News & Article

News

Kajian Tarjih di MBS Wanasari: Memaknai Qadha dan Qadar sebagai Jalan Menuju Keteguhan Iman dan Ketenteraman Jiwa

Wanasari, 10 November 2025 — Dalam rangka memperkuat pemahaman keislaman dan memperdalam keyakinan terhadap ketetapan Allah, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Kajian Tarjih Guru, Ustadz, dan Ustadzah dengan tema “Qadha dan Qadar”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Muhammadiyah Boarding School Wanasari pada Senin (10/11) pukul 07.00–07.40 WIB dan diikuti oleh seluruh guru, ustadz, serta ustadzah di lingkungan sekolah tersebut. Kajian yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang konsep qadha dan qadar sebagai bagian dari rukun iman yang keenam. Melalui kajian ini, diharapkan para peserta semakin mantap dalam beriman kepada ketetapan Allah, sehingga mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, kesabaran, keikhlasan, serta rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Narasumber kajian kali ini adalah Ustadz Saiev Dzaky, S.H., M.E., yang menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan penuh makna. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keimanan kepada qadha dan qadar bukan hanya sekadar keyakinan pasif, tetapi harus diiringi dengan kesadaran untuk terus berusaha dan bertawakal kepada Allah. “Manusia diperintahkan untuk berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah. Di sinilah letak keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal,” ujar Ustadz Saiev Dzaky dalam salah satu kutipannya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa memahami qadha dan qadar juga berarti mengakui kekuasaan Allah secara total dan menyadari keterbatasan manusia. Segala sesuatu yang terjadi, baik yang disukai maupun yang tidak, merupakan bagian dari kehendak dan pengetahuan Allah. “Iman kepada qadha dan qadar menegaskan bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Apa yang terjadi dalam hidup ini tidak pernah lepas dari kehendak-Nya. Sementara manusia sering kali memiliki harapan dan rencana, namun hasil akhirnya bisa berbeda karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik,” tuturnya menambahkan. Ustadz Saiev juga menyoroti pentingnya memahami bahwa semua kejadian di alam semesta ini terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Keyakinan tersebut akan membawa seorang muslim kepada ketenangan batin dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai situasi hidup. “Ketika seseorang benar-benar yakin bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah, maka ia tidak akan mudah gelisah menghadapi cobaan, tidak sombong dalam keberhasilan, dan akan selalu bersyukur dalam segala keadaan,” jelasnya. Kegiatan kajian yang berlangsung selama empat puluh menit tersebut berjalan dengan khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan narasumber, beberapa di antaranya juga aktif mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mengenai tema yang dibahas. Melalui kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menumbuhkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan spiritual. Dengan pemahaman yang benar tentang qadha dan qadar, para pendidik diharapkan mampu menularkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur kepada peserta didik mereka. Kajian berakhir dengan doa bersama dan ajakan untuk senantiasa memperkuat iman melalui pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Saiev, “Meyakini qadha dan qadar bukanlah bentuk pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk kesadaran penuh bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Mengatur segala sesuatu dengan hikmah yang sempurna.” Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.

News

Transformasi Digital Pendidikan, SMA MBS Wanasari Gelar Pelatihan E-Raport untuk Guru

WANASARI, 11 November 2025 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di bidang administrasi penilaian berbasis teknologi, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan E-Raport pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer SMA MBS Wanasari dan diikuti oleh seluruh dewan guru dengan penuh antusias. Pelatihan yang diprakarsai oleh Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari ini bertujuan untuk mengintegrasikan sistem penilaian dan evaluasi belajar ke dalam platform digital, sehingga proses administrasi pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akurat. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Kamal, M.P., yang berperan sebagai pembicara utama, dan Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari. Keduanya memberikan materi yang saling melengkapi tentang implementasi teknologi dalam sistem penilaian serta pentingnya kesiapan administrasi guru dalam menghadapi digitalisasi pendidikan. Dalam materinya, Bapak Kamal menyampaikan pesan inspiratif kepada para guru agar tidak berhenti belajar dan terus mengikuti perkembangan teknologi. “Semoga Bapak Ibu guru terus semangat dan mengikuti perubahan serta perkembangan zaman. Dunia pendidikan berkembang begitu cepat. Oleh karena itu, kita harus terus berkarya dan belajar untuk menjadi pendidik yang hebat,” ujar Kamal dalam sesi pembukaan pelatihan. Menurutnya, penerapan e-raport bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan. Sistem digital memungkinkan penilaian dilakukan secara transparan, cepat, dan dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk siswa dan orang tua. Kamal menegaskan, guru masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.Sementara itu, Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari menekankan pentingnya kesiapan administrasi guru sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan pembelajaran yang terencana. “Bapak Ibu hendaknya membuat rincian alokasi waktu minggu efektif dan perangkat pembelajaran lainnya. Ini wajib diisi karena menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi dan penilaian siswa,” tutur Fatoni dengan tegas.Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan seluruh guru dapat memahami alur kerja sistem e-raport serta mampu menyusun perangkat ajar yang terintegrasi dengan penilaian digital. Menurutnya, langkah SMA MBS Wanasari dalam menggelar kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman yang menjadi ciri khas lembaga Muhammadiyah.Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru aktif bertanya dan mencoba langsung fitur-fitur dalam aplikasi e-raport yang diperkenalkan. Mereka belajar cara menginput nilai, mengelola data kehadiran, serta membuat deskripsi capaian kompetensi siswa secara otomatis. Kepala SMA MBS Wanasari menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru. Ia menilai pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan digitalisasi administrasi pendidikan di lingkungan sekolah. “Kami ingin seluruh guru mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas profesionalnya. Dengan e-raport, proses penilaian akan lebih cepat, transparan, dan akurat,” ujarnya.Melalui pelatihan ini, SMA MBS Wanasari menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan era digital. Para guru tidak hanya dituntut menjadi pengajar yang baik, tetapi juga sebagai inovator dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. “Transformasi digital di sekolah tidak akan berhasil tanpa keterlibatan guru. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Kamal menutup sesi pelatihan.Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, guru-guru SMA MBS Wanasari kini semakin siap menghadapi era baru pendidikan berbasis teknologi.

News

Direktur MBS Wanasari Tekankan Pentingnya Introspeksi Diri bagi Guru dalam Pembinaan Profesionalisme

Wanasari, Brebes — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tenaga pendidik, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan “Pembinaan Guru Bersama Direktur SMP MBS Wanasari” pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru SMP MBS Wanasari mulai pukul 07.00 hingga 07.40 WIB, dan diikuti oleh seluruh guru serta staf sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen MBS Wanasari dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Pembinaan tersebut bertujuan untuk mendorong para guru agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kinerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik. Direktur Muhammadiyah Boarding School Wanasari, Ustaz M. Al-Hadad, S.Pd.I, yang bertindak sebagai narasumber utama, menyampaikan pesan penting tentang peran dan keteladanan seorang guru di lingkungan sekolah berbasis boarding. Dalam pembinaannya, beliau menekankan bahwa guru tidak hanya bertanggung jawab dalam hal akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter para santri melalui teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Kita sebagai guru harus introspeksi diri untuk menjadi lebih baik. Para santri mengikuti perilaku kita, contohnya seperti salat berjamaah di masjid. Di awal tahun ini, mari kita bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ustadz Al-Hadad di hadapan para guru dan staf. Menurut beliau, guru merupakan figur sentral dalam proses pembelajaran dan pembentukan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri, menjaga integritas, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan. Ia menambahkan bahwa perubahan positif di lingkungan sekolah akan dimulai dari para pendidiknya terlebih dahulu. Kegiatan pembinaan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh guru dan staf SMP MBS Wanasari untuk menilai kembali kinerja, kedisiplinan, dan komitmen terhadap visi serta misi sekolah. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, mendengarkan arahan serta motivasi dari pimpinan sekolah. Salah satu guru peserta kegiatan, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat semangat dan tanggung jawab dalam mendidik santri. “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami agar selalu menjadi contoh yang baik bagi para santri, baik dalam hal kedisiplinan maupun ibadah,” ujarnya. Selain menyampaikan nasihat dan motivasi, Ustaz Al-Hadad juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar dan berinovasi dalam metode pengajaran. Menurutnya, guru yang profesional adalah guru yang tidak berhenti belajar dan selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai dasar pendidikan di lingkungan MBS. Dengan terselenggaranya pembinaan tersebut, diharapkan seluruh guru dan staf SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dapat semakin bersemangat dalam melaksanakan tugasnya, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi para santri, baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri demi kemajuan sekolah dan keberhasilan pendidikan di Muhammadiyah Boarding School Wanasari.

News

Santri Brebes Tunjukkan Semangat Juang di POPDA 2025: Buktikan Olahraga Milik Semua

Brebes, 6 November 2025 — Semangat olahraga dan sportivitas terpancar dari wajah para santri peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Brebes yang digelar di Stadion Karang Birahi, Brebes, Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa olahraga bukan hanya milik kalangan umum, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter santri, baik putra maupun putri. POPDA tingkat kabupaten tahun ini diikuti oleh tujuh santri yang sebelumnya berhasil lolos dari seleksi tingkat kecamatan. Mereka mewakili cabang olahraga atletik, yakni Nizar lari 1.500m, Sobir tolak peluru, Fahmi Lompat Jauh, Nafiz Lempar Lembing, Irham lari 400m, Syafika tolak peluru, dan Zahra Lempar Lembing. Para santri tersebut berasal dari kelas X (sepuluh), dan kelas XI (sebelas) SMA MBS Wanasari. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia POPDA Kabupaten Brebes ini bertujuan untuk melatih kesiapan siswa agar berani tampil dengan percaya diri serta mengasah kemampuan yang dimiliki. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juang pelajar di Kabupaten Brebes. Menurut guru olahraga yang turut mendampingi peserta, Pak Aji, POPDA bukan sekadar perlombaan untuk meraih medali, tetapi juga momentum penting untuk mengasah kepercayaan diri. “Anak-anak harus percaya diri. Kalah menang itu bonus. Saya sangat menghargai semangat kalian untuk membawa nama baik sekolah dan pondok pesantren,” ujar Pak Aji saat ditemui seusai pertandingan. Beliau menambahkan, partisipasi santri dalam kegiatan olahraga merupakan bukti bahwa dunia pesantren kini semakin terbuka terhadap pengembangan minat dan bakat non-akademik. “Selama ini, banyak yang berpikir bahwa santri hanya fokus belajar agama. Padahal, olahraga juga bagian dari pembentukan karakter dan kesehatan jasmani,” tuturnya. Menariknya, pada POPDA tahun ini, partisipasi santriwati mendapat perhatian khusus. Dua di antara tujuh peserta merupakan santriwati yang berkompetisi dalam cabang olahraga atletik. Mereka menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya dominasi laki-laki, melainkan ruang bagi semua untuk mengekspresikan kemampuan dan keberanian. Salah satu santriwati peserta lomba tolak peluru yaitu Syafika, mengaku bangga bisa mewakili sekolah dan pondok pesantrennya. “Awalnya saya ragu karena belum pernah tampil sampai ke tingkat Kabupaten, tapi setelah latihan dan mendapat dukungan dari teman-teman serta guru, saya jadi percaya diri,” katanya dengan semangat. Suasana di Stadion Karang Birahi tampak meriah sejak pagi. Sorak dukungan dari teman-teman sekolah dan guru pendamping membuat suasana pertandingan semakin semarak. Para peserta tampak berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka di lintasan dan lapangan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pelajar, khususnya santri, semakin termotivasi untuk menyeimbangkan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan fisik. POPDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wahana pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa sportif. “Yang terpenting bukan sekadar juara, tapi bagaimana anak-anak bisa berani tampil dan belajar menghargai proses,” tutup Pak Aji. Melalui semangat POPDA 2025, para santri Brebes telah menunjukkan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mampu mempersatukan, menginspirasi, dan meneguhkan keyakinan bahwa setiap individu berhak tampil membanggakan, tanpa memandang latar belakangnya.

News

Santri SMP MBS Wanasari Gelar Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 dalam Kegiatan Ko-Kurikuler

Wanasari, 8 November 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menggelar kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 sebagai bagian dari program ko-kurikuler yang bertujuan menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kualitas hafalan mereka. Kegiatan yang dilaksanakan di aula utama pesantren ini diikuti oleh seluruh santri SMP MBS Wanasari. Adapun peserta tasmi’ kali ini terdiri dari perwakilan setiap kelas, yakni: Kelas 7A: Adzikra Kelas 7B: Ajeng Kelas 8A: Zaki Kelas 8B: Inayah Kelas 9A: Nahnu Kelas 9B: Hasni Sebagai korektor, hadir dua santri berprestasi yang menjadi kebanggaan MBS Wanasari, yaitu Yasiir, juara 1 Tahfidz Putra MAPSI 2025 tingkat Kabupaten, dan Zahirah, juara 1 Tahfidz Putri MAPSI 2025 tingkat Kabupaten. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari, Bapak Fatikh Muhammad Alaudin, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam menjaga dan memperdalam hafalan Al-Qur’an. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta tasmi’, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Sebagai penutup, panitia memberikan penghargaan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam kegiatan keagamaan tersebut. Melalui kegiatan ini, SMP MBS Wanasari berharap dapat terus mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak mulia, dan berprestasi di berbagai bidang.

News

“Cerita dari Balik Asap Dapur MBS Wanasari”

Wanasari, 7 November 2025 — Di balik ketertiban dan kemandirian para santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, ada satu bagian penting yang bekerja tanpa henti setiap hari: Dapur MBS Wanasari. Dapur ini berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh santri, baik tingkat SMP maupun SMA, sekaligus menjadi wadah pembelajaran tentang disiplin, kebersihan, dan kesederhanaan dalam kehidupan pesantren. (7/11) Kegiatan dapur MBS Wanasari berlangsung sepanjang hari dengan sistem tiga shift. Setiap shift memiliki jam kerja yang sudah diatur rapi, yaitu shift pagi pukul 06.30–14.00, shift siang pukul 14.00–19.30, dan shift malam pukul 19.30–02.30. Walaupun ada jadwal MBG dari kami tetap masak walaupun dengan porsi yang sedikit. Dengan pembagian waktu seperti ini, kebutuhan makan para santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengganggu aktivitas belajar dan ibadah mereka. Selain kegiatan harian, dapur juga memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan khusus bagi para santri yang menjalankan ibadah puasa Senin dan Kamis. Persiapan makanan untuk sahur dan berbuka dilakukan dengan cermat agar para santri tetap berenergi dalam menjalankan kegiatan pesantren, sekaligus mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Budhe Idha, selaku Kepala Dapur MBS Wanasari, menjadi sosok sentral dalam pengelolaan kegiatan ini. Ia dikenal telaten dan dekat dengan para santri. Dalam wawancara dengan tim redaksi, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap kebiasaan santri yang kini semakin sadar akan pentingnya makan sesuai kebutuhan. “Saya senang kalau anak-anak bisa makan sesuai dengan porsi mereka, tidak mubadzir. Boleh banyak, boleh sedikit, agar tidak berebut, kadang mereka ambil sendiri, kadang juga saya ambilkan kalau kondisinya sedang ramai sekali” ujar Budhe Idha saat ditemui di sela-sela kesibukannya di dapur. Menurutnya, sistem makan di MBS Wanasari dibuat dengan konsep self-service atau ambil sendiri. Santri diberi kebebasan menentukan porsi masing-masing, namun tetap diajarkan untuk tidak berlebihan. Dengan cara ini, para santri belajar mengendalikan diri, memahami batas kebutuhan, dan menghargai makanan. Kegiatan dapur MBS Wanasari juga memiliki tujuan mulia, yakni memenuhi kebutuhan pangan para santri dengan asupan bergizi seimbang yang terdiri dari sumber protein, sayur, dan lauk pauk yang bervariasi setiap hari. Menu yang disajikan disesuaikan dengan selera umum santri sekaligus memenuhi standar gizi agar mereka tetap sehat dan bersemangat dalam belajar. Selain memasak, para petugas dapur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur dan memastikan semua bahan makanan segar serta aman dikonsumsi. Dengan rutinitas yang padat dan disiplin tinggi, seluruh anggota tim dapur menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani kebutuhan ratusan santri setiap hari. “Kerja di dapur pesantren bukan hanya soal memasak, tapi juga soal ibadah dan pengabdian,” kata salah satu tim dapur lainnya. Ia menambahkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan para santri memberikan rasa bahagia tersendiri karena dianggap sebagai bagian dari amal jariyah. Melalui kegiatan Dapur MBS Wanasari ini, nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan rasa syukur terus ditanamkan kepada seluruh santri. Bukan hanya soal makan, tetapi juga soal bagaimana menghargai nikmat Tuhan, saling berbagi, dan menjaga kebersamaan di lingkungan pesantren. Dengan semangat melayani dan prinsip “tidak mubazir,” dapur MBS Wanasari menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan kesederhanaan bisa menjadi kunci terciptanya kesejahteraan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Dapur MBS Wanasari menjadi bukti nyata bagaimana pesantren tidak hanya mendidik santri dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui kegiatan sehari-hari yang penuh nilai moral. Melalui kebiasaan makan teratur, mandiri, dan tidak berlebihan, pesantren berupaya menanamkan prinsip hidup sederhana dan penuh rasa syukur sejak dini.

News

MBS Wanasari Gelar Tes Kemampuan Akademik 2025, Ukur Capaian dan Kesiapan Santri Hadapi Dunia Perguruan Tinggi

Wanasari, 4 November 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan santri menghadapi jenjang pendidikan tinggi, MBS Wanasari menyelenggarakan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 pada Senin dan Selasa, 3–4 November 2025, bertempat di Laboratorium Komputer SMA MBS Wanasari. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri kelas XII ini merupakan salah satu agenda penting dalam kalender akademik pesantren. Tes tersebut dirancang untuk memberikan informasi capaian akademik siswa secara terstandar dan objektif, baik untuk keperluan seleksi masuk perguruan tinggi maupun untuk menyetarakan hasil belajar antar satuan pendidikan. Pelaksanaan TKA ini menjadi langkah nyata MBS Wanasari dalam menerapkan sistem evaluasi yang transparan dan berbasis data. Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya menjadi tolak ukur prestasi akademik santri, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing individu dalam berbagai bidang pelajaran. “Tes ini penting sebagai bagian dari persiapan santri sebelum melangkah ke dunia perkuliahan. Kami ingin memastikan setiap siswa memiliki kemampuan dasar akademik yang solid dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar bu Salmi sebagai salah satu pembimbing TKA saat ditemui di sela-sela kegiatan. Proses tes dilakukan secara digital berbasis komputer dengan sistem pengawasan ketat agar hasilnya akurat dan objektif. Setiap peserta diwajibkan mengerjakan soal-soal yang mencakup berbagai bidang, seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta logika dan penalaran umum. Kepala Sekolah MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, S.Pd dalam sambutannya sebelum pelaksanaan tes, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan fokus selama menjalani ujian. Ia menekankan pentingnya belajar secara konsisten sebagai kunci utama meraih kesuksesan. “Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajar,” ujar kepala sekolah dengan penuh makna. Ia juga menambahkan bahwa proses belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi, tetapi bagaimana membentuk cara berpikir kritis dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, TKA 2025 menjadi wadah bagi para santri untuk menilai sejauh mana kemampuan akademik mereka berkembang selama belajar di SMA MBS Wanasari. Hasil tes ini nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Salah satu peserta, Gea Maghnalia mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Tesnya cukup menantang, tapi sangat membantu kami mengetahui kemampuan masing-masing. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi nanti,” ujarnya dengan senyum optimis. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berjalan lancar dan tertib. Para pengawas yang ditugaskan dari SMA N 1 Wanasari memastikan seluruh peserta mengikuti aturan dengan baik, sementara tim teknis memantau kelancaran sistem komputer agar tidak terjadi kendala selama ujian berlangsung. Dengan terselenggaranya Tes Kemampuan Akademik 2025 ini, SMA MBS Wanasari berharap dapat terus mencetak generasi santri yang unggul secara intelektual, berintegritas tinggi, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen lembaga dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, berorientasi masa depan, dan sesuai dengan perkembangan zaman

News

Upacara Bendera di MBS Wanasari Tekankan Pentingnya Disiplin dan Rasa Hormat antar Sesama

Wanasari, 3 November 2025 — Suasana khidmat tampak menyelimuti lapangan MBS Wanasari pada Senin pagi (3/11), ketika seluruh santri, guru, ustadzah, dan karyawan mengikuti kegiatan Upacara Bendera rutin yang menjadi bagian dari pembinaan karakter di lingkungan pesantren tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini bukan sekadar seremonial mingguan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kedisiplinan serta menumbuhkan semangat belajar di kalangan santri. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan tertib, diawali oleh pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, para guru dan pembina mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap sesama. Menurut pihak penyelenggara, kegiatan rutin seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. “Melalui kegiatan upacara, kami ingin menanamkan kedisiplinan dan semangat juang kepada seluruh santri. Upacara bukan hanya tentang formalitas, melainkan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungan,” ujar salah satu guru pembina saat ditemui seusai kegiatan. Selain penyampaian amanat pembina upacara, kegiatan juga diisi dengan pesan moral dan motivasi dari narasumber yang diundang untuk memberikan pengarahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, narasumber menekankan pentingnya menghargai setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan yang dimiliki. “Jangan meremehkan siapapun, karena setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing,” ungkap narasumber dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan oleh peserta upacara. Ia menambahkan bahwa dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki potensi unik yang patut dikembangkan dan dihormati. Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para santri agar selalu rendah hati dan saling menghargai satu sama lain. Menurutnya, menghormati sesama adalah wujud nyata dari akhlak yang baik dan merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman yang diajarkan di MBS Wanasari. Salah satu santri kelas XII, ROBBY SUBHAN NUGRAHA mengaku termotivasi setelah mengikuti upacara pagi itu. “Saya merasa lebih semangat untuk belajar dan berusaha menjadi pribadi yang disiplin. Pesan yang disampaikan tadi sangat menyentuh, karena sering kali kita lupa bahwa setiap orang punya kelebihan yang berbeda,” ujarnya. Kegiatan upacara bendera di MBS Wanasari rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan menjadi ajang pembiasaan bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan rasa nasionalisme, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan tersebut, pihak sekolah berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, MBS Wanasari menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, berdisiplin tinggi, dan menghargai keberagaman kemampuan setiap individu.  

Informasi

“SMP MBS Wanasari Raih Prestasi Membanggakan di Ajang MAPSI Tingkat Kabupaten”

Brebes, Selasa 16 September 2025 – Setelah sukses meraih juara di tingkat kecamatan, SMP MBS Wanasari kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten yang digelar pada Selasa (16/9). Delegasi SMP MBS Wanasari mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi. Perolehan Juara MAPSI Putra: Pidato : Azam Choerul Ilmi – Juara 3 Tahfidz : Yasir Rizqi Robani – Juara 1 Kaligrafi : Tri Anmal Medzal – Juara 3 Perolehan Juara MAPSI Putri: Cerdas Cermat Islami (CCI) : Hasna Aeni Asyrifa, Aliya Azzahra, dan Azza Arba Aliputri – Juara Harapan 3 Pidato : Asywak Arifahni Ukhti – Juara 2 Tahfidz : Zahira Ainun Mudila – Juara 1 Kepala SMP MBS Wanasari menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih para santri. “Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja keras, doa, serta dukungan dari semua pihak. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di ajang berikutnya,” ungkapnya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa SMP MBS Wanasari terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi, berakhlak, dan berdaya saing, baik dalam bidang keilmuan maupun seni Islami.

News

PERKEMAHAN TAMU PENGENAL DAN PENGHELA SERTA UJIAN KENAIKAN TINGKAT PENGGALANG & PENEGAK QOBILAH K.H. MAS MANSUR 2025

Wanasari – PPM K.H. Mas Mansur Wanasari (SMP-SMA MBS Wanasari) resmi membuka kegiatan Perkemahan Tamu Pengenal dan Penghela serta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Purwa, Madya, Utama, Tm1 dan Tm2, pada Kamis, 11 September 2025. Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu, 13 September 2025 di bumi perkemahan lingkungan MBS Wanasari. Acara pembukaan dilaksanakan dengan penuh khidmat, diawali dengan apel besar pramuka yang diikuti oleh seluruh peserta tamu pengenal dan penghela, calon penegak, serta penggalang yang akan mengikuti ujian kenaikan tingkat. Hadir dalam acara tersebut para ustadz, pembina pramuka, serta jajaran pimpinan pesantren. Kegiatan perkemahan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta meningkatkan kompetensi pramuka melalui ujian kenaikan tingkat mulai dari Purwa, Madya, Utama hingga Tm1 dan Tm2. Selain itu, perkemahan juga menjadi ajang pembinaan ukhuwah dan penguatan karakter Islami para santri melalui berbagai kegiatan lapangan, dinamika kelompok, serta ibadah berjamaah. Dalam sambutannya, pembina pramuka menekankan bahwa pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sarana pembinaan generasi muda agar mampu berperan aktif di masyarakat dengan berlandaskan iman, taqwa, dan ilmu pengetahuan. Dengan mengusung semangat “Melalui perkemahan membentuk Kader HW yang Tangguh, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab serta mempunyai jiwa siap memimpin dan siap memimpin”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader pramuka yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi teladan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.  

Scroll to Top