News & Article

News

SMA MBS Wanasari Borong Prestasi di Mahrojan Penghela I Pantai Randusanga

SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Mahrojan Penghela I yang digelar pada Kamis–Sabtu, 5–7 Februari 2026, bertempat di Pantai Randusanga, Brebes. Kegiatan bergengsi tingkat penghela tersebut diikuti oleh berbagai sekolah dan menjadi ajang unjuk kemampuan, kreativitas, serta karakter kepanduan Hizbul Wathan. Dalam ajang ini, kontingen SMA MBS Wanasari tampil gemilang dengan meraih beragam kejuaraan dari berbagai mata lomba. Prestasi tersebut menunjukkan kesiapan, kekompakan, dan kualitas pembinaan yang konsisten. Adapun prestasi yang berhasil diraih SMA MBS Wanasari antara lain: Pionering Putra: Juara 2 Pengembaraan Putra: Juara 2 MTQ Putra: Juara 1 K3 Tenda Putra: Juara 3 Rukti Jenazah Putra: Juara 1 Vlog: Juara 1 Administrasi: Juara 3 Masterchef: Juara 2 Orasi Putra: Juara 1 Orasi Putri: Juara 3 Kawan Putra Terbaik: Juara 1 Regu Tergiat: Juara 1 Capaian ini menjadi bukti bahwa SMA MBS Wanasari tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup melalui kegiatan kepanduan. Kepala SMA MBS Wanasari, Pak Khumaedi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras santri, kedisiplinan latihan, serta sinergi yang baik antara pembina dan sekolah. “Prestasi ini adalah buah dari proses panjang, latihan yang konsisten, dan semangat juang para santri. Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh tim yang telah membawa nama baik SMA MBS Wanasari,” ujarnya. Apresiasi juga diberikan kepada para pembina dan pendamping Hizbul Wathan, yang telah mendampingi dan membina santri dengan penuh dedikasi. Peran pembina dan pendamping dinilai sangat penting dalam membentuk mental, karakter, serta kesiapan santri dalam menghadapi setiap perlombaan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri SMA MBS Wanasari untuk terus berprestasi, menjunjung sportivitas, dan membawa nilai-nilai Islami serta kepanduan dalam setiap langkah. Dengan torehan prestasi tersebut, SMA MBS Wanasari semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. 🌟 Berita Lainya….

News

Upacara Bendera Awal Februari di MBS Wanasari Tekankan Nilai Keikhlasan dan Penerimaan Diri

Wanasari — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan upacara bendera pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan menjadi upacara bendera pertama yang dilaksanakan pada bulan Februari 2026. (2/2) Upacara tersebut diselenggarakan oleh Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA MBS Wanasari. Selain itu, para guru, staf, ustaz, dan ustazah turut hadir sebagai peserta upacara. Sejak pagi hari, seluruh peserta telah berkumpul di lapangan dengan mengenakan seragam rapi sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap kegiatan upacara bendera. Tema yang diangkat dalam upacara kali ini adalah “Menjadikan Pribadi yang Ikhlas dan Menerima”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk senantiasa menanamkan sikap ikhlas dalam menjalani setiap aktivitas serta mampu menerima berbagai keadaan dengan lapang dada, baik dalam kehidupan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ustadz Saiev Dzaky Kemal, S.H., M.E. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya keikhlasan sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu dan menjalankan amanah sebagai pelajar maupun pendidik. Menurutnya, sikap ikhlas akan melahirkan ketenangan hati dan memudahkan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam amanatnya, Ustadz Saiev Dzaky Kemal menegaskan bahwa keikhlasan tidak hanya tercermin dari ucapan, tetapi juga dari perbuatan nyata. Ia menyampaikan, “Ikhlas berarti melakukan kewajiban tanpa mengharapkan pujian manusia. Ketika kita mampu menerima setiap proses dengan ikhlas, maka Allah Swt. akan memberikan keberkahan dalam setiap langkah yang kita tempuh.” Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk belajar menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan, baik itu keberhasilan maupun kegagalan. Menurutnya, sikap menerima bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar secara maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. “Pribadi yang kuat adalah pribadi yang mampu menerima kenyataan, namun tidak berhenti untuk terus berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya dalam amanat tersebut. Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar hingga akhir kegiatan. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh perhatian, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga penyampaian amanat pembina upacara. Dengan dilaksanakannya upacara bendera ini, diharapkan nilai-nilai keikhlasan dan penerimaan diri dapat tertanam dalam diri seluruh siswa dan civitas akademika Muhammadiyah Boarding School Wanasari. Upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai moral serta spiritual bagi seluruh warga sekolah.

News

SMA MBS Wanasari Kunjungi Universitas Muhammadiyah Bandung untuk Kenalkan PTMA Unggul

Bandung – SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan kegiatan visit campus ke salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) unggulan, yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Study Tour tahun 2026 yang diinisiasi oleh SMA MBS Brebes sebagai upaya strategis dalam mengenalkan pendidikan tinggi Muhammadiyah kepada para santri sejak dini. (01/07)Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung ini diikuti oleh santri SMA MBS Wanasari dengan didampingi oleh beberapa guru serta ustadz dan ustadzah. Rombongan disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan dan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Bandung. Suasana kunjungan berlangsung edukatif dan penuh antusiasme, terlihat dari partisipasi aktif para santri dalam setiap sesi yang disajikan. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan santri mengenai eksistensi dan kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa PTMA memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. “Ingin membuka wawasan santri terhadap persyarikatan Muhammadiyah memiliki perguruan tinggi yang tidak kaleng-kaleng,” ujar Drs. Khumaedi, M.Pd., dalam sambutannya. Menurutnya, pengenalan lingkungan kampus sejak dini sangat penting agar santri memiliki gambaran yang jelas mengenai dunia perkuliahan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari penguatan ideologi dan nilai-nilai Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. Selama kunjungan, para santri mendapatkan pemaparan mengenai profil Universitas Muhammadiyah Bandung, program studi unggulan, fasilitas kampus, serta peluang beasiswa yang tersedia. Tidak hanya itu, santri juga diajak berkeliling kampus untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik maupun nonakademik. Kepala Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung menyampaikan harapannya agar lulusan sekolah Muhammadiyah dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai bentuk keberlanjutan kaderisasi persyarikatan. “Harapannya lulusan sekolah Muhammadiyah bisa melanjutkan ke perguruan tinggi Muhammadiyah agar kaderisasi terus berlanjut dan tidak terputus,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa PTMA hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, keislaman, dan kemuhammadiyahan yang berkelanjutan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Para santri menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Banyak di antara mereka yang mengaku termotivasi untuk melanjutkan studi ke PTMA setelah melihat langsung lingkungan kampus dan mendengarkan pemaparan yang inspiratif. Kegiatan visit campus ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi santri dalam menentukan pilihan studi lanjut yang sesuai dengan minat, bakat, dan nilai-nilai persyarikatan. Melalui kegiatan ini, SMA MBS Wanasari menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah serta menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan.

News

SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes Manfaatkan Smartboard dari Program Prioritas Pemerintah dalam Mewujudkan Revitalisasi dan Digitalisasi

Brebes – Pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis digital terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) Smartboard oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di SMA dan SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMA MBS Brebes dan bertempat di Laboratorium Komputer SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. (07/01) Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah berbasis pesantren modern. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. IFP Smartboard digunakan sebagai media pembelajaran yang memungkinkan interaksi dua arah antara guru dan peserta didik secara lebih efektif. Dalam pelaksanaannya, penggunaan Smartboard atau IFP diterapkan secara langsung pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Meliana, S.Pd. Kegiatan belajar mengajar tersebut melibatkan santri putri kelas X sebagai peserta didik. Melalui perangkat IFP, guru dapat menampilkan materi pembelajaran secara visual, interaktif, serta mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi dan latihan secara langsung di layar.Ibu Meliana, S.Pd. menyampaikan bahwa penggunaan IFP Smartboard memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, teknologi ini mampu meningkatkan minat belajar siswa serta mempermudah penyampaian materi yang bersifat abstrak. “Penggunaan smartboard atau IFP sangat membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi menjadi lebih mudah dipahami karena dapat ditampilkan secara visual dan interaktif. Santri juga terlihat lebih antusias dan aktif selama pembelajaran berlangsung,” ujar Ibu Meliana, S.Pd. Para santri putri kelas X tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam mengoperasikan Smartboard untuk menjawab soal, menuliskan pendapat, serta menganalisis teks yang ditampilkan. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kolaboratif. Kepala SMA MBS Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi modern. Ia berharap penggunaan IFP Smartboard dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai mata pelajaran. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA dan SMP MBS Wanasari Brebes diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di era digital.

News

Literasi Digital “Stop Bullying” Gaung di MBS Wanasari, Ajak Santri Bijak Bermedia Sosial by Smartfreen

  Wanasari – Upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan terus digalakkan. SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Literasi Digital bertema “Stop Bullying” pada Sabtu, Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Farellino Tegoh Prasetio, Trainee XLSMART sekaligus Duta Pendidikan Muda Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari tersebut berlangsung di lingkungan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh santri. Literasi digital ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, berempati, serta cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, Farellino menekankan pentingnya pemahaman mengenai bahaya bullying, baik secara verbal, nonverbal, maupun dalam bentuk cyber bullying. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat pesat menuntut generasi muda untuk memiliki literasi digital yang baik agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban perundungan di ruang digital. “Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap, beretika, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan orang lain,” ujar Farellino dalam sesi penyampaian materi. Ia menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana positif untuk belajar dan berkarya jika digunakan dengan bijak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat melukai orang lain dan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban bullying. Dalam salah satu bagian penyampaiannya, Farellino menyampaikan kutipan yang menyentuh dan menggugah kesadaran para santri. “Kita adalah kertas, jika sudah diremas kemudian tidak akan kembali semula, hati seorang korban bullying juga seperti itu. Dia bisa sembuh, tetapi masih membekas, dan tidak akan pernah lupa. Jadi mari kita berjanji jangan menjadi pembuli,” tegasnya. Menurut Farellino, perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa luka batin akibat perundungan tidak selalu terlihat, namun dampaknya sangat nyata. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh santri untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk bullying dan saling menjaga satu sama lain, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan pengetahuan santri mengenai pentingnya menghentikan praktik bullying serta membangun kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak. Selain itu, literasi digital ini juga diharapkan dapat mendorong santri memanfaatkan teknologi sebagai sarana positif untuk belajar, berdakwah, dan berkontribusi bagi masyarakat. Pihak SMP MBS Wanasari menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Melalui kegiatan literasi digital, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan digital, serta memiliki empati yang tinggi terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan Literasi Digital “Stop Bullying” ini, MBS Wanasari berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sekaligus melahirkan generasi muda yang bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi digital.

News

LPK Aratashii Mirai Indonesia Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang bagi Santri MBS Wanasari

Wanasari — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aratashii Mirai Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi program pemberangkatan kerja ke Jepang bagi seluruh santri SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh MBS Wanasari dan menghadirkan Alfian Maulana sebagai pembicara utama. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada santri mengenai jalur resmi bekerja ke Jepang melalui LPK yang dilindungi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dalam pemaparannya, Alfian Maulana menjelaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia berkomitmen mendampingi peserta sejak tahap pendidikan, pemberangkatan, hingga masa kontrak kerja selesai dan peserta kembali ke Indonesia. Alfian Maulana menjelaskan, masa pendidikan bagi calon peserta LPK bervariasi, tergantung pada jalur yang dipilih. Untuk jalur swasta, masa pendidikan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti jalur lembaga pemerintahan, masa pendidikan dapat mencapai satu tahun. “Semua proses dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa biaya pemberangkatan atau penempatan kerja di Jepang tidak menjadi hambatan utama bagi peserta. Menurutnya, biaya tersebut dapat dicicil selama masa kontrak kerja di Jepang. Skema ini, kata Alfian, dirancang agar peserta tidak terbebani secara finansial sejak awal keberangkatan. LPK Aratashii Mirai Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai sektor pekerjaan di Jepang. Bidang kesehatan menjadi salah satu fokus utama, terutama untuk penyaluran tenaga perawat yang akan bekerja di rumah sakit dan panti jompo. Selain itu, LPK juga menyalurkan tenaga kerja ke sektor pertanian, perkebunan, serta pabrik-pabrik di Jepang. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para santri. Salah satu pertanyaan menarik diajukan oleh Zahra, santri kelas X B. Ia menanyakan terkait konsekuensi kontrak kerja dan kemungkinan melanjutkan pendidikan. “Bapak, ketika saya ikut LPK dan sudah kontrak, apakah harus sesuai dengan masa kontrak? Dan saat saya bekerja apakah bisa sambil menempuh perkuliahan?” tanyanya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Alfian Maulana memberikan apresiasi kepada penanya sebelum menjelaskan dengan tenang. “Pertanyaan bagus. Jika sudah kontrak, artinya sebagai siswa harus menepati sesuai kontrak yang telah disepakati,” katanya. Namun demikian, ia menambahkan bahwa peserta tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. “Untuk perkuliahan pasti dibolehkan. LPK kami juga bermitra dengan universitas yang ada di Jepang, jadi siswa LPK tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut,” ujarnya. Pertanyaan lain juga datang dari Ibu Nurul Fadila Azmi, S.Pd., guru Bimbingan Konseling (BK) MBS Wanasari. Ia menanyakan terkait status ijazah peserta selama mengikuti program LPK dan bekerja di Jepang. “Jika menjadi siswa LPK kemudian bekerja di Jepang, apakah ijazah akan ditahan?” tanyanya. Alfian Maulana menegaskan bahwa LPK Aratashii Mirai Indonesia tidak menahan ijazah peserta sebagai jaminan. “Tidak, Bu. Di LPK kami bersifat fleksibel. Ijazah boleh diarsipkan di LPK atau dibawa oleh siswa sendiri. Yang terpenting, saat pendataan di tempat kerja, berkas tersebut sudah tersedia,” jelasnya. Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini sangat bermanfaat sebagai bagian dari layanan informasi karier bagi santri. Secara tidak langsung, kegiatan ini membuka wawasan santri mengenai peluang kerja internasional yang legal, aman, dan terjamin perlindungannya. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para santri SMA MBS Wanasari dapat mempertimbangkan berbagai pilihan masa depan secara matang, baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja internasional melalui jalur resmi seperti yang ditawarkan LPK Aratashii Mirai Indonesia

News

Universitas Bima Sakapenta Sosialisasikan Program Beasiswa dan Wirausaha di MBS WANASARI

Wanasari — Universitas Bima Sakapenta menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–08.30 WIB itu diikuti oleh seluruh santri MBS Wanasari dan menghadirkan pembicara Bapak Ulul Absor, M.M. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan Universitas Bima Sakapenta sebagai salah satu pilihan perguruan tinggi swasta, sekaligus menyampaikan berbagai program unggulan yang ditawarkan kepada calon mahasiswa. Dalam pemaparannya, Bapak Ulul Absor, M.M menekankan komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan melalui skema beasiswa berbasis prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Menurut Ulul Absor, Universitas Bima Sakapenta menyediakan beasiswa bagi siswa yang memiliki capaian prestasi di berbagai bidang. “Kami memberikan kesempatan beasiswa bagi calon mahasiswa yang menorehkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, seperti kejuaraan membaca Al-Qur’an, olahraga, dan bidang lainnya,” ujarnya. Selain program beasiswa, Universitas Bima Sakapenta juga menawarkan program khusus bagi mahasiswa yang berminat menjadi wirausaha. Program ini tidak hanya memberikan pembekalan ilmu manajemen, dan kewirausahaan, tetapi juga dukungan modal usaha. Hal tersebut, kata Ulul Absor, dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sejak masa kuliah. Dalam kesempatan itu, Ulul Absor juga memberikan motivasi kepada para santri agar tetap berani bermimpi dan menentukan pilihan pendidikan secara matang. Ia menyampaikan pesan yang disambut antusias peserta. “Silakan kalian mengejar universitas negeri favorit. Mimpi tetap harus dikejar semaksimal mungkin. Tetapi jika kalian ingin masuk universitas swasta, Bima Sakapenta jawabannya,” kata Ulul Absor dalam kutipan langsungnya. Penyelenggara kegiatan dari SMA MBS Wanasari menilai sosialisasi ini penting sebagai bagian dari layanan informasi pendidikan bagi santri kelas akhir. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan santri mengenai pilihan perguruan tinggi serta jalur pembiayaan pendidikan yang tersedia. Kepala SMA MBS Wanasari, Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berupaya menghadirkan mitra perguruan tinggi untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia kampus. Menurutnya, informasi mengenai beasiswa dan program kewirausahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi santri yang memiliki potensi di berbagai bidang. Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak antusias menyimak paparan dan berdiskusi mengenai peluang studi lanjutan. Beberapa santri juga mengajukan pertanyaan terkait mekanisme beasiswa, persyaratan prestasi, serta dukungan yang diberikan kampus bagi mahasiswa wirausaha. Melalui sosialisasi ini, Universitas Bima Sakapenta berharap dapat menjaring calon mahasiswa potensial sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sementara itu, SMA MBS Wanasari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membantu santri menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat, dan cita-cita mereka.

News

ASAS Gasal di MBS Wanasari Dimulai, Seluruh Santri Ikuti Ujian dengan Tertib

Wanasari — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di lingkungan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari resmi dimulai. Kegiatan ini berlangsung di dua unit pendidikan, yakni SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari. ASAS tahun ini digelar sebagai rangkaian evaluasi pembelajaran semester gasal yang wajib diikuti seluruh santri dan santriwati dari kedua jenjang pendidikan tersebut. (27/11) ASAS di SMA MBS Wanasari dilaksanakan mulai 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025, sementara SMP MBS Wanasari menggelar asesmen pada 27 November 2025 hingga 5 Desember 2025. Seluruh kegiatan berada di bawah penyelenggaraan resmi MBS Wanasari. Ustadzah Amalia Firdaus, S.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama dan kedua di tingkat SMA serta hari pertama di tingkat SMP berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS pada hari-hari awal ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai rencana. Para santri menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang sangat baik,” ujarnya.ASAS Gasal diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu semester. Tujuannya tidak hanya sekadar mengukur pemahaman dan kompetensi akademik para santri, tetapi juga menilai sejauh mana efektivitas metode pengajaran para guru. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester dan kelulusan bagi para peserta didik. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bahan refleksi bagi para pendidik. Melalui pencapaian hasil belajar para santri, guru dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah diterapkan. “Pelaksanaan ASAS pada dasarnya adalah bagian penting dari siklus pendidikan. Dengan melihat hasil akhir, guru bisa mengetahui apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau perlu ada perbaikan,” jelas Ibu Salmi Nadia, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA MBS Wanasari Sementara itu, panitia Assesment Sumatif Akhir Semester baik SMP maupun SMA MBS Wanasari telah mempersiapkan pelaksanaan ASAS Gasal dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan. Ibu Caswitin, S.Pd sebagai guru sekaligus kesiswaan di SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari mengatakan ” ujian hari ini berjalan dengan lancar, anak – anak tertib, walaupun kami bersama tim ASAS Gasal ini harus gerak cepat kesana kemari, mempersiapkan kelengkapan yang kurang, tapi tidak apa-apa ini semua demi anak – anak “ Jumlah peserta ASAS mencapai ratusan santri dari SMA dan SMP MBS Wanasari. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan kelas dan mata pelajaran masing-masing. Panitia memastikan bahwa setiap proses dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengawasan ketat hingga aturan kehadiran dan materi ujian yang sudah disesuaikan dengan kurikulum. Para santri pun menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menghadapi ujian ini. Beberapa santri mengaku telah melakukan persiapan intensif selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah belajar sejak awal November agar lebih siap menghadapi ASAS,” ujar Suci satu santri kelas X SMA MBS Wanasari. Dengan pelaksanaan yang berjalan kondusif pada hari-hari awal, MBS Wanasari optimistis seluruh rangkaian ASAS Gasal 2025 akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. Penyelenggara berharap ujian ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di MBS Wanasari.

News

PKKS Dorong Sinergi dan Inovasi di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari Brebes

Brebes, 24 November 2025– Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah(PKKS) di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Brebes,dengan mengusung tema “Membangun Sinergi yang Kuat untuk MeningkatkanKinerja, Mendorong Inovasi dan Mewujudkan Tujuan Bersama.” Kegiatan inidihadiri Kepala Sekolah beserta seluruh guru SMA MBS Wanasari. (24/11) PKKS merupakan agenda penting dalam memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligusmendorong terwujudnya manajemen sekolah yang profesional. Melalui penilaianini, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, melakukan evaluasimenyeluruh, dan memperkuat budaya kerja yang kolaboratif. Pada kesempatan tersebut, tim PKKS yang terdiri atas Ibu Puspita dan Ibu Yudhamelakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi perangkat ajar, administrasisekolah, serta observasi pembelajaran di kelas. Pemeriksaan perangkat ajardilakukan secara detail untuk memastikan kesesuaian dengan kurikulum dankebutuhan peserta didik. Ibu Puspita menjelaskan bahwa evaluasi pembelajaran ini penting sebagai bentuk pembinaanberkelanjutan. “Idealnya, dalam satu semester guru mendapatkan satu kalisupervisi. Dari supervisi itu kita lihat apakah ada perbaikan, penguatan, atauperlu tindak lanjut,” tuturnya saat memeriksa dokumen perangkatpembelajaran. Selain administrasi dan pembelajaran, tim PKKS juga menyoroti pelaksanaan kegiatanko-kurikuler di SMA MBS Wanasari. Program pengembangan bakat dan kreativitassiswa ini telah berjalan cukup baik, salah satunya melalui kegiatan pembuatanproduk tekstil seperti taplak meja menggunakan berbagai teknik kreatif. Siswatelah menghasilkan karya dengan teknik percik, jumputan, dan eco printmenggunakan dedaunan maupun bunga. Menurut penilaian tim PKKS, kegiatan tersebut menunjukkan munculnya potensi inovasi di sekolah.Ibu Yudha menyampaikan bahwa SMA MBS sebagai sekolah baru telah menunjukkanperkembangan positif. “Dengan pemeriksaan ini, kami berharap seluruhkomponen sekolah bisa semakin baik ke depannya. SMA MBS memiliki potensi besar.Mari bersama membangun sekolah ini menjadi sekolah yang kita cita-citakan,”ujarnya memberikan arahan kepada para guru. Sementara itu, Kepala SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd, memaparkan visi dan misisekolah yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansyur. Iamenjelaskan bahwa SMA MBS berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul,berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dalam paparannya, Kepala Sekolah turut mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:“إِنَّ اللهَ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيعَوْنِ أَخِيهِ”(Artinya: Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolongsaudaranya.) Ia menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial menjadi bagian penting dari pembentukan karaktersiswa di SMA MBS. “Kami ingin menanamkan bahwa perhatian terhadap lingkungansosial adalah bagian dari ibadah. Sekolah tidak hanya mencerdaskan, tetapi jugamembentuk akhlak santri agar bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd juga menjelaskan mengenai program gelar karya, yaitu pameran hasilkarya siswa yang biasa ditampilkan saat momen penjengukan orang tua. Programini diharapkan menjadi ruang apresiasi, sekaligus sarana pengembangan kemampuankreatif dan produktif santri. Berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan siswamenjadi bukti bahwa proses pembelajaran di SMA MBS tidak hanya berfokus padaakademik, tetapi juga penguatan keterampilan. Melalui PKKS ini, seluruh guru dan tenaga pendidik memperoleh masukan untuk terus meningkatkankualitas layanan pendidikan. Evaluasi yang dilakukan juga menjadi bahanrefleksi untuk merancang program kerja sekolah yang lebih terarah. Kegiatan PKKS di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berlangsung kondusif, komunikatif,dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah danDinas Pendidikan, harapannya SMA MBS Wanasari dapat tumbuh menjadi sekolahunggul yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siapmenghadapi tantangan masa depan.

Scroll to Top