News & Article

News

SMA MBS Wanasari Kunjungi Universitas Muhammadiyah Bandung untuk Kenalkan PTMA Unggul

Bandung – SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan kegiatan visit campus ke salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) unggulan, yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Study Tour tahun 2026 yang diinisiasi oleh SMA MBS Brebes sebagai upaya strategis dalam mengenalkan pendidikan tinggi Muhammadiyah kepada para santri sejak dini. (01/07)Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung ini diikuti oleh santri SMA MBS Wanasari dengan didampingi oleh beberapa guru serta ustadz dan ustadzah. Rombongan disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan dan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Bandung. Suasana kunjungan berlangsung edukatif dan penuh antusiasme, terlihat dari partisipasi aktif para santri dalam setiap sesi yang disajikan. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan santri mengenai eksistensi dan kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa PTMA memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. “Ingin membuka wawasan santri terhadap persyarikatan Muhammadiyah memiliki perguruan tinggi yang tidak kaleng-kaleng,” ujar Drs. Khumaedi, M.Pd., dalam sambutannya. Menurutnya, pengenalan lingkungan kampus sejak dini sangat penting agar santri memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia perkuliahan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari penguatan ideologi dan nilai-nilai Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. Selama kunjungan, para santri mendapatkan pemaparan mengenai profil Universitas Muhammadiyah Bandung, program studi unggulan, fasilitas kampus, serta peluang beasiswa yang tersedia. Tidak hanya itu, santri juga diajak berkeliling kampus untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik maupun nonakademik. Kepala Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung menyampaikan harapannya agar lulusan sekolah Muhammadiyah dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bentuk keberlanjutan kaderisasi persyarikatan. “Harapannya lulusan sekolah Muhammadiyah bisa melanjutkan ke perguruan tinggi Muhammadiyah agar kaderisasi terus berlanjut dan tidak terputus,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa PTMA hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, keislaman, dan kemuhammadiyahan yang berkelanjutan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Para santri menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Banyak di antara mereka yang mengaku termotivasi untuk melanjutkan studi ke PTMA setelah melihat langsung lingkungan kampus dan mendengarkan pemaparan yang inspiratif. Kegiatan visit campus ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi santri dalam menentukan pilihan studi lanjut yang sesuai dengan minat, bakat, dan nilai-nilai persyarikatan. Melalui kegiatan ini, SMA MBS Wanasari menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah serta menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan.

News

Sinergi Peningkatan Mutu: SMP MBS Wanasari Matangkan Rencana Kerja Melalui Sosialisasi Raport Pendidikan

WANASARI – Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pendidikan dan efektivitas kinerja tenaga pendidik, SMP MBS Wanasari menyelenggarakan agenda penting berupa sosialisasi Rencana Hasil Kerja (RHK) dan Bedah Raport Pendidikan . Kegiatan ini berlangsung khidmat pada hari Jumat, 19 Desember 2026, bertempat di aula sekolah. Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Laela Baroroh, S.Pd. , selaku Pengawas Sekolah, memberikan Arah strategi di hadapan jajaran pimpinan dan seluruh tenaga pendidik SMP MBS Wanasari. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momentum krusial bagi sekolah untuk merefleksikan pencapaian setahun terakhir sekaligus memetakan langkah ke depan. Fokus pada Transformasi Berbasis Data Dalam pemaparannya, Ibu Laela Baroroh menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) tidak dapat sekadar menjadi rutinitas administratif. Beliau mendorong para guru untuk menyelaraskan RHK dengan hasil evaluasi yang tercantum dalam Raport Pendidikan . “Raport Pendidikan adalah cermin kita. Dengan memahami indikator mana yang sudah hijau dan mana yang masih kuning, kita bisa menyusun strategi kerja yang tepat sasaran demi kemajuan santri,” ujar Ibu Laela di sela-sela pemaparannya. Poin Utama Pembahasan: Analisis Raport Pendidikan: Membedah pencapaian literasi, numerasi, serta karakter siswa sebagai landasan evaluasi. Sinkronisasi RHK: menafsirkan setiap poin rencana kerja guru berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sekolah. Peningkatan Kompetensi: Diskusi mengenai metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kepala SMP MBS Wanasari menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi ini dalam budaya kerja sehari-hari. Dengan adanya pendampingan langsung dari pengawas, diharapkan seluruh civitas akademika SMP MBS Wanasari memiliki visi yang sama dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para guru untuk membawa perubahan positif bagi sekolah.

News

Kajian Tarjih : Tata Cara Wudhu yang Benar di Masjid MBS Wanasari

Kajian tarjih tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan keislaman dan penguatan pemahaman ibadah berdasarkan tuntunan Muhammadiyah. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berkomitmen untuk menanamkan pemahaman agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah secara benar dan berkesinambungan, baik kepada peserta didik maupun tenaga pendidiknya. Kajian ini menghadirkan Ustadz Hendi Sudono sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tata cara wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ dan keputusan tarjih Muhammadiyah. Ustadz Hendi menekankan bahwa wudhu bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang harus dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran. “Sering kali orang menyepelekan tata cara wudhu yang benar, sehingga wudhunya tidak sempurna, akan sia-sia,” ujar Ustadz Hendi Sudono dalam penyampaiannya. Ia menambahkan bahwa ketidaksempurnaan wudhu dapat berpengaruh langsung terhadap sah atau tidaknya salat yang dikerjakan. Lebih lanjut, Ustadz Hendi menjelaskan rukun-rukun wudhu, sunnah-sunnah wudhu, serta kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti tidak meratakan air ke anggota wudhu, terburu-buru, atau kurang memperhatikan urutan wudhu. Ia juga menegaskan pentingnya niat dan tertib dalam berwudhu sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Hendi mengaitkan pembahasan wudhu dengan dalil Al-Qur’an dan hadis. Salah satu dalil yang disampaikan adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai ke kedua mata kaki.” Ayat ini menjadi landasan utama tata cara wudhu dalam Islam. Selain itu, beliau juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang menjelaskan keutamaan wudhu, bahwa dengan wudhu yang sempurna, dosa-dosa kecil seorang hamba akan diampuni. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan wudhu sebagai pintu awal ibadah salat. Kegiatan kajian tarjih ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para guru, ustadz, dan ustadzah SMA MBS Wanasari akan pentingnya berwudhu dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan pemahaman yang baik, para pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah serta menularkan ilmu tersebut kepada para santri dalam kehidupan sehari-hari.

News

SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes Manfaatkan Smartboard dari Program Prioritas Pemerintah dalam Mewujudkan Revitalisasi dan Digitalisasi

Brebes – Pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) Smartboard oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di SMA dan SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA MBS Brebes dan bertempat di Laboratorium Komputer SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. (07/01) Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah berbasis pesantren modern. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. IFP Smartboard digunakan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan interaksi dua arah antara guru dan peserta didik secara lebih efektif. Dalam pelaksanaannya, penggunaan Smartboard atau IFP diterapkan secara langsung pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Meliana, S.Pd. Kegiatan belajar mengajar tersebut melibatkan santri putri kelas X sebagai peserta didik. Melalui perangkat IFP, guru dapat menampilkan materi pembelajaran secara visual, interaktif, serta mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan latihan secara langsung di layar.Ibu Meliana, S.Pd. menyampaikan bahwa penggunaan IFP Smartboard memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, teknologi ini mampu meningkatkan minat belajar siswa serta mempermudah penyampaian materi yang bersifat abstrak. “Penggunaan smartboard atau IFP sangat membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi menjadi lebih mudah dipahami karena dapat ditampilkan secara visual dan interaktif. Santri juga terlihat lebih antusias dan aktif selama pembelajaran berlangsung,” ujar Ibu Meliana, S.Pd. Para santri putri kelas X tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam mengoperasikan Smartboard untuk menjawab soal, menuliskan pendapat, serta menganalisis teks yang ditampilkan. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kolaboratif. Kepala SMA MBS Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi modern. Ia berharap penggunaan IFP Smartboard dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai mata pelajaran. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di era digital.

News

Literasi Digital “Stop Bullying” Gaung di MBS Wanasari, Ajak Santri Bijak Bermedia Sosial by Smartfreen

  Wanasari – Upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan terus digalakkan. SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Literasi Digital bertema “Stop Bullying” pada Sabtu, Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Farellino Tegoh Prasetio, Trainee XLSMART sekaligus Duta Pendidikan Muda Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari tersebut berlangsung di lingkungan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh santri. Literasi digital ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, berempati, serta cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, Farellino menekankan pentingnya pemahaman mengenai bahaya bullying, baik secara verbal, nonverbal, maupun dalam bentuk cyber bullying. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat pesat menuntut generasi muda untuk memiliki literasi digital yang baik agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban perundungan di ruang digital. “Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap, beretika, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan orang lain,” ujar Farellino dalam sesi penyampaian materi. Ia menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana positif untuk belajar dan berkarya jika digunakan dengan bijak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat melukai orang lain dan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban bullying. Dalam salah satu bagian penyampaiannya, Farellino menyampaikan kutipan yang menyentuh dan menggugah kesadaran para santri. “Kita adalah kertas, jika sudah diremas kemudian tidak akan kembali semula, hati seorang korban bullying juga seperti itu. Dia bisa sembuh, tetapi masih membekas, dan tidak akan pernah lupa. Jadi mari kita berjanji jangan menjadi pembuli,” tegasnya. Menurut Farellino, perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa luka batin akibat perundungan tidak selalu terlihat, namun dampaknya sangat nyata. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh santri untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk bullying dan saling menjaga satu sama lain, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan pengetahuan santri mengenai pentingnya menghentikan praktik bullying serta membangun kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak. Selain itu, literasi digital ini juga diharapkan dapat mendorong santri memanfaatkan teknologi sebagai sarana positif untuk belajar, berdakwah, dan berkontribusi bagi masyarakat. Pihak SMP MBS Wanasari menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Melalui kegiatan literasi digital, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan digital, serta memiliki empati yang tinggi terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan Literasi Digital “Stop Bullying” ini, MBS Wanasari berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sekaligus melahirkan generasi muda yang bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi digital.

News

LPK Aratashii Mirai Indonesia Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang bagi Santri MBS Wanasari

Wanasari — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aratashii Mirai Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi program pemberangkatan kerja ke Jepang bagi seluruh santri SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh MBS Wanasari dan menghadirkan Alfian Maulana sebagai pembicara utama. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada santri mengenai jalur resmi bekerja ke Jepang melalui LPK yang dilindungi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dalam pemaparannya, Alfian Maulana menjelaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia berkomitmen mendampingi peserta sejak tahap pendidikan, pemberangkatan, hingga masa kontrak kerja selesai dan peserta kembali ke Indonesia. Alfian Maulana menjelaskan, masa pendidikan bagi calon peserta LPK bervariasi, tergantung pada jalur yang dipilih. Untuk jalur swasta, masa pendidikan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti jalur lembaga pemerintahan, masa pendidikan dapat mencapai satu tahun. “Semua proses dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa biaya pemberangkatan atau penempatan kerja di Jepang tidak menjadi hambatan utama bagi peserta. Menurutnya, biaya tersebut dapat dicicil selama masa kontrak kerja di Jepang. Skema ini, kata Alfian, dirancang agar peserta tidak terbebani secara finansial sejak awal keberangkatan. LPK Aratashii Mirai Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai sektor pekerjaan di Jepang. Bidang kesehatan menjadi salah satu fokus utama, terutama untuk penyaluran tenaga perawat yang akan bekerja di rumah sakit dan panti jompo. Selain itu, LPK juga menyalurkan tenaga kerja ke sektor pertanian, perkebunan, serta pabrik-pabrik di Jepang. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para santri. Salah satu pertanyaan menarik diajukan oleh Zahra, santri kelas X B. Ia menanyakan terkait konsekuensi kontrak kerja dan kemungkinan melanjutkan pendidikan. “Bapak, ketika saya ikut LPK dan sudah kontrak, apakah harus sesuai dengan masa kontrak? Dan saat saya bekerja apakah bisa sambil menempuh perkuliahan?” tanyanya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Alfian Maulana memberikan apresiasi kepada penanya sebelum menjelaskan dengan tenang. “Pertanyaan bagus. Jika sudah kontrak, artinya sebagai siswa harus menepati sesuai kontrak yang telah disepakati,” katanya. Namun demikian, ia menambahkan bahwa peserta tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. “Untuk perkuliahan pasti dibolehkan. LPK kami juga bermitra dengan universitas yang ada di Jepang, jadi siswa LPK tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut,” ujarnya. Pertanyaan lain juga datang dari Ibu Nurul Fadila Azmi, S.Pd., guru Bimbingan Konseling (BK) MBS Wanasari. Ia menanyakan terkait status ijazah peserta selama mengikuti program LPK dan bekerja di Jepang. “Jika menjadi siswa LPK kemudian bekerja di Jepang, apakah ijazah akan ditahan?” tanyanya. Alfian Maulana menegaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia tidak menahan ijazah peserta sebagai jaminan. “Tidak, Bu. Di LPK kami bersifat fleksibel. Ijazah boleh diarsipkan di LPK atau dibawa oleh siswa sendiri. Yang terpenting, saat pendataan di tempat kerja, berkas tersebut sudah tersedia,” jelasnya. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat sebagai bagian dari layanan informasi karier bagi santri. Secara tidak langsung, kegiatan ini membuka wawasan santri mengenai peluang kerja internasional yang legal, aman, dan terjamin perlindungannya. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para santri SMA MBS Wanasari dapat mempertimbangkan berbagai pilihan masa depan secara matang, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja internasional melalui jalur resmi seperti yang ditawarkan LPK Aratashii Mirai Indonesia

News

Universitas Bima Sakapenta Sosialisasikan Program Beasiswa dan Wirausaha di MBS WANASARI

Wanasari — Universitas Bima Sakapenta menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–08.30 WIB itu diikuti oleh seluruh santri MBS Wanasari dan menghadirkan pembicara Bapak Ulul Absor, M.M. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan Universitas Bima Sakapenta sebagai salah satu pilihan perguruan tinggi swasta, sekaligus menyampaikan berbagai program unggulan yang ditawarkan kepada calon mahasiswa. Dalam pemaparannya, Bapak Ulul Absor, M.M menekankan komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan melalui skema beasiswa berbasis prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Menurut Ulul Absor, Universitas Bima Sakapenta menyediakan beasiswa bagi siswa yang memiliki capaian prestasi di berbagai bidang. “Kami memberikan kesempatan beasiswa bagi calon mahasiswa yang menorehkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, seperti kejuaraan membaca Al-Qur’an, olahraga, dan bidang lainnya,” ujarnya. Selain program beasiswa, Universitas Bima Sakapenta juga menawarkan program khusus bagi mahasiswa yang berminat menjadi wirausaha. Program ini tidak hanya memberikan pembekalan ilmu manajemen, dan kewirausahaan, tetapi juga dukungan modal usaha. Hal tersebut, kata Ulul Absor, dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sejak masa kuliah. Dalam kesempatan itu, Ulul Absor juga memberikan motivasi kepada para santri agar tetap berani bermimpi dan menentukan pilihan pendidikan secara matang. Ia menyampaikan pesan yang disambut antusias peserta. “Silakan kalian mengejar universitas negeri favorit. Mimpi tetap harus dikejar semaksimal mungkin. Tetapi jika kalian ingin masuk universitas swasta, Bima Sakapenta jawabannya,” kata Ulul Absor dalam kutipan langsungnya. Penyelenggara kegiatan dari SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini penting sebagai bagian dari layanan informasi pendidikan bagi santri kelas akhir. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan santri mengenai pilihan perguruan tinggi serta jalur pembiayaan pendidikan yang tersedia. Kepala SMA MBS Wanasari, Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berupaya menghadirkan mitra perguruan tinggi untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia kampus. Menurutnya, informasi mengenai beasiswa dan program kewirausahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi santri yang memiliki potensi di berbagai bidang. Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak antusias menyimak paparan dan berdiskusi mengenai peluang studi lanjutan. Beberapa santri juga mengajukan pertanyaan terkait mekanisme beasiswa, persyaratan prestasi, serta dukungan yang diberikan kampus bagi mahasiswa wirausaha. Melalui sosialisasi ini, Universitas Bima Sakapenta berharap dapat menjaring calon mahasiswa potensial sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, SMA MBS Wanasari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membantu santri menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat, dan cita-cita mereka.

News

IPM MBS Wanasari Salurkan Donasi Rp7,4 Juta ke Lazismu Brebes, Wujud Kepedulian Santri untuk Korban Bencana

Brebes — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menyalurkan donasi hasil penggalangan dana kepada Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Brebes pada Jumat, 13 Desember 2025. Penyerahan donasi dilakukan langsung di Kantor Lazismu Brebes sebagai bentuk nyata kepedulian pelajar dan keluarga besar MBS Wanasari terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam. Penyerahan donasi tersebut diwakili oleh beberapa santri Pesantren Muhammadiyah KH. Mas Mansur yang mewakili IPM MBS Wanasari. Mereka menyerahkan hasil penggalangan dana yang dihimpun selama satu pekan penuh dengan penuh rasa syukur, bahagia, dan semangat. Para santri mengaku merasa senang karena dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan dan menyalurkan amanah para donatur melalui lembaga resmi Muhammadiyah. Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp7.496.900. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp7.042.900 berasal dari donasi para santri, wali santri, ustaz dan ustazah, bapak dan ibu guru, karyawan MBS Wanasari, serta masyarakat sekitar lingkungan pesantren. Sementara itu, sebesar Rp454.000 merupakan hasil infak jamaah Salat Jumat Masjid Al Muthalib MBS Wanasari. Capaian ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Dana donasi diterima oleh Pandu Nur Husna selaku staf Lazismu Brebes. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IPM MBS Wanasari dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban para korban bencana. Ia juga mengapresiasi peran aktif pelajar dalam gerakan filantropi dan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Direktur MBS Wanasari dalam pernyataannya menyampaikan bahwa penggalangan donasi secara resmi telah ditutup dan seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan melalui Lazismu Brebes sebagai satu pintu penyaluran. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan kepada para penerima manfaat. Lebih lanjut, Direktur MBS Wanasari juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang masih ingin berdonasi, dapat menghubungi WA Center layanan jemput donasi di nomor 0896-0760-0600. Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Dalam penutupnya, Direktur MBS Wanasari mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh donatur atas keikhlasan dan kepercayaannya. Ia mendoakan semoga Allah Swt. membalas setiap kebaikan dengan balasan yang lebih baik, melimpahkan keberkahan harta, menjaga anak-anak dan keluarga para donatur, serta menjadikan amal tersebut sebagai pemberat kebaikan di akhirat kelak. Aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli, berbagi, dan hadir untuk kemanusiaan.

News

Transformasi Kelas Berbasis AI: SMP MBS Wanasari Dorong Pembelajaran Lebih Cerdas dan Personal

Wanasari, 10 Desember 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dengan menyelenggarakan Seminar Transformasi Kelas bertema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang Lebih Cerdas dan Personal”. Acara ini berlangsung pada Rabu pagi di Laboratorium Komputer SMP MBS Wanasari, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Maulidia Dini, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh kelompok belajar guru SMP MBS Wanasari. Seminar ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini telah merambah dunia pendidikan. Dalam pembukaan acara, disampaikan bahwa tantangan pendidikan modern menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara bijaksana demi menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Maulidia Dini, selaku fasilitator, mengawali sesi dengan pemaparan mengenai konsep dasar dan perkembangan terkini dari kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi juga mitra strategis yang dapat memperkaya proses belajar-mengajar. Dengan AI, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih personal, menyesuaikan materi berdasarkan kemampuan siswa, serta memantau perkembangan akademik dengan lebih akurat. Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Maulidia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis AI memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Beragam aplikasi dan platform pembelajaran cerdas memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, mendapatkan umpan balik cepat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui simulasi dan analisis data. Fasilitator juga memaparkan beberapa contoh implementasi AI di kelas, termasuk penggunaan chatbot pembelajaran, penilaian otomatis, sistem rekomendasi materi, hingga alat pendukung kreativitas seperti generator teks dan media interaktif. Ia menekankan bahwa AI tidak menggantikan peran guru, tetapi membantu mengoptimalkan tugas-tugas administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter dan penguatan konsep pembelajaran. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi demonstrasi aplikasi AI dilakukan secara langsung di Laboratorium Komputer. Para guru mencoba berbagai fitur teknologi, mengeksplorasi potensi penggunaannya, serta berdiskusi mengenai penerapan praktik terbaik sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Hal ini menjadi pengalaman baru yang dinilai sangat relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung hangat dan mendalam. Para guru mengajukan pertanyaan seputar tantangan penggunaan AI di sekolah, etika pemanfaatan teknologi, kesiapan infrastruktur, serta strategi pembelajaran yang memadukan kreativitas guru dan kecanggihan AI. Maulidia memberikan penjelasan komprehensif, sekaligus mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan aspek keamanan data serta karakter peserta didik. Seminar ditutup dengan penegasan bahwa transformasi kelas berbasis AI bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan untuk mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, guru-guru SMP MBS Wanasari berkomitmen untuk terus berinovasi, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis dan bermakna bagi seluruh santri.

Scroll to Top