News & Article

News

Kajian Tarjih di MBS Wanasari: Memaknai Qadha dan Qadar sebagai Jalan Menuju Keteguhan Iman dan Ketenteraman Jiwa

Wanasari, 10 November 2025 — Dalam rangka memperkuat pemahaman keislaman dan memperdalam keyakinan terhadap ketetapan Allah, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Kajian Tarjih Guru, Ustadz, dan Ustadzah dengan tema “Qadha dan Qadar”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Muhammadiyah Boarding School Wanasari pada Senin (10/11) pukul 07.00–07.40 WIB dan diikuti oleh seluruh guru, ustadz, serta ustadzah di lingkungan sekolah tersebut. Kajian yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang konsep qadha dan qadar sebagai bagian dari rukun iman yang keenam. Melalui kajian ini, diharapkan para peserta semakin mantap dalam beriman kepada ketetapan Allah, sehingga mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, kesabaran, keikhlasan, serta rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Narasumber kajian kali ini adalah Ustadz Saiev Dzaky, S.H., M.E., yang menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan penuh makna. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keimanan kepada qadha dan qadar bukan hanya sekadar keyakinan pasif, tetapi harus diiringi dengan kesadaran untuk terus berusaha dan bertawakal kepada Allah. “Manusia diperintahkan untuk berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah. Di sinilah letak keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal,” ujar Ustadz Saiev Dzaky dalam salah satu kutipannya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa memahami qadha dan qadar juga berarti mengakui kekuasaan Allah secara total dan menyadari keterbatasan manusia. Segala sesuatu yang terjadi, baik yang disukai maupun yang tidak, merupakan bagian dari kehendak dan pengetahuan Allah. “Iman kepada qadha dan qadar menegaskan bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Apa yang terjadi dalam hidup ini tidak pernah lepas dari kehendak-Nya. Sementara manusia sering kali memiliki harapan dan rencana, namun hasil akhirnya bisa berbeda karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik,” tuturnya menambahkan. Ustadz Saiev juga menyoroti pentingnya memahami bahwa semua kejadian di alam semesta ini terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Keyakinan tersebut akan membawa seorang muslim kepada ketenangan batin dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai situasi hidup. “Ketika seseorang benar-benar yakin bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah, maka ia tidak akan mudah gelisah menghadapi cobaan, tidak sombong dalam keberhasilan, dan akan selalu bersyukur dalam segala keadaan,” jelasnya. Kegiatan kajian yang berlangsung selama empat puluh menit tersebut berjalan dengan khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan narasumber, beberapa di antaranya juga aktif mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mengenai tema yang dibahas. Melalui kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menumbuhkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan spiritual. Dengan pemahaman yang benar tentang qadha dan qadar, para pendidik diharapkan mampu menularkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur kepada peserta didik mereka. Kajian berakhir dengan doa bersama dan ajakan untuk senantiasa memperkuat iman melalui pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Saiev, “Meyakini qadha dan qadar bukanlah bentuk pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk kesadaran penuh bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Mengatur segala sesuatu dengan hikmah yang sempurna.” Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.

Scroll to Top