News & Article

News

Kajian Tarjih : Tata Cara Wudhu yang Benar di Masjid MBS Wanasari

Kajian tarjih tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan keislaman dan penguatan pemahaman ibadah berdasarkan tuntunan Muhammadiyah. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berkomitmen untuk menanamkan pemahaman agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah secara benar dan berkesinambungan, baik kepada peserta didik maupun tenaga pendidiknya. Kajian ini menghadirkan Ustadz Hendi Sudono sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tata cara wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ dan keputusan tarjih Muhammadiyah. Ustadz Hendi menekankan bahwa wudhu bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang harus dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran. “Sering kali orang menyepelekan tata cara wudhu yang benar, sehingga wudhunya tidak sempurna, akan sia-sia,” ujar Ustadz Hendi Sudono dalam penyampaiannya. Ia menambahkan bahwa ketidaksempurnaan wudhu dapat berpengaruh langsung terhadap sah atau tidaknya salat yang dikerjakan. Lebih lanjut, Ustadz Hendi menjelaskan rukun-rukun wudhu, sunnah-sunnah wudhu, serta kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti tidak meratakan air ke anggota wudhu, terburu-buru, atau kurang memperhatikan urutan wudhu. Ia juga menegaskan pentingnya niat dan tertib dalam berwudhu sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Hendi mengaitkan pembahasan wudhu dengan dalil Al-Qur’an dan hadis. Salah satu dalil yang disampaikan adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai ke kedua mata kaki.” Ayat ini menjadi landasan utama tata cara wudhu dalam Islam. Selain itu, beliau juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang menjelaskan keutamaan wudhu, bahwa dengan wudhu yang sempurna, dosa-dosa kecil seorang hamba akan diampuni. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan wudhu sebagai pintu awal ibadah salat. Kegiatan kajian tarjih ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para guru, ustadz, dan ustadzah SMA MBS Wanasari akan pentingnya berwudhu dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan pemahaman yang baik, para pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah serta menularkan ilmu tersebut kepada para santri dalam kehidupan sehari-hari.

News

“Cerita dari Balik Asap Dapur MBS Wanasari”

Wanasari, 7 November 2025 — Di balik ketertiban dan kemandirian para santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, ada satu bagian penting yang bekerja tanpa henti setiap hari: Dapur MBS Wanasari. Dapur ini berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh santri, baik tingkat SMP maupun SMA, sekaligus menjadi wadah pembelajaran tentang disiplin, kebersihan, dan kesederhanaan dalam kehidupan pesantren. (7/11) Kegiatan dapur MBS Wanasari berlangsung sepanjang hari dengan sistem tiga shift. Setiap shift memiliki jam kerja yang sudah diatur rapi, yaitu shift pagi pukul 06.30–14.00, shift siang pukul 14.00–19.30, dan shift malam pukul 19.30–02.30. Walaupun ada jadwal MBG dari kami tetap masak walaupun dengan porsi yang sedikit. Dengan pembagian waktu seperti ini, kebutuhan makan para santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengganggu aktivitas belajar dan ibadah mereka. Selain kegiatan harian, dapur juga memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan khusus bagi para santri yang menjalankan ibadah puasa Senin dan Kamis. Persiapan makanan untuk sahur dan berbuka dilakukan dengan cermat agar para santri tetap berenergi dalam menjalankan kegiatan pesantren, sekaligus mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Budhe Idha, selaku Kepala Dapur MBS Wanasari, menjadi sosok sentral dalam pengelolaan kegiatan ini. Ia dikenal telaten dan dekat dengan para santri. Dalam wawancara dengan tim redaksi, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap kebiasaan santri yang kini semakin sadar akan pentingnya makan sesuai kebutuhan. “Saya senang kalau anak-anak bisa makan sesuai dengan porsi mereka, tidak mubadzir. Boleh banyak, boleh sedikit, agar tidak berebut, kadang mereka ambil sendiri, kadang juga saya ambilkan kalau kondisinya sedang ramai sekali” ujar Budhe Idha saat ditemui di sela-sela kesibukannya di dapur. Menurutnya, sistem makan di MBS Wanasari dibuat dengan konsep self-service atau ambil sendiri. Santri diberi kebebasan menentukan porsi masing-masing, namun tetap diajarkan untuk tidak berlebihan. Dengan cara ini, para santri belajar mengendalikan diri, memahami batas kebutuhan, dan menghargai makanan. Kegiatan dapur MBS Wanasari juga memiliki tujuan mulia, yakni memenuhi kebutuhan pangan para santri dengan asupan bergizi seimbang yang terdiri dari sumber protein, sayur, dan lauk pauk yang bervariasi setiap hari. Menu yang disajikan disesuaikan dengan selera umum santri sekaligus memenuhi standar gizi agar mereka tetap sehat dan bersemangat dalam belajar. Selain memasak, para petugas dapur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur dan memastikan semua bahan makanan segar serta aman dikonsumsi. Dengan rutinitas yang padat dan disiplin tinggi, seluruh anggota tim dapur menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani kebutuhan ratusan santri setiap hari. “Kerja di dapur pesantren bukan hanya soal memasak, tapi juga soal ibadah dan pengabdian,” kata salah satu tim dapur lainnya. Ia menambahkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan para santri memberikan rasa bahagia tersendiri karena dianggap sebagai bagian dari amal jariyah. Melalui kegiatan Dapur MBS Wanasari ini, nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan rasa syukur terus ditanamkan kepada seluruh santri. Bukan hanya soal makan, tetapi juga soal bagaimana menghargai nikmat Tuhan, saling berbagi, dan menjaga kebersamaan di lingkungan pesantren. Dengan semangat melayani dan prinsip “tidak mubazir,” dapur MBS Wanasari menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan kesederhanaan bisa menjadi kunci terciptanya kesejahteraan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Dapur MBS Wanasari menjadi bukti nyata bagaimana pesantren tidak hanya mendidik santri dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui kegiatan sehari-hari yang penuh nilai moral. Melalui kebiasaan makan teratur, mandiri, dan tidak berlebihan, pesantren berupaya menanamkan prinsip hidup sederhana dan penuh rasa syukur sejak dini.

News

MBS Wanasari Gelar Tes Kemampuan Akademik 2025, Ukur Capaian dan Kesiapan Santri Hadapi Dunia Perguruan Tinggi

Wanasari, 4 November 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan santri menghadapi jenjang pendidikan tinggi, MBS Wanasari menyelenggarakan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 pada Senin dan Selasa, 3–4 November 2025, bertempat di Laboratorium Komputer SMA MBS Wanasari. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri kelas XII ini merupakan salah satu agenda penting dalam kalender akademik pesantren. Tes tersebut dirancang untuk memberikan informasi capaian akademik siswa secara terstandar dan objektif, baik untuk keperluan seleksi masuk perguruan tinggi maupun untuk menyetarakan hasil belajar antar satuan pendidikan. Pelaksanaan TKA ini menjadi langkah nyata MBS Wanasari dalam menerapkan sistem evaluasi yang transparan dan berbasis data. Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya menjadi tolak ukur prestasi akademik santri, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing individu dalam berbagai bidang pelajaran. “Tes ini penting sebagai bagian dari persiapan santri sebelum melangkah ke dunia perkuliahan. Kami ingin memastikan setiap siswa memiliki kemampuan dasar akademik yang solid dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar bu Salmi sebagai salah satu pembimbing TKA saat ditemui di sela-sela kegiatan. Proses tes dilakukan secara digital berbasis komputer dengan sistem pengawasan ketat agar hasilnya akurat dan objektif. Setiap peserta diwajibkan mengerjakan soal-soal yang mencakup berbagai bidang, seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta logika dan penalaran umum. Kepala Sekolah MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, S.Pd dalam sambutannya sebelum pelaksanaan tes, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan fokus selama menjalani ujian. Ia menekankan pentingnya belajar secara konsisten sebagai kunci utama meraih kesuksesan. “Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajar,” ujar kepala sekolah dengan penuh makna. Ia juga menambahkan bahwa proses belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi, tetapi bagaimana membentuk cara berpikir kritis dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, TKA 2025 menjadi wadah bagi para santri untuk menilai sejauh mana kemampuan akademik mereka berkembang selama belajar di SMA MBS Wanasari. Hasil tes ini nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Salah satu peserta, Gea Maghnalia mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Tesnya cukup menantang, tapi sangat membantu kami mengetahui kemampuan masing-masing. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi nanti,” ujarnya dengan senyum optimis. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berjalan lancar dan tertib. Para pengawas yang ditugaskan dari SMA N 1 Wanasari memastikan seluruh peserta mengikuti aturan dengan baik, sementara tim teknis memantau kelancaran sistem komputer agar tidak terjadi kendala selama ujian berlangsung. Dengan terselenggaranya Tes Kemampuan Akademik 2025 ini, SMA MBS Wanasari berharap dapat terus mencetak generasi santri yang unggul secara intelektual, berintegritas tinggi, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen lembaga dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, berorientasi masa depan, dan sesuai dengan perkembangan zaman

Scroll to Top