Brebes – Pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) Smartboard oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di SMA dan SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA MBS Brebes dan bertempat di Laboratorium Komputer SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. (07/01)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah berbasis pesantren modern. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. IFP Smartboard digunakan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan interaksi dua arah antara guru dan peserta didik secara lebih efektif.
Dalam pelaksanaannya, penggunaan Smartboard atau IFP diterapkan secara langsung pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Meliana, S.Pd. Kegiatan belajar mengajar tersebut melibatkan santri putri kelas X sebagai peserta didik. Melalui perangkat IFP, guru dapat menampilkan materi pembelajaran secara visual, interaktif, serta mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan latihan secara langsung di layar.
Ibu Meliana, S.Pd. menyampaikan bahwa penggunaan IFP Smartboard memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, teknologi ini mampu meningkatkan minat belajar siswa serta mempermudah penyampaian materi yang bersifat abstrak. “Penggunaan smartboard atau IFP sangat membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi menjadi lebih mudah dipahami karena dapat ditampilkan secara visual dan interaktif. Santri juga terlihat lebih antusias dan aktif selama pembelajaran berlangsung,” ujar Ibu Meliana, S.Pd.
Para santri putri kelas X tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam mengoperasikan Smartboard untuk menjawab soal, menuliskan pendapat, serta menganalisis teks yang ditampilkan. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kolaboratif.
Kepala SMA MBS Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi modern. Ia berharap penggunaan IFP Smartboard dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai mata pelajaran. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di era digital.





