otomatis, sistem rekomendasi materi, hingga alat pendukung kreativitas seperti generator teks dan media interaktif. Ia menekankan bahwa AI tidak menggantikan peran guru, tetapi membantu mengoptimalkan tugas-tugas administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter dan penguatan konsep pembelajaran. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi demonstrasi aplikasi AI dilakukan secara langsung di Laboratorium Komputer. Para guru mencoba berbagai fitur teknologi, mengeksplorasi potensi penggunaannya, serta berdiskusi mengenai penerapan praktik terbaik sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Hal ini menjadi pengalaman baru yang dinilai sangat relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung hangat dan mendalam. Para guru mengajukan pertanyaan seputar tantangan penggunaan AI di sekolah, etika pemanfaatan teknologi, kesiapan infrastruktur, serta strategi pembelajaran yang memadukan kreativitas guru dan kecanggihan AI. Maulidia memberikan penjelasan komprehensif, sekaligus mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan aspek keamanan data serta karakter peserta didik. Seminar ditutup dengan penegasan bahwa transformasi kelas berbasis AI bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan untuk mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, guru-guru SMP MBS Wanasari berkomitmen untuk terus berinovasi, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis dan bermakna bagi seluruh santri.

News

Santri SMP MBS Wanasari Kelas 7A Kembangkan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino

Wanasari, 11 November 2025 — Suasana penuh antusiasme tampak menghiasi ruang kelas 7A SMP MBS Wanasari pada Selasa pagi ketika para santri mengikuti pembelajaran berbasis proyek bertema teknologi. Dalam kegiatan bertajuk Proyek Pembelajaran Coding & AI, para santri berhasil merancang sebuah alat tempat sampah otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Pembelajaran inovatif ini dibimbing langsung oleh Agung Diki selaku pembimbing dan fasilitator. Proyek ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa MBS Wanasari terus mendorong integrasi ilmu pengetahuan modern, khususnya teknologi digital, ke dalam proses belajar santri. Dengan pendekatan praktik langsung, santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Tempat sampah otomatis yang dikembangkan oleh santri kelas 7A ini dirancang menggunakan Arduino Uno sebagai pusat pengendali sistem. Komponen utama yang dipakai meliputi servo motor sebagai penggerak tutup tempat sampah dan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi keberadaan objek di depan tempat sampah. Ketika sensor mendeteksi objek seperti tangan atau sampah dalam jarak tertentu, servo akan secara otomatis membuka tutup tempat sampah sehingga memudahkan pengguna membuang sampah tanpa harus menyentuh permukaan wadah. Menurut pembimbing Agung Diki, proyek ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, logika pemrograman, dan kemampuan pemecahan masalah sejak usia dini. “Santri harus dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. Melalui proyek sederhana seperti tempat sampah otomatis, mereka belajar cara kerja sensor, logika program, serta bagaimana perangkat mekanik dan digital dapat bekerja bersama,” ujarnya. Selama proses pengerjaan, santri dibimbing mulai dari perakitan komponen, penyusunan rangkaian elektronik, hingga penulisan kode program pada Arduino IDE. Tantangan demi tantangan berhasil diselesaikan oleh para santri, seperti pengaturan sudut putaran servo, kalibrasi jarak sensor, serta penyusunan struktur program yang efisien. Kegiatan ini sekaligus melatih ketelitian, kerja sama kelompok, dan kesabaran dalam menyelesaikan proyek teknologi. Antusiasme santri terlihat jelas ketika alat berhasil diuji coba dan berfungsi dengan baik. Mereka menyaksikan langsung bagaimana rangkaian yang awalnya tampak rumit dapat bekerja secara otomatis sesuai perintah program. “Awalnya saya kira sulit, tetapi setelah mencoba ternyata seru dan menantang. Saya jadi ingin membuat proyek lain lagi,” ujar salah satu santri kelas 7A dengan penuh semangat. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan pada tingkat selanjutnya, termasuk integrasi dengan materi kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT). Melalui penguasaan teknologi sejak dini, santri MBS Wanasari diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Proyek pembuatan tempat sampah otomatis ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan SMP MBS Wanasari. Pembelajaran yang memadukan ilmu agama, karakter, dan teknologi ini membuktikan bahwa santri dapat berkembang menjadi pribadi yang berwawasan luas serta siap menghadapi tantangan di era digital. Dengan dukungan fasilitas dan bimbingan yang tepat, para santri terus menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan memberikan kontribusi positif untuk lingkungan sekitar.

Scroll to Top