News & Article

Informasi

Semangat Ramadhan, Siswa Kelas IX SMP MBS Wanasari Ikuti TKA Numerisasi

SMP MBS Wanasari kembali melaksanakan kegiatan evaluasi akademik bagi peserta didik kelas IX melalui pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Numerisasi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Maret 2026, bertepatan dengan suasana bulan Ramadhan. Pelaksanaan TKA Numerisasi tersebut dilaksanakan di ruang Laboratorium Komputer SMP MBS Wanasari dengan penuh semangat dan antusiasme dari para siswa. TKA Numerisasi merupakan salah satu bentuk evaluasi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tes ini juga menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir logis, analitis, serta pemecahan masalah yang dimiliki oleh siswa kelas IX menjelang akhir masa studi mereka di tingkat sekolah menengah pertama. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP MBS Wanasari. Para peserta mengikuti ujian secara berbasis komputer (Computer Based Test) yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer sekolah. Dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang tersedia, proses pelaksanaan tes berjalan lebih efektif, tertib, dan terorganisir dengan baik. Para siswa terlihat fokus dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan setiap soal yang diberikan. Meskipun kegiatan ini berlangsung di bulan suci Ramadhan, hal tersebut tidak mengurangi semangat para siswa dalam mengikuti tes. Justru suasana Ramadhan menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk tetap disiplin, sabar, dan berusaha memberikan hasil yang terbaik. Sebelum pelaksanaan ujian dimulai, para siswa terlebih dahulu diberikan arahan oleh panitia serta pengawas ujian agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan. Pihak sekolah juga memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang digunakan selama pelaksanaan TKA Numerisasi telah dipersiapkan dengan baik. Perangkat komputer, jaringan internet, serta sistem ujian telah diuji terlebih dahulu agar tidak terjadi kendala teknis saat pelaksanaan berlangsung. Dengan persiapan yang matang, kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar dari hari pertama hingga hari terakhir. Selain sebagai sarana evaluasi akademik, kegiatan TKA Numerisasi ini juga diharapkan mampu melatih kemandirian, kejujuran, serta tanggung jawab siswa dalam mengerjakan ujian. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik di lingkungan SMP MBS Wanasari. Melalui pelaksanaan TKA Numerisasi ini, pihak sekolah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai capaian kemampuan numerasi siswa kelas IX. Hasil dari tes ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam bidang numerasi dan kemampuan berpikir logis. Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara lancar, SMP MBS Wanasari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mempersiapkan para siswa agar memiliki kemampuan akademik yang baik, sekaligus karakter yang kuat. Diharapkan seluruh siswa kelas IX dapat memperoleh hasil yang maksimal dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berita Lainya…

News

Jihad Ilmu di Bulan Suci: Santri SMP MBS Wanasari Mulai Tempuh ASTS dan Pra-ASAJ

WANASARI – SMP MBS Wanasari resmi memulai rangkaian agenda akademik penting, yakni Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) bagi kelas 7 dan 8, serta Pra-Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (Pra-ASAJ) khusus untuk kelas 9. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 26 Februari hingga 9 Maret 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (26/2), para santri dihadapkan pada kelompok mata pelajaran Kepondokan yang menjadi ciri khas kurikulum pesantren. Materi yang diujikan meliputi: Aqidah Al-Qur’an Hadist Mi’ah Suasana ujian tahun ini terasa lebih istimewa sekaligus menantang karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme dan fokus para santri di dalam ruang kelas tetap terjaga dengan baik. Pesan Semangat di Bulan Suci Siti Nurohmi, selaku Bagian Kurikulum SMP MBS Wanasari, memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh santri. Ia menekankan bahwa ujian di bulan Ramadan adalah bentuk jihad dalam menuntut ilmu. “Mengerjakan ujian sambil berpuasa bukanlah beban, melainkan kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda. Tetap semangat, jaga kejujuran, dan jadikan momentum ini untuk melatih kesabaran serta ketelitian,” ujar Siti Nurohmi di sela-sela pemantauan ujian. Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP MBS Wanasari, Fatikh Muhammad Alaudin, menyampaikan harapannya agar rangkaian ASTS dan Pra-ASAJ ini dapat berjalan lancar hingga hari terakhir. Beliau menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual bagi para santri, terutama kelas 9 yang tengah mempersiapkan diri menuju kelulusan.                “Kami berharap seluruh santri mampu mengerjakan soal-soal ujian dengan maksimal dan meraih hasil yang memuaskan. Semoga ilmu yang                                dipelajari selama ini benar-benar teruji, tidak hanya secara kognitif, tetapi juga dalam pembentukan karakter melalui nilai-nilai kepondokan,” tutur                 Fatikh Muhammad Alaudin. Kegiatan ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran selama setengah semester sekaligus pemanasan bagi kelas 9 sebelum menghadapi ujian akhir jenjang yang sesungguhnya. Berita lainya…

News

Menguatkan Komitmen dan Meraih Impian: AMT Santri & Dewan Guru MBS Wanasari Digelar Penuh Semangat

Muhammadiyah Boarding School Wanasari menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk Achievement Motivation Training (AMT) bagi santri SMP & SMA serta Dewan Guru pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muthalib ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat, komitmen, serta arah tujuan pendidikan bagi seluruh elemen sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 7 hingga 12, wali santri kelas 9, serta dewan guru dan asatidz. Tujuan utama pelaksanaan AMT adalah untuk menumbuhkan motivasi belajar, memperkuat komitmen dalam meraih cita-cita, serta meningkatkan kualitas kinerja pendidik di lingkungan MBS Wanasari. Acara dibagi menjadi empat sesi utama. Sesi pertama diperuntukkan bagi santri kelas 7 dan 8 SMP yang dilaksanakan pukul 07.00–08.20 WIB. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi bertema “Membangun Komitmen, Mewujudkan Impian.” Para santri diajak memahami pentingnya memiliki tujuan hidup sejak dini serta menanamkan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Disampaikan bahwa kunci kesuksesan hidup ada tiga, yaitu ilmu, iman, dan amal. Ketiganya harus berjalan seiring agar seseorang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan bermanfaat dalam tindakan. Sesi kedua berlangsung pukul 08.30–10.35 WIB, diikuti oleh santri kelas 9 dan wali santri. Tema yang diangkat adalah “Menentukan Jenjang SMA serta Membangun Komitmen, Mewujudkan Impian.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan arahan mengenai pentingnya memilih jenjang pendidikan lanjutan dengan pertimbangan matang. Orang tua juga diberikan pemahaman tentang peran penting mereka dalam mendampingi anak menentukan masa depan. Pada sesi ini juga disampaikan lima tips mendidik anak secara efektif, yaitu: pertama, uswah atau keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan; kedua, pembiasaan yang konsisten dalam menanamkan karakter; ketiga, fungsi kontrol sebagai bentuk pengawasan yang bijak; keempat, reward atau hadiah sebagai apresiasi atas pencapaian; dan kelima, punishment atau sanksi sebagai bentuk pembinaan yang mendidik. Materi ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi berprestasi dan berakhlak mulia. Sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 13.00–14.30 WIB, khusus untuk Dewan Guru dan asatidz MBS Wanasari. Mengangkat tema “Menguatkan Komitmen dan Optimalisasi Kinerja Dewan Guru & Asatidz,” sesi ini menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta loyalitas dalam mendidik. Para guru diajak untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperbaharui niat bahwa tugas mendidik adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Adapun sesi keempat dilaksanakan pukul 15.45–16.30 WIB dan diikuti oleh santri SMA kelas 10–12. Penyampaian materi dilakukan oleh Ustadz Purwanto yang memberikan motivasi tentang pentingnya fokus pada tujuan hidup, manajemen waktu, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan, baik dalam studi lanjut maupun kehidupan bermasyarakat. Kegiatan AMT ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari pagi hingga sore hari. Melalui kegiatan ini, MBS Wanasari berharap seluruh santri, wali santri, serta dewan guru semakin memiliki semangat baru, komitmen yang kuat, serta kesadaran bahwa keberhasilan hanya dapat diraih dengan perpaduan ilmu, iman, dan amal. Dengan komitmen bersama, cita-cita besar untuk mencetak generasi unggul dan berkarakter insyaAllah dapat terwujud. Berita lainya…

News

Tim Media MBS Wanasari Perkuat Kompetensi pada Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PCM Wanasari

Wanasari, 16 November 2025 — Tim Media MBS Wanasari turut berpartisipasi dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanasari pada Ahad (16/11) di SMK Muhammadiyah Wanasari. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola media Aum serta Ranting untuk meningkatkan wawasan sekaligus memperkuat keterampilan dalam mengelola informasi di ruang digital secara profesional, akurat, dan berbasis nilai persyarikatan. Pelatihan menghadirkan dua narasumber kompeten yang memberikan materi secara komprehensif. Lukmanul Hakim, praktisi media digital, membawakan materi seputar dinamika media digital, pergeseran perilaku konsumsi informasi, serta strategi menjaga reputasi organisasi di era serbadigital. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa reputasi digital tidak hanya dibangun oleh konten yang diunggah secara resmi, tetapi juga oleh interaksi warga organisasi dalam aktivitas bermedia. “Setiap unggahan yang berhubungan dengan lembaga akan membentuk persepsi publik. Karena itu, tim media harus memahami etika digital, kecepatan menangkap isu, serta ketepatan merespons informasi. Reputasi di internet mudah naik, tetapi juga mudah turun bila tidak dikelola dengan baik,” ujar Lukmanul Hakim. Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menyajikan informasi yang bermanfaat, beretika, dan menggambarkan karakter Islami merupakan kunci menjaga citra organisasi. Sesi berikutnya dipandu oleh Thoridin, praktisi jurnalistik yang berpengalaman dalam penulisan berita. Ia menyampaikan materi mengenai teknik penulisan berita yang tajam, sistematis, dan sesuai kaidah KBBI. Tholidin menjelaskan bahwa kualitas informasi sangat dipengaruhi oleh ketelitian dalam memilih data, sudut pandang, serta kemampuan menyusun narasi informatif yang mudah dipahami pembaca. “Berita yang baik bukan sekadar panjang, tetapi harus tepat sasaran. Penulis wajib memenuhi unsur 5W+1H, menghadirkan fakta yang dapat diverifikasi, dan menghindari bahasa hiperbolis. Di era digital, berita yang rapi dan kredibel adalah aset penting organisasi,” ujarnya. Ia kemudian memberikan latihan kepada peserta, termasuk Tim Media MBS Wanasari, untuk membuat lead berita yang kuat serta menyusun struktur piramida terbalik yang menjadi ciri khas penulisan jurnalistik modern. Keikutsertaan Tim Media MBS Wanasari mendapat apresiasi dari penyelenggara, mengingat peran media sekolah kini semakin strategis dalam menyampaikan program, prestasi, serta kegiatan pendidikan kepada masyarakat. Pelatihan ini dianggap sebagai langkah tepat untuk meningkatkan profesionalisme tim sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan PCM Wanasari. Ketua PCM Wanasari dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas kader dan pegiat media agar lebih siap menghadapi tantangan era informasi. Menurutnya, reputasi digital merupakan aset penting dalam pengembangan dakwah, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang mengulas berbagai persoalan terkait etika publikasi, pengelolaan akun resmi, serta tips menyajikan konten pendidikan secara menarik tanpa mengurangi nilai informatifnya. Para peserta, termasuk Tim Media MBS Wanasari, tampak antusias mengikuti setiap sesi dan berharap pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Tim Media MBS Wanasari diharapkan semakin mampu menghasilkan publikasi yang profesional, akurat, dan mencerminkan karakter Islami, sehingga dapat memperkuat reputasi lembaga di mata masyarakat. Pelatihan ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan media yang berkualitas dan bertanggung jawab di era digital.

News

Transformasi Digital Pendidikan, SMA MBS Wanasari Gelar Pelatihan E-Raport untuk Guru

WANASARI, 11 November 2025 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di bidang administrasi penilaian berbasis teknologi, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan E-Raport pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer SMA MBS Wanasari dan diikuti oleh seluruh dewan guru dengan penuh antusias. Pelatihan yang diprakarsai oleh Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari ini bertujuan untuk mengintegrasikan sistem penilaian dan evaluasi belajar ke dalam platform digital, sehingga proses administrasi pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akurat. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Kamal, M.P., yang berperan sebagai pembicara utama, dan Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari. Keduanya memberikan materi yang saling melengkapi tentang implementasi teknologi dalam sistem penilaian serta pentingnya kesiapan administrasi guru dalam menghadapi digitalisasi pendidikan. Dalam materinya, Bapak Kamal menyampaikan pesan inspiratif kepada para guru agar tidak berhenti belajar dan terus mengikuti perkembangan teknologi. “Semoga Bapak Ibu guru terus semangat dan mengikuti perubahan serta perkembangan zaman. Dunia pendidikan berkembang begitu cepat. Oleh karena itu, kita harus terus berkarya dan belajar untuk menjadi pendidik yang hebat,” ujar Kamal dalam sesi pembukaan pelatihan. Menurutnya, penerapan e-raport bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan. Sistem digital memungkinkan penilaian dilakukan secara transparan, cepat, dan dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk siswa dan orang tua. Kamal menegaskan, guru masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.Sementara itu, Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari menekankan pentingnya kesiapan administrasi guru sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan pembelajaran yang terencana. “Bapak Ibu hendaknya membuat rincian alokasi waktu minggu efektif dan perangkat pembelajaran lainnya. Ini wajib diisi karena menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi dan penilaian siswa,” tutur Fatoni dengan tegas.Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan seluruh guru dapat memahami alur kerja sistem e-raport serta mampu menyusun perangkat ajar yang terintegrasi dengan penilaian digital. Menurutnya, langkah SMA MBS Wanasari dalam menggelar kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman yang menjadi ciri khas lembaga Muhammadiyah.Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru aktif bertanya dan mencoba langsung fitur-fitur dalam aplikasi e-raport yang diperkenalkan. Mereka belajar cara menginput nilai, mengelola data kehadiran, serta membuat deskripsi capaian kompetensi siswa secara otomatis. Kepala SMA MBS Wanasari menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru. Ia menilai pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan digitalisasi administrasi pendidikan di lingkungan sekolah. “Kami ingin seluruh guru mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas profesionalnya. Dengan e-raport, proses penilaian akan lebih cepat, transparan, dan akurat,” ujarnya.Melalui pelatihan ini, SMA MBS Wanasari menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan era digital. Para guru tidak hanya dituntut menjadi pengajar yang baik, tetapi juga sebagai inovator dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. “Transformasi digital di sekolah tidak akan berhasil tanpa keterlibatan guru. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Kamal menutup sesi pelatihan.Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, guru-guru SMA MBS Wanasari kini semakin siap menghadapi era baru pendidikan berbasis teknologi.

News

“Cerita dari Balik Asap Dapur MBS Wanasari”

Wanasari, 7 November 2025 — Di balik ketertiban dan kemandirian para santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, ada satu bagian penting yang bekerja tanpa henti setiap hari: Dapur MBS Wanasari. Dapur ini berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh santri, baik tingkat SMP maupun SMA, sekaligus menjadi wadah pembelajaran tentang disiplin, kebersihan, dan kesederhanaan dalam kehidupan pesantren. (7/11) Kegiatan dapur MBS Wanasari berlangsung sepanjang hari dengan sistem tiga shift. Setiap shift memiliki jam kerja yang sudah diatur rapi, yaitu shift pagi pukul 06.30–14.00, shift siang pukul 14.00–19.30, dan shift malam pukul 19.30–02.30. Walaupun ada jadwal MBG dari kami tetap masak walaupun dengan porsi yang sedikit. Dengan pembagian waktu seperti ini, kebutuhan makan para santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengganggu aktivitas belajar dan ibadah mereka. Selain kegiatan harian, dapur juga memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan khusus bagi para santri yang menjalankan ibadah puasa Senin dan Kamis. Persiapan makanan untuk sahur dan berbuka dilakukan dengan cermat agar para santri tetap berenergi dalam menjalankan kegiatan pesantren, sekaligus mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Budhe Idha, selaku Kepala Dapur MBS Wanasari, menjadi sosok sentral dalam pengelolaan kegiatan ini. Ia dikenal telaten dan dekat dengan para santri. Dalam wawancara dengan tim redaksi, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap kebiasaan santri yang kini semakin sadar akan pentingnya makan sesuai kebutuhan. “Saya senang kalau anak-anak bisa makan sesuai dengan porsi mereka, tidak mubadzir. Boleh banyak, boleh sedikit, agar tidak berebut, kadang mereka ambil sendiri, kadang juga saya ambilkan kalau kondisinya sedang ramai sekali” ujar Budhe Idha saat ditemui di sela-sela kesibukannya di dapur. Menurutnya, sistem makan di MBS Wanasari dibuat dengan konsep self-service atau ambil sendiri. Santri diberi kebebasan menentukan porsi masing-masing, namun tetap diajarkan untuk tidak berlebihan. Dengan cara ini, para santri belajar mengendalikan diri, memahami batas kebutuhan, dan menghargai makanan. Kegiatan dapur MBS Wanasari juga memiliki tujuan mulia, yakni memenuhi kebutuhan pangan para santri dengan asupan bergizi seimbang yang terdiri dari sumber protein, sayur, dan lauk pauk yang bervariasi setiap hari. Menu yang disajikan disesuaikan dengan selera umum santri sekaligus memenuhi standar gizi agar mereka tetap sehat dan bersemangat dalam belajar. Selain memasak, para petugas dapur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur dan memastikan semua bahan makanan segar serta aman dikonsumsi. Dengan rutinitas yang padat dan disiplin tinggi, seluruh anggota tim dapur menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani kebutuhan ratusan santri setiap hari. “Kerja di dapur pesantren bukan hanya soal memasak, tapi juga soal ibadah dan pengabdian,” kata salah satu tim dapur lainnya. Ia menambahkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan para santri memberikan rasa bahagia tersendiri karena dianggap sebagai bagian dari amal jariyah. Melalui kegiatan Dapur MBS Wanasari ini, nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan rasa syukur terus ditanamkan kepada seluruh santri. Bukan hanya soal makan, tetapi juga soal bagaimana menghargai nikmat Tuhan, saling berbagi, dan menjaga kebersamaan di lingkungan pesantren. Dengan semangat melayani dan prinsip “tidak mubazir,” dapur MBS Wanasari menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan kesederhanaan bisa menjadi kunci terciptanya kesejahteraan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Dapur MBS Wanasari menjadi bukti nyata bagaimana pesantren tidak hanya mendidik santri dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui kegiatan sehari-hari yang penuh nilai moral. Melalui kebiasaan makan teratur, mandiri, dan tidak berlebihan, pesantren berupaya menanamkan prinsip hidup sederhana dan penuh rasa syukur sejak dini.

Scroll to Top