News & Article

News

Menguatkan Komitmen dan Meraih Impian: AMT Santri & Dewan Guru MBS Wanasari Digelar Penuh Semangat

Muhammadiyah Boarding School Wanasari menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk Achievement Motivation Training (AMT) bagi santri SMP & SMA serta Dewan Guru pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muthalib ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat, komitmen, serta arah tujuan pendidikan bagi seluruh elemen sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 7 hingga 12, wali santri kelas 9, serta dewan guru dan asatidz. Tujuan utama pelaksanaan AMT adalah untuk menumbuhkan motivasi belajar, memperkuat komitmen dalam meraih cita-cita, serta meningkatkan kualitas kinerja pendidik di lingkungan MBS Wanasari. Acara dibagi menjadi empat sesi utama. Sesi pertama diperuntukkan bagi santri kelas 7 dan 8 SMP yang dilaksanakan pukul 07.00–08.20 WIB. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi bertema “Membangun Komitmen, Mewujudkan Impian.” Para santri diajak memahami pentingnya memiliki tujuan hidup sejak dini serta menanamkan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Disampaikan bahwa kunci kesuksesan hidup ada tiga, yaitu ilmu, iman, dan amal. Ketiganya harus berjalan seiring agar seseorang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan bermanfaat dalam tindakan. Sesi kedua berlangsung pukul 08.30–10.35 WIB, diikuti oleh santri kelas 9 dan wali santri. Tema yang diangkat adalah “Menentukan Jenjang SMA serta Membangun Komitmen, Mewujudkan Impian.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan arahan mengenai pentingnya memilih jenjang pendidikan lanjutan dengan pertimbangan matang. Orang tua juga diberikan pemahaman tentang peran penting mereka dalam mendampingi anak menentukan masa depan. Pada sesi ini juga disampaikan lima tips mendidik anak secara efektif, yaitu: pertama, uswah atau keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan; kedua, pembiasaan yang konsisten dalam menanamkan karakter; ketiga, fungsi kontrol sebagai bentuk pengawasan yang bijak; keempat, reward atau hadiah sebagai apresiasi atas pencapaian; dan kelima, punishment atau sanksi sebagai bentuk pembinaan yang mendidik. Materi ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi berprestasi dan berakhlak mulia. Sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 13.00–14.30 WIB, khusus untuk Dewan Guru dan asatidz MBS Wanasari. Mengangkat tema “Menguatkan Komitmen dan Optimalisasi Kinerja Dewan Guru & Asatidz,” sesi ini menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta loyalitas dalam mendidik. Para guru diajak untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperbaharui niat bahwa tugas mendidik adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Adapun sesi keempat dilaksanakan pukul 15.45–16.30 WIB dan diikuti oleh santri SMA kelas 10–12. Penyampaian materi dilakukan oleh Ustadz Purwanto yang memberikan motivasi tentang pentingnya fokus pada tujuan hidup, manajemen waktu, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan, baik dalam studi lanjut maupun kehidupan bermasyarakat. Kegiatan AMT ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari pagi hingga sore hari. Melalui kegiatan ini, MBS Wanasari berharap seluruh santri, wali santri, serta dewan guru semakin memiliki semangat baru, komitmen yang kuat, serta kesadaran bahwa keberhasilan hanya dapat diraih dengan perpaduan ilmu, iman, dan amal. Dengan komitmen bersama, cita-cita besar untuk mencetak generasi unggul dan berkarakter insyaAllah dapat terwujud. Berita lainya…

News

Direktur MBS Wanasari Tekankan Pentingnya Introspeksi Diri bagi Guru dalam Pembinaan Profesionalisme

Wanasari, Brebes — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tenaga pendidik, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan “Pembinaan Guru Bersama Direktur SMP MBS Wanasari” pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru SMP MBS Wanasari mulai pukul 07.00 hingga 07.40 WIB, dan diikuti oleh seluruh guru serta staf sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen MBS Wanasari dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Pembinaan tersebut bertujuan untuk mendorong para guru agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kinerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik. Direktur Muhammadiyah Boarding School Wanasari, Ustaz M. Al-Hadad, S.Pd.I, yang bertindak sebagai narasumber utama, menyampaikan pesan penting tentang peran dan keteladanan seorang guru di lingkungan sekolah berbasis boarding. Dalam pembinaannya, beliau menekankan bahwa guru tidak hanya bertanggung jawab dalam hal akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter para santri melalui teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Kita sebagai guru harus introspeksi diri untuk menjadi lebih baik. Para santri mengikuti perilaku kita, contohnya seperti salat berjamaah di masjid. Di awal tahun ini, mari kita bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ustadz Al-Hadad di hadapan para guru dan staf. Menurut beliau, guru merupakan figur sentral dalam proses pembelajaran dan pembentukan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri, menjaga integritas, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan. Ia menambahkan bahwa perubahan positif di lingkungan sekolah akan dimulai dari para pendidiknya terlebih dahulu. Kegiatan pembinaan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh guru dan staf SMP MBS Wanasari untuk menilai kembali kinerja, kedisiplinan, dan komitmen terhadap visi serta misi sekolah. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, mendengarkan arahan serta motivasi dari pimpinan sekolah. Salah satu guru peserta kegiatan, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat semangat dan tanggung jawab dalam mendidik santri. “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami agar selalu menjadi contoh yang baik bagi para santri, baik dalam hal kedisiplinan maupun ibadah,” ujarnya. Selain menyampaikan nasihat dan motivasi, Ustaz Al-Hadad juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar dan berinovasi dalam metode pengajaran. Menurutnya, guru yang profesional adalah guru yang tidak berhenti belajar dan selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai dasar pendidikan di lingkungan MBS. Dengan terselenggaranya pembinaan tersebut, diharapkan seluruh guru dan staf SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dapat semakin bersemangat dalam melaksanakan tugasnya, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi para santri, baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri demi kemajuan sekolah dan keberhasilan pendidikan di Muhammadiyah Boarding School Wanasari.

Scroll to Top