News & Article

News

Jihad Ilmu di Bulan Suci: Santri SMP MBS Wanasari Mulai Tempuh ASTS dan Pra-ASAJ

WANASARI – SMP MBS Wanasari resmi memulai rangkaian agenda akademik penting, yakni Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) bagi kelas 7 dan 8, serta Pra-Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (Pra-ASAJ) khusus untuk kelas 9. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 26 Februari hingga 9 Maret 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (26/2), para santri dihadapkan pada kelompok mata pelajaran Kepondokan yang menjadi ciri khas kurikulum pesantren. Materi yang diujikan meliputi: Aqidah Al-Qur’an Hadist Mi’ah Suasana ujian tahun ini terasa lebih istimewa sekaligus menantang karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme dan fokus para santri di dalam ruang kelas tetap terjaga dengan baik. Pesan Semangat di Bulan Suci Siti Nurohmi, selaku Bagian Kurikulum SMP MBS Wanasari, memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh santri. Ia menekankan bahwa ujian di bulan Ramadan adalah bentuk jihad dalam menuntut ilmu. “Mengerjakan ujian sambil berpuasa bukanlah beban, melainkan kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda. Tetap semangat, jaga kejujuran, dan jadikan momentum ini untuk melatih kesabaran serta ketelitian,” ujar Siti Nurohmi di sela-sela pemantauan ujian. Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP MBS Wanasari, Fatikh Muhammad Alaudin, menyampaikan harapannya agar rangkaian ASTS dan Pra-ASAJ ini dapat berjalan lancar hingga hari terakhir. Beliau menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual bagi para santri, terutama kelas 9 yang tengah mempersiapkan diri menuju kelulusan.                “Kami berharap seluruh santri mampu mengerjakan soal-soal ujian dengan maksimal dan meraih hasil yang memuaskan. Semoga ilmu yang                                dipelajari selama ini benar-benar teruji, tidak hanya secara kognitif, tetapi juga dalam pembentukan karakter melalui nilai-nilai kepondokan,” tutur                 Fatikh Muhammad Alaudin. Kegiatan ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran selama setengah semester sekaligus pemanasan bagi kelas 9 sebelum menghadapi ujian akhir jenjang yang sesungguhnya. Berita lainya…

News

Supervisi Guru SMP MBS Wanasari 2026: Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Profesionalisme Pendidik

Wanasari – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, SMP MBS Wanasari kembali melaksanakan kegiatan supervisi guru yang berlangsung mulai 2 Februari hingga 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda penting sekolah dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, terarah, dan sesuai standar pendidikan yang telah ditetapkan. Supervisi ini dilaksanakan oleh Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan akademik. Kegiatan tersebut menyasar seluruh guru mata pelajaran dengan menilai tiga komponen utama, yaitu administrasi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, serta penilaian hasil belajar siswa. Secara rinci, pada aspek administrasi perencanaan pembelajaran, guru dinilai berdasarkan kelengkapan dan kualitas dokumen seperti RPP atau Modul Ajar, Program Tahunan (Prota), dan Program Semester (Promes). Dokumen tersebut menjadi landasan penting dalam proses pembelajaran agar materi tersampaikan secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditargetkan. Pada komponen kedua, supervisi berfokus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas. Kepala sekolah melakukan observasi langsung untuk melihat metode yang digunakan guru, penguasaan materi, kemampuan menyampaikan materi secara komunikatif, serta manajemen kelas. Interaksi guru dan siswa, penggunaan media pembelajaran, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan juga menjadi perhatian utama dalam penilaian ini. Sementara itu, komponen ketiga yang dinilai adalah penilaian hasil belajar atau evaluasi. Guru dievaluasi dari segi penyusunan instrumen penilaian, kesesuaian soal dengan indikator pembelajaran, hingga ketepatan dalam memberikan umpan balik kepada siswa. Evaluasi yang baik diharapkan mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif dan mendorong perbaikan proses pembelajaran di masa mendatang. Kegiatan supervisi ini dilaksanakan selama dua pekan agar proses penilaian dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar. Setiap guru mendapatkan jadwal supervisi yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga dapat mempersiapkan administrasi dan perangkat pembelajaran secara optimal. Menurut Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari, supervisi bukanlah ajang mencari kesalahan, melainkan sarana pembinaan dan refleksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan. Melalui supervisi, guru dapat mengetahui kekuatan serta aspek yang perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Hasil supervisi nantinya akan ditindaklanjuti dengan diskusi, masukan, dan rekomendasi perbaikan yang konstruktif. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan standar pembelajaran di SMP MBS Wanasari tetap terjaga, meningkatkan kompetensi profesional guru, serta memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa. Dengan supervisi yang terencana dan terarah, sekolah berharap tercipta budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen SMP MBS Wanasari dalam menjaga mutu pendidikan di lingkungan sekolah. Melalui pengawasan dan pembinaan yang konsisten, diharapkan seluruh guru semakin termotivasi untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dan meningkatkan kualitas diri. Supervisi guru yang berlangsung dari 2 hingga 14 Februari 2026 ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa. Dengan sinergi antara kepala sekolah dan seluruh guru, SMP MBS Wanasari optimis mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Berita lainya…

News

Muhadloroh Akbar MBS Wanasari 2026: Ajang Tampil Percaya Diri dan Berprestasi

Wanasari, 11 Februari 2026 — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari kembali menggelar kegiatan tahunan Muhadloroh Akbar yang berlangsung meriah pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri putri jenjang SMP dan SMA MBS Wanasari dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara yang dilaksanakan di lingkungan kampus MBS Wanasari ini menjadi momentum penting dalam melatih keberanian, keterampilan berbicara di depan umum, serta kreativitas para santri. Sejak pagi hari, para peserta telah mempersiapkan diri bersama kamar atau asrama masing-masing untuk menampilkan yang terbaik di hadapan dewan juri dan seluruh santri. Muhadloroh Akbar tahun ini mengusung konsep penampilan per kamar/asrama. Setiap kamar menampilkan perwakilan terbaiknya untuk berpidato di atas panggung. Pidato yang disampaikan beragam, mulai dari tema akhlak mulia, pentingnya menuntut ilmu, peran generasi muda Islam, hingga motivasi menjadi muslimah berprestasi. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek keberanian, kelancaran penyampaian, penguasaan materi, serta adab dan penampilan. Kegiatan ini tidak hanya berisi lomba pidato. Untuk menambah semarak suasana, panitia juga menghadirkan berbagai hiburan Islami seperti penampilan drama edukatif, lantunan shalawat, serta nasyid yang dibawakan oleh para santri. Drama yang ditampilkan mengangkat tema kehidupan santri dan pesan moral tentang pentingnya menjaga ukhuwah serta disiplin dalam menuntut ilmu. Sementara itu, shalawat dan nasyid menggema dengan penuh kekhusyukan, menambah nuansa religius sekaligus menghibur seluruh hadirin. Menurut panitia pelaksana, tujuan diadakannya Muhadloroh Akbar ini adalah untuk melatih mental dan membangun rasa percaya diri santri putri sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menggali potensi bakat yang dimiliki para santri di bidang public speaking, seni peran, dan seni suara. Dengan adanya kompetisi antar kamar, diharapkan tumbuh semangat berlomba-lomba dalam kebaikan serta mempererat kebersamaan antar asrama. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Setiap kamar memberikan dukungan penuh kepada perwakilannya dengan yel-yel semangat dan tepuk tangan yang meriah. Suasana aula dipenuhi sorak dukungan yang tetap tertib dan kondusif. Dewan juri pun tampak serius memperhatikan setiap penampilan untuk menentukan kamar terbaik. Di akhir acara, diumumkan kamar/asrama dengan penampilan pidato terbaik yang berhak mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka. Pemberian hadiah dilakukan secara simbolis dan disambut dengan rasa bangga serta syukur dari para pemenang. Muhadloroh Akbar 2026 ini menjadi bukti komitmen MBS Wanasari dalam membentuk santri putri yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kreatif, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin siap menjadi generasi muslimah yang percaya diri, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan berakhirnya kegiatan pada sore hari, seluruh rangkaian Muhadloroh Akbar berjalan lancar dan penuh makna. Semangat yang terpancar dari wajah para santri menjadi harapan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan karakter di MBS Wanasari. Berita lainya…

News

ASAS Gasal di MBS Wanasari Dimulai, Seluruh Santri Ikuti Ujian dengan Tertib

Wanasari — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di lingkungan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari resmi dimulai. Kegiatan ini berlangsung di dua unit pendidikan, yakni SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari. ASAS tahun ini digelar sebagai rangkaian evaluasi pembelajaran semester gasal yang wajib diikuti seluruh santri dan santriwati dari kedua jenjang pendidikan tersebut. (27/11) ASAS di SMA MBS Wanasari dilaksanakan mulai 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025, sementara SMP MBS Wanasari menggelar asesmen pada 27 November 2025 hingga 5 Desember 2025. Seluruh kegiatan berada di bawah penyelenggaraan resmi MBS Wanasari. Ustadzah Amalia Firdaus, S.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama dan kedua di tingkat SMA serta hari pertama di tingkat SMP berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS pada hari-hari awal ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai rencana. Para santri menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang sangat baik,” ujarnya.ASAS Gasal diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu semester. Tujuannya tidak hanya sekadar mengukur pemahaman dan kompetensi akademik para santri, tetapi juga menilai sejauh mana efektivitas metode pengajaran para guru. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester dan kelulusan bagi para peserta didik. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bahan refleksi bagi para pendidik. Melalui pencapaian hasil belajar para santri, guru dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah diterapkan. “Pelaksanaan ASAS pada dasarnya adalah bagian penting dari siklus pendidikan. Dengan melihat hasil akhir, guru bisa mengetahui apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau perlu ada perbaikan,” jelas Ibu Salmi Nadia, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA MBS Wanasari Sementara itu, panitia Assesment Sumatif Akhir Semester baik SMP maupun SMA MBS Wanasari telah mempersiapkan pelaksanaan ASAS Gasal dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan. Ibu Caswitin, S.Pd sebagai guru sekaligus kesiswaan di SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari mengatakan ” ujian hari ini berjalan dengan lancar, anak – anak tertib, walaupun kami bersama tim ASAS Gasal ini harus gerak cepat kesana kemari, mempersiapkan kelengkapan yang kurang, tapi tidak apa-apa ini semua demi anak – anak “ Jumlah peserta ASAS mencapai ratusan santri dari SMA dan SMP MBS Wanasari. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan kelas dan mata pelajaran masing-masing. Panitia memastikan bahwa setiap proses dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengawasan ketat hingga aturan kehadiran dan materi ujian yang sudah disesuaikan dengan kurikulum. Para santri pun menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menghadapi ujian ini. Beberapa santri mengaku telah melakukan persiapan intensif selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah belajar sejak awal November agar lebih siap menghadapi ASAS,” ujar Suci satu santri kelas X SMA MBS Wanasari. Dengan pelaksanaan yang berjalan kondusif pada hari-hari awal, MBS Wanasari optimistis seluruh rangkaian ASAS Gasal 2025 akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. Penyelenggara berharap ujian ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di MBS Wanasari.

News

Santri SMP MBS Wanasari Kelas 7A Kembangkan Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino

Wanasari, 11 November 2025 — Suasana penuh antusiasme tampak menghiasi ruang kelas 7A SMP MBS Wanasari pada Selasa pagi ketika para santri mengikuti pembelajaran berbasis proyek bertema teknologi. Dalam kegiatan bertajuk Proyek Pembelajaran Coding & AI, para santri berhasil merancang sebuah alat tempat sampah otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Pembelajaran inovatif ini dibimbing langsung oleh Agung Diki selaku pembimbing dan fasilitator. Proyek ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa MBS Wanasari terus mendorong integrasi ilmu pengetahuan modern, khususnya teknologi digital, ke dalam proses belajar santri. Dengan pendekatan praktik langsung, santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Tempat sampah otomatis yang dikembangkan oleh santri kelas 7A ini dirancang menggunakan Arduino Uno sebagai pusat pengendali sistem. Komponen utama yang dipakai meliputi servo motor sebagai penggerak tutup tempat sampah dan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi keberadaan objek di depan tempat sampah. Ketika sensor mendeteksi objek seperti tangan atau sampah dalam jarak tertentu, servo akan secara otomatis membuka tutup tempat sampah sehingga memudahkan pengguna membuang sampah tanpa harus menyentuh permukaan wadah. Menurut pembimbing Agung Diki, proyek ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, logika pemrograman, dan kemampuan pemecahan masalah sejak usia dini. “Santri harus dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. Melalui proyek sederhana seperti tempat sampah otomatis, mereka belajar cara kerja sensor, logika program, serta bagaimana perangkat mekanik dan digital dapat bekerja bersama,” ujarnya. Selama proses pengerjaan, santri dibimbing mulai dari perakitan komponen, penyusunan rangkaian elektronik, hingga penulisan kode program pada Arduino IDE. Tantangan demi tantangan berhasil diselesaikan oleh para santri, seperti pengaturan sudut putaran servo, kalibrasi jarak sensor, serta penyusunan struktur program yang efisien. Kegiatan ini sekaligus melatih ketelitian, kerja sama kelompok, dan kesabaran dalam menyelesaikan proyek teknologi. Antusiasme santri terlihat jelas ketika alat berhasil diuji coba dan berfungsi dengan baik. Mereka menyaksikan langsung bagaimana rangkaian yang awalnya tampak rumit dapat bekerja secara otomatis sesuai perintah program. “Awalnya saya kira sulit, tetapi setelah mencoba ternyata seru dan menantang. Saya jadi ingin membuat proyek lain lagi,” ujar salah satu santri kelas 7A dengan penuh semangat. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan pada tingkat selanjutnya, termasuk integrasi dengan materi kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT). Melalui penguasaan teknologi sejak dini, santri MBS Wanasari diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Proyek pembuatan tempat sampah otomatis ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan SMP MBS Wanasari. Pembelajaran yang memadukan ilmu agama, karakter, dan teknologi ini membuktikan bahwa santri dapat berkembang menjadi pribadi yang berwawasan luas serta siap menghadapi tantangan di era digital. Dengan dukungan fasilitas dan bimbingan yang tepat, para santri terus menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan memberikan kontribusi positif untuk lingkungan sekitar.

News

Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari: Momentum Perbaikan Mutu, Penguatan Karakter, dan Penyatuan Visi Tenaga Pendidik

Brebes — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula MBS Wanasari. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.20 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh seluruh guru, staf, ustadz, dan ustadzah dari jenjang SMP dan SMA. Acara dipimpin langsung oleh Direktur MBS Wanasari, Ustadz Muhammad Al Hadad, S.Pd.I, dan diselenggarakan oleh MBS Wanasari sebagai bagian dari agenda refleksi internal lembaga. Dengan tema besar refleksi perjalanan Muhammadiyah yang telah mencapai usia 113 tahun, acara ini tidak hanya menjadi momen syukur atas perjuangan panjang persyarikatan, tetapi juga sebagai ajang evaluasi dan penyatuan langkah seluruh tenaga pendidik di MBS Wanasari. Direktur MBS menegaskan bahwa usia 113 tahun bukanlah usia yang muda. Menurutnya, perjalanan Muhammadiyah adalah bukti kesungguhan dan keteguhan dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Ia menambahkan bahwa perjalanan MBS Wanasari pada tahun ini pun menjadi masa yang cukup berat dan penuh tantangan. Karena itu, refleksi menjadi sangat penting agar seluruh pendidik dapat kembali pada tujuan awal lembaga. Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Al Hadad menekankan pentingnya penguatan karakter tenaga pendidik. Ia menyampaikan bahwa seluruh guru, ustad, dan ustadzah harus kembali pada visi dan misi MBS Wanasari yang menekankan keteladanan. “Kita harus menjadi teladan untuk santri, mulai dari cara berpakaian, kedisiplinan, hingga konsistensi melaksanakan salat berjamaah di masjid. Kemudian, kita harus menghindari konflik internal agar suasana pondok tetap kondusif,” ujarnya. Peningkatan Mutu Pendidikan Jadi Fokus Utama Refleksi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah harapan besar agar MBS Wanasari dapat menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik dan lebih maju. Para peserta berharap adanya peningkatan kualitas, baik dari aspek pendidikan umum maupun pendidikan kepesantrenan. Peningkatan mutu ini, menurut pembicara, perlu diarahkan agar MBS Wanasari semakin diminati para orang tua. Dengan demikian, MBS diharapkan menjadi tempat belajar yang dipercaya masyarakat. Dalam refleksi tersebut disampaikan pula bahwa mutu pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun citra positif di mata wali santri. Apabila lembaga mampu menunjukkan kualitas yang menjanjikan, kepercayaan masyarakat akan meningkat. Hal ini juga menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pendidikan dan memperkuat keberadaan MBS Wanasari di Kabupaten Brebes. Ajakan Menyatukan Hati dan Pikiran Salah satu guru SMP MBS Wanasari, Ibu Puspita, S.Pd, turut memberikan pandangannya dalam sesi refleksi. Ia menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan amanah pendidikan. “Satukan hati dan pikiran agar nantinya MBS bisa satu jalan dan satu tujuan,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan lembaga sangat bergantung pada keselarasan gerak para pendidiknya. Tanpa kebersamaan, setiap program akan berjalan tidak efektif dan sulit mencapai sasaran. Ia menekankan bahwa tenaga pendidik harus memiliki kesadaran kolektif bahwa setiap kebijakan dan kegiatan di MBS Wanasari membutuhkan dukungan dari semua pihak. Dengan kebersamaan tersebut, suasana kerja yang harmonis dapat tercipta, sehingga memberikan dampak positif bagi santri. Evaluasi Diri dan Perbaikan Pelayanan Pendidikan Dalam pembahasan berikutnya, para peserta refleksi menyoroti adanya penurunan tertentu yang terjadi akhir-akhir ini. Penurunan tersebut, menurut mereka, mungkin dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Di antara faktornya adalah menurunnya kepercayaan wali santri terhadap lembaga. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari kurangnya kepedulian tenaga pendidik dalam membina santri. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa tenaga pendidik harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja masing-masing. Evaluasi ini mencakup cara berkomunikasi, cara membimbing, hingga bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan positif. Upaya introspeksi diri tersebut menjadi sangat penting agar kepercayaan wali santri dapat kembali meningkat. Selain itu, perubahan juga perlu dilakukan dalam sistem pengelolaan pendidikan di pondok maupun sekolah. Dengan konsistensi dalam pembinaan, tenaga pendidik diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh potensi santri, baik akademik maupun nonakademik. Kekompakan dan Tanggung Jawab Kolektif Sesi refleksi juga diwarnai dengan penyampaian pesan dari Ustadz Hendi Sudono, penanggung jawab kemuhammadiyahan di MBS Wanasari Brebes. Ia menyampaikan bahwa membangun lembaga adalah hal yang mudah, namun mempertahankannya adalah tantangan berat. “Membangun itu mudah, namun mempertahankannya yang susah. Kita harus kompak, kerja sama, dan merasa memiliki tanggung jawab atas amanah yang diemban,” tuturnya. Ustadz Hendi menambahkan bahwa kekompakan bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang saling menghargai peran masing-masing. Menurutnya, sebuah lembaga dapat bertahan kuat apabila seluruh elemen di dalamnya memiliki rasa kepemilikan dan komitmen yang sama besar. Motivasi untuk Terus Berprasangka Baik dan Berikhtiar Penutup kegiatan diisi dengan motivasi dari Ustadz Saiev Dzaky K., S.H., M.E. Ia mengingatkan bahwa Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang memiliki prasangka baik. “Allah bersama hamba-hamba yang memiliki prasangka baik, maka kita harus selalu husnuzan dan selalu berikhtiar,” ucapnya. Pesan ini menjadi penyemangat bagi para pendidik agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika lembaga. Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga integritas, semangat belajar, serta keikhlasan dalam mendidik santri. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh struktur dan sistem, tetapi juga oleh ketulusan hati para pendidiknya. Kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk menyegarkan semangat, menyatukan langkah, dan memperkuat kembali komitmen dalam membina santri. Dengan berbagai masukan, evaluasi, dan motivasi yang diberikan, MBS Wanasari berharap dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang maju, terpercaya, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia.

News

Program MBG : Langkah Awal Untuk Membantu Peningkatan Gizi dan Kesejahteraan Siswa

Brebes, 13 November 2025 — Program makan siang bergizi kini turut dirasakan oleh para santri di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari. Kegiatan bertajuk Makanan Bergizi (MBG) ini dilaksanakan setiap hari pada jam makan siang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menikmati hidangan sehat dan bergizi, tetapi juga mendapatkan tambahan berupa susu kotak atau buah segar. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui kebijakan Presiden untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. MBS Wanasari menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, sejalan dengan visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini. Ibu Nurul Fadilla,S.Pd selaku guru sekaligus pengurus di MBS Wanasari yang mengelola jalannya MBG dengan lancar, menjelaskan bahwa kegiatan makan bergizi ini sangat penting bagi pembentukan karakter dan kesehatan para santri. “Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program nasional ini. Dengan adanya MBG, para santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga dibiasakan hidup sehat melalui pola makan yang baik,” ujar Bu Nurul saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (13/11). Setiap siang, ratusan santri MBS Wanasari berkumpul dan baris dengan rapih untuk menunggu giliran, dan menu bergizi yang disiapkan oleh dapur MBG. Menu tersebut bervariasi setiap harinya, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Selain itu, santri juga mendapat tambahan susu kotak sebagai sumber kalsium dan energi tambahan. Salah satu santri kelas X Rifki mengaku senang dengan adanya program ini. “Makanannya enak dan sehat. Kami jadi lebih semangat belajar karena tidak merasa lemas. Susunya juga membuat kami lebih kuat untuk kegiatan sore,” tutur Rifki. Program MBG ini juga mendapat sambutan positif dari para pengurus sekolah dan wali santri. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung terhadap kesehatan anak, tetapi juga mengajarkan pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurut keterangan pihak sekolah, kegiatan MBG ini akan terus dijalankan secara rutin setiap hari tanpa terkecuali. Setiap menu disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi remaja, termasuk kandungan vitamin dan mineral yang sesuai standar. Selain itu, pihak sekolah bekerja sama dengan ahli gizi lokal untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam setiap porsi makanan. Melalui program ini, MBS Wanasari berharap dapat mencetak generasi santri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. “Kualitas sumber daya manusia Indonesia harus dimulai dari hal sederhana, seperti pola makan yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih mudah menyerap ilmu dan berprestasi,” tambah Ibu Nurul. Program Makanan Bergizi (MBG) menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak bangsa. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di seluruh Indonesia untuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Seluruh santri MBS Wanasari kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dapat berjalan selaras demi masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

News

Santri Brebes Tunjukkan Semangat Juang di POPDA 2025: Buktikan Olahraga Milik Semua

Brebes, 6 November 2025 — Semangat olahraga dan sportivitas terpancar dari wajah para santri peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Brebes yang digelar di Stadion Karang Birahi, Brebes, Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa olahraga bukan hanya milik kalangan umum, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter santri, baik putra maupun putri. POPDA tingkat kabupaten tahun ini diikuti oleh tujuh santri yang sebelumnya berhasil lolos dari seleksi tingkat kecamatan. Mereka mewakili cabang olahraga atletik, yakni Nizar lari 1.500m, Sobir tolak peluru, Fahmi Lompat Jauh, Nafiz Lempar Lembing, Irham lari 400m, Syafika tolak peluru, dan Zahra Lempar Lembing. Para santri tersebut berasal dari kelas X (sepuluh), dan kelas XI (sebelas) SMA MBS Wanasari. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia POPDA Kabupaten Brebes ini bertujuan untuk melatih kesiapan siswa agar berani tampil dengan percaya diri serta mengasah kemampuan yang dimiliki. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juang pelajar di Kabupaten Brebes. Menurut guru olahraga yang turut mendampingi peserta, Pak Aji, POPDA bukan sekadar perlombaan untuk meraih medali, tetapi juga momentum penting untuk mengasah kepercayaan diri. “Anak-anak harus percaya diri. Kalah menang itu bonus. Saya sangat menghargai semangat kalian untuk membawa nama baik sekolah dan pondok pesantren,” ujar Pak Aji saat ditemui seusai pertandingan. Beliau menambahkan, partisipasi santri dalam kegiatan olahraga merupakan bukti bahwa dunia pesantren kini semakin terbuka terhadap pengembangan minat dan bakat non-akademik. “Selama ini, banyak yang berpikir bahwa santri hanya fokus belajar agama. Padahal, olahraga juga bagian dari pembentukan karakter dan kesehatan jasmani,” tuturnya. Menariknya, pada POPDA tahun ini, partisipasi santriwati mendapat perhatian khusus. Dua di antara tujuh peserta merupakan santriwati yang berkompetisi dalam cabang olahraga atletik. Mereka menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya dominasi laki-laki, melainkan ruang bagi semua untuk mengekspresikan kemampuan dan keberanian. Salah satu santriwati peserta lomba tolak peluru yaitu Syafika, mengaku bangga bisa mewakili sekolah dan pondok pesantrennya. “Awalnya saya ragu karena belum pernah tampil sampai ke tingkat Kabupaten, tapi setelah latihan dan mendapat dukungan dari teman-teman serta guru, saya jadi percaya diri,” katanya dengan semangat. Suasana di Stadion Karang Birahi tampak meriah sejak pagi. Sorak dukungan dari teman-teman sekolah dan guru pendamping membuat suasana pertandingan semakin semarak. Para peserta tampak berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka di lintasan dan lapangan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pelajar, khususnya santri, semakin termotivasi untuk menyeimbangkan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan fisik. POPDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wahana pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa sportif. “Yang terpenting bukan sekadar juara, tapi bagaimana anak-anak bisa berani tampil dan belajar menghargai proses,” tutup Pak Aji. Melalui semangat POPDA 2025, para santri Brebes telah menunjukkan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mampu mempersatukan, menginspirasi, dan meneguhkan keyakinan bahwa setiap individu berhak tampil membanggakan, tanpa memandang latar belakangnya.

News

Santri SMP MBS Wanasari Gelar Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 dalam Kegiatan Ko-Kurikuler

Wanasari, 8 November 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menggelar kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 sebagai bagian dari program ko-kurikuler yang bertujuan menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kualitas hafalan mereka. Kegiatan yang dilaksanakan di aula utama pesantren ini diikuti oleh seluruh santri SMP MBS Wanasari. Adapun peserta tasmi’ kali ini terdiri dari perwakilan setiap kelas, yakni: Kelas 7A: Adzikra Kelas 7B: Ajeng Kelas 8A: Zaki Kelas 8B: Inayah Kelas 9A: Nahnu Kelas 9B: Hasni Sebagai korektor, hadir dua santri berprestasi yang menjadi kebanggaan MBS Wanasari, yaitu Yasiir, juara 1 Tahfidz Putra MAPSI 2025 tingkat Kabupaten, dan Zahirah, juara 1 Tahfidz Putri MAPSI 2025 tingkat Kabupaten. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari, Bapak Fatikh Muhammad Alaudin, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam menjaga dan memperdalam hafalan Al-Qur’an. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta tasmi’, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Sebagai penutup, panitia memberikan penghargaan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam kegiatan keagamaan tersebut. Melalui kegiatan ini, SMP MBS Wanasari berharap dapat terus mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak mulia, dan berprestasi di berbagai bidang.

Informasi

“SMP MBS Wanasari Raih Prestasi Membanggakan di Ajang MAPSI Tingkat Kabupaten”

Brebes, Selasa 16 September 2025 – Setelah sukses meraih juara di tingkat kecamatan, SMP MBS Wanasari kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten yang digelar pada Selasa (16/9). Delegasi SMP MBS Wanasari mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi. Perolehan Juara MAPSI Putra: Pidato : Azam Choerul Ilmi – Juara 3 Tahfidz : Yasir Rizqi Robani – Juara 1 Kaligrafi : Tri Anmal Medzal – Juara 3 Perolehan Juara MAPSI Putri: Cerdas Cermat Islami (CCI) : Hasna Aeni Asyrifa, Aliya Azzahra, dan Azza Arba Aliputri – Juara Harapan 3 Pidato : Asywak Arifahni Ukhti – Juara 2 Tahfidz : Zahira Ainun Mudila – Juara 1 Kepala SMP MBS Wanasari menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih para santri. “Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja keras, doa, serta dukungan dari semua pihak. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di ajang berikutnya,” ungkapnya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa SMP MBS Wanasari terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi, berakhlak, dan berdaya saing, baik dalam bidang keilmuan maupun seni Islami.

Scroll to Top