News & Article

News

ASAS Gasal di MBS Wanasari Dimulai, Seluruh Santri Ikuti Ujian dengan Tertib

Wanasari — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di lingkungan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari resmi dimulai. Kegiatan ini berlangsung di dua unit pendidikan, yakni SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari. ASAS tahun ini digelar sebagai rangkaian evaluasi pembelajaran semester gasal yang wajib diikuti seluruh santri dan santriwati dari kedua jenjang pendidikan tersebut. (27/11) ASAS di SMA MBS Wanasari dilaksanakan mulai 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025, sementara SMP MBS Wanasari menggelar asesmen pada 27 November 2025 hingga 5 Desember 2025. Seluruh kegiatan berada di bawah penyelenggaraan resmi MBS Wanasari. Ustadzah Amalia Firdaus, S.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama dan kedua di tingkat SMA serta hari pertama di tingkat SMP berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS pada hari-hari awal ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai rencana. Para santri menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang sangat baik,” ujarnya.ASAS Gasal diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu semester. Tujuannya tidak hanya sekadar mengukur pemahaman dan kompetensi akademik para santri, tetapi juga menilai sejauh mana efektivitas metode pengajaran para guru. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester dan kelulusan bagi para peserta didik. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bahan refleksi bagi para pendidik. Melalui pencapaian hasil belajar para santri, guru dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah diterapkan. “Pelaksanaan ASAS pada dasarnya adalah bagian penting dari siklus pendidikan. Dengan melihat hasil akhir, guru bisa mengetahui apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau perlu ada perbaikan,” jelas Ibu Salmi Nadia, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA MBS Wanasari Sementara itu, panitia Assesment Sumatif Akhir Semester baik SMP maupun SMA MBS Wanasari telah mempersiapkan pelaksanaan ASAS Gasal dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan. Ibu Caswitin, S.Pd sebagai guru sekaligus kesiswaan di SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari mengatakan ” ujian hari ini berjalan dengan lancar, anak – anak tertib, walaupun kami bersama tim ASAS Gasal ini harus gerak cepat kesana kemari, mempersiapkan kelengkapan yang kurang, tapi tidak apa-apa ini semua demi anak – anak “ Jumlah peserta ASAS mencapai ratusan santri dari SMA dan SMP MBS Wanasari. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan kelas dan mata pelajaran masing-masing. Panitia memastikan bahwa setiap proses dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengawasan ketat hingga aturan kehadiran dan materi ujian yang sudah disesuaikan dengan kurikulum. Para santri pun menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menghadapi ujian ini. Beberapa santri mengaku telah melakukan persiapan intensif selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah belajar sejak awal November agar lebih siap menghadapi ASAS,” ujar Suci satu santri kelas X SMA MBS Wanasari. Dengan pelaksanaan yang berjalan kondusif pada hari-hari awal, MBS Wanasari optimistis seluruh rangkaian ASAS Gasal 2025 akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. Penyelenggara berharap ujian ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di MBS Wanasari.

News

Santri MBS Wanasari Beri Kejutan Meriah untuk Guru Tercinta di Lobi Sekolah

Wanasari — Suasana haru dan kegembiraan memenuhi lobi SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari pada Selasa, 25 November 2025. Para santri dan santriwati sekolah tersebut menggelar sebuah kegiatan istimewa berupa kejutan untuk para guru tercinta, khususnya wali kelas yang selama ini membimbing mereka dengan penuh dedikasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh santri SMA MBS Wanasari itu berlangsung hangat, meriah, dan sarat makna. Acara dimulai ketika para santri berkumpul diam-diam di lobi sekolah sambil menyiapkan berbagai perlengkapan kejutan. Mereka membawa kue, hadiah, serta beberapa properti perayaan lainnya. Begitu para guru hadir di lokasi, santri langsung meletupkan confetti popper dan smoke bomb yang menambah kemeriahan suasana. Selain itu, para santri juga memainkan alat drum dan bernyanyi bersama sehingga memberikan nuansa perayaan yang penuh semangat. Kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan wujud nyata rasa syukur dan terima kasih para santri kepada para guru yang telah sabar mendidik, membimbing, dan mendampingi mereka dalam proses belajar. Melalui kejutan ini, santri ingin menunjukkan betapa besar penghargaan dan rasa hormat mereka kepada para pendidik. Salah satu guru yang menerima kejutan tersebut, Teacher Muhammad Tafsir, S.Pd, menyampaikan rasa terharunya atas perhatian yang diberikan para santri. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kejutan semeriah itu. “Luar biasa, saya tidak melihat berapa harga hadiah dari mereka, namun niat dan effort mereka untuk memberikan sesuatu kepada gurunya itu sudah cukup membuat saya terharu dan bangga kepada mereka. Semoga mereka kelak menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya dengan mata berbinar. Tak hanya Teacher Muhammad Tafsir, beberapa guru lainnya seperti Bu Meli dan Bu Nurul yang merupakan wali kelas para santri juga hadir dan menerima kejutan serupa. Mereka tampak bahagia sekaligus bangga melihat sikap para santri yang penuh inisiatif dan rasa hormat terhadap guru. Menurut salah satu guru, kejutan ini menjadi bukti bahwa santri MBS Wanasari tumbuh dengan budaya menghargai dan memuliakan guru. Secara tidak langsung, para guru mengakui bahwa kegiatan seperti ini memberi motivasi tambahan bagi mereka dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Mereka merasa bahwa penghargaan tulus dari murid merupakan salah satu bentuk apresiasi yang sangat berarti, bahkan lebih berharga dibandingkan hadiah fisik apa pun. Para santri yang terlibat dalam kegiatan ini juga mengungkapkan bahwa mereka merencanakan kejutan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan. Bagi mereka, guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga sosok yang berperan sebagai orang tua kedua di sekolah. Karena itu, memberikan kejutan kecil dianggap sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih dan cinta. Kemeriahan yang tercipta di lobi sekolah menjadi momen yang akan dikenang oleh santri maupun guru. Acara berjalan tertib dan penuh kebahagiaan. Usai kegiatan, para santri dan guru sempat berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari momen bersejarah tersebut. Kegiatan kejutan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah lain untuk terus menumbuhkan budaya saling menghargai antara guru dan murid. Di MBS Wanasari, kegiatan ini membuktikan bahwa hubungan yang terjalin bukan hanya dalam konteks akademik, melainkan juga emosional dan humanis. Dengan adanya kegiatan semacam ini, suasana belajar menjadi lebih harmonis, dan nilai-nilai akhlak dapat tumbuh dengan lebih kuat di tengah kehidupan para santri.

News

Upacara Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari Berlangsung Khidmat, Guru Teladan Mendapat Penghargaan

Wanasari – Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari berlangsung khidmat dan meriah pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk tamu undangan dari SMK Muhammadiyah Wanasari, MI Sawojajar, MI Dumeling, serta para guru pendamping. Hadir pula Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd., serta Ketua Dikdasmen, Bapak Yunus Anis. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, pengibaran bendera Merah Putih, dan pembacaan naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Naskah tersebut dibacakan langsung oleh Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para guru. “Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Melalui tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, kita diingatkan bahwa kemajuan negeri ini sangat ditentukan oleh kualitas pendidik yang mengabdi dengan hati,” tuturnya. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam proses pendidikan agar siswa mampu bersaing di era global. Harapan dari penyampaian naskah pidato dan ikrar guru yang telah di bawakan pembina upacara,yaitu secara tidak langsung bahwa peringatan Hari Guru Nasional harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta meneguhkan komitmen dalam mendidik generasi muda. Rangkaian kegiatan upacara semakin semarak dengan berbagai penampilan dari para santri MBS Wanasari. Tim Tonsus SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari tampil memukau, disusul oleh persembahan seni dari santri SMP dan SMA, termasuk atraksi Tapak Suci yang mendapat perhatian besar dari peserta upacara. Tidak ketinggalan, drama musikal yang dibawakan oleh santri SMA MBS Wanasari turut memperkaya suasana peringatan dengan pesan moral mengenai perjuangan para guru. Momen khidmat terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu Hymne Guru bersama-sama. Suasana hening dan penuh penghormatan memenuhi lapangan upacara ketika bait-bait lagu tersebut menggema. Banyak peserta mengaku terharu, terutama para guru yang hadir. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada guru teladan dari sekolah-sekolah undangan serta para guru dari SMP dan SMA MBS Wanasari. Penghargaan ini diberikan sebagai simbol dedikasi, disiplin, dan komitmen mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Panitia menyampaikan bahwa penilaian guru teladan dilakukan berdasarkan integritas, inovasi pembelajaran, dan kontribusi positif di lingkungan sekolah. Ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi guru lainnya untuk terus berkarya. Ia menyampaikan bahwa, melalui kegiatan seperti ini, MBS Wanasari ingin memperkuat budaya apresiasi terhadap para pendidik. Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh makna, menjadikan momentum peringatan tahun ini sebagai bentuk penghormatan nyata kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menjaga tradisi peringatan Hari Guru sebagai wujud penghargaan terhadap tenaga pendidik yang berperan penting dalam kemajuan bangsa.

News

PKKS Dorong Sinergi dan Inovasi di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari Brebes

Brebes, 24 November 2025– Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah(PKKS) di SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, Brebes,dengan mengusung tema “Membangun Sinergi yang Kuat untuk MeningkatkanKinerja, Mendorong Inovasi dan Mewujudkan Tujuan Bersama.” Kegiatan inidihadiri Kepala Sekolah beserta seluruh guru SMA MBS Wanasari. (24/11) PKKS merupakan agenda penting dalam memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligusmendorong terwujudnya manajemen sekolah yang profesional. Melalui penilaianini, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, melakukan evaluasimenyeluruh, dan memperkuat budaya kerja yang kolaboratif. Pada kesempatan tersebut, tim PKKS yang terdiri atas Ibu Puspita dan Ibu Yudhamelakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi perangkat ajar, administrasisekolah, serta observasi pembelajaran di kelas. Pemeriksaan perangkat ajardilakukan secara detail untuk memastikan kesesuaian dengan kurikulum dankebutuhan peserta didik. Ibu Puspita menjelaskan bahwa evaluasi pembelajaran ini penting sebagai bentuk pembinaanberkelanjutan. “Idealnya, dalam satu semester guru mendapatkan satu kalisupervisi. Dari supervisi itu kita lihat apakah ada perbaikan, penguatan, atauperlu tindak lanjut,” tuturnya saat memeriksa dokumen perangkatpembelajaran. Selain administrasi dan pembelajaran, tim PKKS juga menyoroti pelaksanaan kegiatanko-kurikuler di SMA MBS Wanasari. Program pengembangan bakat dan kreativitassiswa ini telah berjalan cukup baik, salah satunya melalui kegiatan pembuatanproduk tekstil seperti taplak meja menggunakan berbagai teknik kreatif. Siswatelah menghasilkan karya dengan teknik percik, jumputan, dan eco printmenggunakan dedaunan maupun bunga. Menurut penilaian tim PKKS, kegiatan tersebut menunjukkan munculnya potensi inovasi di sekolah.Ibu Yudha menyampaikan bahwa SMA MBS sebagai sekolah baru telah menunjukkanperkembangan positif. “Dengan pemeriksaan ini, kami berharap seluruhkomponen sekolah bisa semakin baik ke depannya. SMA MBS memiliki potensi besar.Mari bersama membangun sekolah ini menjadi sekolah yang kita cita-citakan,”ujarnya memberikan arahan kepada para guru. Sementara itu, Kepala SMA MBS Wanasari, Drs. Khumaedi, M.Pd, memaparkan visi dan misisekolah yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansyur. Iamenjelaskan bahwa SMA MBS berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul,berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dalam paparannya, Kepala Sekolah turut mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:“إِنَّ اللهَ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيعَوْنِ أَخِيهِ”(Artinya: Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba itu menolongsaudaranya.) Ia menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial menjadi bagian penting dari pembentukan karaktersiswa di SMA MBS. “Kami ingin menanamkan bahwa perhatian terhadap lingkungansosial adalah bagian dari ibadah. Sekolah tidak hanya mencerdaskan, tetapi jugamembentuk akhlak santri agar bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Bapak Drs. Khumaedi, M.Pd juga menjelaskan mengenai program gelar karya, yaitu pameran hasilkarya siswa yang biasa ditampilkan saat momen penjengukan orang tua. Programini diharapkan menjadi ruang apresiasi, sekaligus sarana pengembangan kemampuankreatif dan produktif santri. Berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan siswamenjadi bukti bahwa proses pembelajaran di SMA MBS tidak hanya berfokus padaakademik, tetapi juga penguatan keterampilan. Melalui PKKS ini, seluruh guru dan tenaga pendidik memperoleh masukan untuk terus meningkatkankualitas layanan pendidikan. Evaluasi yang dilakukan juga menjadi bahanrefleksi untuk merancang program kerja sekolah yang lebih terarah. Kegiatan PKKS di SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari berlangsung kondusif, komunikatif,dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya sinergi antara pihak sekolah danDinas Pendidikan, harapannya SMA MBS Wanasari dapat tumbuh menjadi sekolahunggul yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siapmenghadapi tantangan masa depan.

News

Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari: Momentum Perbaikan Mutu, Penguatan Karakter, dan Penyatuan Visi Tenaga Pendidik

Brebes — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula MBS Wanasari. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.20 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh seluruh guru, staf, ustadz, dan ustadzah dari jenjang SMP dan SMA. Acara dipimpin langsung oleh Direktur MBS Wanasari, Ustadz Muhammad Al Hadad, S.Pd.I, dan diselenggarakan oleh MBS Wanasari sebagai bagian dari agenda refleksi internal lembaga. Dengan tema besar refleksi perjalanan Muhammadiyah yang telah mencapai usia 113 tahun, acara ini tidak hanya menjadi momen syukur atas perjuangan panjang persyarikatan, tetapi juga sebagai ajang evaluasi dan penyatuan langkah seluruh tenaga pendidik di MBS Wanasari. Direktur MBS menegaskan bahwa usia 113 tahun bukanlah usia yang muda. Menurutnya, perjalanan Muhammadiyah adalah bukti kesungguhan dan keteguhan dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Ia menambahkan bahwa perjalanan MBS Wanasari pada tahun ini pun menjadi masa yang cukup berat dan penuh tantangan. Karena itu, refleksi menjadi sangat penting agar seluruh pendidik dapat kembali pada tujuan awal lembaga. Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Al Hadad menekankan pentingnya penguatan karakter tenaga pendidik. Ia menyampaikan bahwa seluruh guru, ustad, dan ustadzah harus kembali pada visi dan misi MBS Wanasari yang menekankan keteladanan. “Kita harus menjadi teladan untuk santri, mulai dari cara berpakaian, kedisiplinan, hingga konsistensi melaksanakan salat berjamaah di masjid. Kemudian, kita harus menghindari konflik internal agar suasana pondok tetap kondusif,” ujarnya. Peningkatan Mutu Pendidikan Jadi Fokus Utama Refleksi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah harapan besar agar MBS Wanasari dapat menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik dan lebih maju. Para peserta berharap adanya peningkatan kualitas, baik dari aspek pendidikan umum maupun pendidikan kepesantrenan. Peningkatan mutu ini, menurut pembicara, perlu diarahkan agar MBS Wanasari semakin diminati para orang tua. Dengan demikian, MBS diharapkan menjadi tempat belajar yang dipercaya masyarakat. Dalam refleksi tersebut disampaikan pula bahwa mutu pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun citra positif di mata wali santri. Apabila lembaga mampu menunjukkan kualitas yang menjanjikan, kepercayaan masyarakat akan meningkat. Hal ini juga menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pendidikan dan memperkuat keberadaan MBS Wanasari di Kabupaten Brebes. Ajakan Menyatukan Hati dan Pikiran Salah satu guru SMP MBS Wanasari, Ibu Puspita, S.Pd, turut memberikan pandangannya dalam sesi refleksi. Ia menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan amanah pendidikan. “Satukan hati dan pikiran agar nantinya MBS bisa satu jalan dan satu tujuan,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan lembaga sangat bergantung pada keselarasan gerak para pendidiknya. Tanpa kebersamaan, setiap program akan berjalan tidak efektif dan sulit mencapai sasaran. Ia menekankan bahwa tenaga pendidik harus memiliki kesadaran kolektif bahwa setiap kebijakan dan kegiatan di MBS Wanasari membutuhkan dukungan dari semua pihak. Dengan kebersamaan tersebut, suasana kerja yang harmonis dapat tercipta, sehingga memberikan dampak positif bagi santri. Evaluasi Diri dan Perbaikan Pelayanan Pendidikan Dalam pembahasan berikutnya, para peserta refleksi menyoroti adanya penurunan tertentu yang terjadi akhir-akhir ini. Penurunan tersebut, menurut mereka, mungkin dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Di antara faktornya adalah menurunnya kepercayaan wali santri terhadap lembaga. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari kurangnya kepedulian tenaga pendidik dalam membina santri. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa tenaga pendidik harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja masing-masing. Evaluasi ini mencakup cara berkomunikasi, cara membimbing, hingga bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan positif. Upaya introspeksi diri tersebut menjadi sangat penting agar kepercayaan wali santri dapat kembali meningkat. Selain itu, perubahan juga perlu dilakukan dalam sistem pengelolaan pendidikan di pondok maupun sekolah. Dengan konsistensi dalam pembinaan, tenaga pendidik diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh potensi santri, baik akademik maupun nonakademik. Kekompakan dan Tanggung Jawab Kolektif Sesi refleksi juga diwarnai dengan penyampaian pesan dari Ustadz Hendi Sudono, penanggung jawab kemuhammadiyahan di MBS Wanasari Brebes. Ia menyampaikan bahwa membangun lembaga adalah hal yang mudah, namun mempertahankannya adalah tantangan berat. “Membangun itu mudah, namun mempertahankannya yang susah. Kita harus kompak, kerja sama, dan merasa memiliki tanggung jawab atas amanah yang diemban,” tuturnya. Ustadz Hendi menambahkan bahwa kekompakan bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang saling menghargai peran masing-masing. Menurutnya, sebuah lembaga dapat bertahan kuat apabila seluruh elemen di dalamnya memiliki rasa kepemilikan dan komitmen yang sama besar. Motivasi untuk Terus Berprasangka Baik dan Berikhtiar Penutup kegiatan diisi dengan motivasi dari Ustadz Saiev Dzaky K., S.H., M.E. Ia mengingatkan bahwa Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang memiliki prasangka baik. “Allah bersama hamba-hamba yang memiliki prasangka baik, maka kita harus selalu husnuzan dan selalu berikhtiar,” ucapnya. Pesan ini menjadi penyemangat bagi para pendidik agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika lembaga. Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga integritas, semangat belajar, serta keikhlasan dalam mendidik santri. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh struktur dan sistem, tetapi juga oleh ketulusan hati para pendidiknya. Kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk menyegarkan semangat, menyatukan langkah, dan memperkuat kembali komitmen dalam membina santri. Dengan berbagai masukan, evaluasi, dan motivasi yang diberikan, MBS Wanasari berharap dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang maju, terpercaya, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia.

Uncategorized

Sinergi Pendidik dalam Pembinaan Santri: Menegaskan Posisi Pondok sebagai Benteng Terakhir KaderisasiPersyarikatan

Brebes — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) melalui pembinaan yang disampaikan oleh Bapak Yunus Anis memberikan dorongan kuat bagi para guru, ustad, ustadzah, serta seluruh tenaga kependidikan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari Brebes untuk semakin memperkuat peran mereka sebagai pendidik dan pembimbing santri. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 November 2025, di Aula MBS Wanasari Brebes ini diselenggarakan oleh MBS Wanasari Brebes dan diikuti oleh seluruh guru, staf, ustad, serta ustadzah dari jenjang SMP dan SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. Pembinaan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 08.20 WIB tersebut bertujuan untuk membangun refleksi bagi para pendidik agar lebih dekat, merangkul, dan memahami santri maupun santriwati dalam berbagai dinamika yang mereka hadapi. Menurut Bapak Yunus Anis, tugas pendidik bukan hanya mengajar, melainkan juga mendampingi proses kehidupan para santri. “Kita menjalankan tugas mulia, mendidik para santri dan santriwati yang memiliki banyak problematika. Semoga hal ini menjadi proses pendewasaan bagi kita—guru, ustad, dan ustadzah—dalam menghadapi para santri,” ungkapnya dalam sesi pembinaan. Salah satu poin yang disoroti adalah kedisiplinan, baik di kalangan santri maupun para pendidik. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan keberangkatan santri kini semakin terpantau jelas dan harus menjadi contoh bagi para guru. “Kemudian para guru juga harus siap melaksanakan tugas tepat waktu,” ujarnya. Kedisiplinan, lanjutnya, bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi juga mampu menyelesaikan tugas secara efektif. “Disiplin itu tepat waktu, dan pulang cepat waktu,” tambahnya. Dalam pembinaan tersebut, Yunus Anis juga menekankan pentingnya pondok pesantren sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa pesantren merupakan benteng terakhir dalam menyiapkan generasi penerus persyarikatan. “Bahwa benteng terakhir untuk pengkaderan Muhammadiyah sebagai generasi penerus adalah pondok pesantren,” tuturnya. Oleh karena itu, para ustad dan ustadzah diharapkan semakin aktif, tidak hanya dalam penguatan kemampuan internal peserta didik, tetapi juga dalam publikasi dan peran sosial. Menurutnya, kemampuan santri harus dapat terlihat baik melalui media sosial maupun aktivitas nyata di masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan bahwa hasil dari kerja keras pendidik akan memberikan dampak besar bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. “Saya akan mendapatkan sesuatu itu oleh keringat saya,” ujarnya, menegaskan bahwa setiap usaha yang dilakukan akan membawa manfaat yang dapat dirasakan banyak pihak. Yunus Anis juga mengingatkan tentang kebutuhan emosional santri. Pada usia mereka, perhatian dari ustad dan ustadzah sangat penting untuk membangun kedekatan. Ia menambahkan bahwa santri membutuhkan ruang untuk merasa dihargai dan didengar. Dengan demikian, kelak mereka dapat bercerita kepada orang tuanya bahwa mereka diperhatikan oleh para pembimbingnya. Di akhir sesi, ia mendorong agar pembelajaran di kelas maupun di pondok dapat mengalami perubahan yang lebih baik. Target peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran 2026/2027 juga menjadi perhatian. Peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan marketing sekolah disebut sebagai langkah penting agar santri merasa nyaman dan betah berada di lingkungan pesantren. Kegiatan pembinaan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi momen evaluasi dan penguatan komitmen seluruh pendidik MBS Wanasari Brebes dalam mencetak generasi unggul, disiplin, dan berkarakter. Dengan semangat baru, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh santri.

News

Tim Media MBS Wanasari Perkuat Kompetensi pada Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PCM Wanasari

Wanasari, 16 November 2025 — Tim Media MBS Wanasari turut berpartisipasi dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanasari pada Ahad (16/11) di SMK Muhammadiyah Wanasari. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola media Aum serta Ranting untuk meningkatkan wawasan sekaligus memperkuat keterampilan dalam mengelola informasi di ruang digital secara profesional, akurat, dan berbasis nilai persyarikatan. Pelatihan menghadirkan dua narasumber kompeten yang memberikan materi secara komprehensif. Lukmanul Hakim, praktisi media digital, membawakan materi seputar dinamika media digital, pergeseran perilaku konsumsi informasi, serta strategi menjaga reputasi organisasi di era serbadigital. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa reputasi digital tidak hanya dibangun oleh konten yang diunggah secara resmi, tetapi juga oleh interaksi warga organisasi dalam aktivitas bermedia. “Setiap unggahan yang berhubungan dengan lembaga akan membentuk persepsi publik. Karena itu, tim media harus memahami etika digital, kecepatan menangkap isu, serta ketepatan merespons informasi. Reputasi di internet mudah naik, tetapi juga mudah turun bila tidak dikelola dengan baik,” ujar Lukmanul Hakim. Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menyajikan informasi yang bermanfaat, beretika, dan menggambarkan karakter Islami merupakan kunci menjaga citra organisasi. Sesi berikutnya dipandu oleh Thoridin, praktisi jurnalistik yang berpengalaman dalam penulisan berita. Ia menyampaikan materi mengenai teknik penulisan berita yang tajam, sistematis, dan sesuai kaidah KBBI. Tholidin menjelaskan bahwa kualitas informasi sangat dipengaruhi oleh ketelitian dalam memilih data, sudut pandang, serta kemampuan menyusun narasi informatif yang mudah dipahami pembaca. “Berita yang baik bukan sekadar panjang, tetapi harus tepat sasaran. Penulis wajib memenuhi unsur 5W+1H, menghadirkan fakta yang dapat diverifikasi, dan menghindari bahasa hiperbolis. Di era digital, berita yang rapi dan kredibel adalah aset penting organisasi,” ujarnya. Ia kemudian memberikan latihan kepada peserta, termasuk Tim Media MBS Wanasari, untuk membuat lead berita yang kuat serta menyusun struktur piramida terbalik yang menjadi ciri khas penulisan jurnalistik modern. Keikutsertaan Tim Media MBS Wanasari mendapat apresiasi dari penyelenggara, mengingat peran media sekolah kini semakin strategis dalam menyampaikan program, prestasi, serta kegiatan pendidikan kepada masyarakat. Pelatihan ini dianggap sebagai langkah tepat untuk meningkatkan profesionalisme tim sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan PCM Wanasari. Ketua PCM Wanasari dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas kader dan pegiat media agar lebih siap menghadapi tantangan era informasi. Menurutnya, reputasi digital merupakan aset penting dalam pengembangan dakwah, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang mengulas berbagai persoalan terkait etika publikasi, pengelolaan akun resmi, serta tips menyajikan konten pendidikan secara menarik tanpa mengurangi nilai informatifnya. Para peserta, termasuk Tim Media MBS Wanasari, tampak antusias mengikuti setiap sesi dan berharap pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Tim Media MBS Wanasari diharapkan semakin mampu menghasilkan publikasi yang profesional, akurat, dan mencerminkan karakter Islami, sehingga dapat memperkuat reputasi lembaga di mata masyarakat. Pelatihan ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan media yang berkualitas dan bertanggung jawab di era digital.

News

Program MBG : Langkah Awal Untuk Membantu Peningkatan Gizi dan Kesejahteraan Siswa

Brebes, 13 November 2025 — Program makan siang bergizi kini turut dirasakan oleh para santri di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari. Kegiatan bertajuk Makanan Bergizi (MBG) ini dilaksanakan setiap hari pada jam makan siang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menikmati hidangan sehat dan bergizi, tetapi juga mendapatkan tambahan berupa susu kotak atau buah segar. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui kebijakan Presiden untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. MBS Wanasari menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, sejalan dengan visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini. Ibu Nurul Fadilla,S.Pd selaku guru sekaligus pengurus di MBS Wanasari yang mengelola jalannya MBG dengan lancar, menjelaskan bahwa kegiatan makan bergizi ini sangat penting bagi pembentukan karakter dan kesehatan para santri. “Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program nasional ini. Dengan adanya MBG, para santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga dibiasakan hidup sehat melalui pola makan yang baik,” ujar Bu Nurul saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (13/11). Setiap siang, ratusan santri MBS Wanasari berkumpul dan baris dengan rapih untuk menunggu giliran, dan menu bergizi yang disiapkan oleh dapur MBG. Menu tersebut bervariasi setiap harinya, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Selain itu, santri juga mendapat tambahan susu kotak sebagai sumber kalsium dan energi tambahan. Salah satu santri kelas X Rifki mengaku senang dengan adanya program ini. “Makanannya enak dan sehat. Kami jadi lebih semangat belajar karena tidak merasa lemas. Susunya juga membuat kami lebih kuat untuk kegiatan sore,” tutur Rifki. Program MBG ini juga mendapat sambutan positif dari para pengurus sekolah dan wali santri. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung terhadap kesehatan anak, tetapi juga mengajarkan pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurut keterangan pihak sekolah, kegiatan MBG ini akan terus dijalankan secara rutin setiap hari tanpa terkecuali. Setiap menu disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi remaja, termasuk kandungan vitamin dan mineral yang sesuai standar. Selain itu, pihak sekolah bekerja sama dengan ahli gizi lokal untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam setiap porsi makanan. Melalui program ini, MBS Wanasari berharap dapat mencetak generasi santri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. “Kualitas sumber daya manusia Indonesia harus dimulai dari hal sederhana, seperti pola makan yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih mudah menyerap ilmu dan berprestasi,” tambah Ibu Nurul. Program Makanan Bergizi (MBG) menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak bangsa. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di seluruh Indonesia untuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Seluruh santri MBS Wanasari kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dapat berjalan selaras demi masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

News

Kajian Tarjih di MBS Wanasari: Memaknai Qadha dan Qadar sebagai Jalan Menuju Keteguhan Iman dan Ketenteraman Jiwa

Wanasari, 10 November 2025 — Dalam rangka memperkuat pemahaman keislaman dan memperdalam keyakinan terhadap ketetapan Allah, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Kajian Tarjih Guru, Ustadz, dan Ustadzah dengan tema “Qadha dan Qadar”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Muhammadiyah Boarding School Wanasari pada Senin (10/11) pukul 07.00–07.40 WIB dan diikuti oleh seluruh guru, ustadz, serta ustadzah di lingkungan sekolah tersebut. Kajian yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang konsep qadha dan qadar sebagai bagian dari rukun iman yang keenam. Melalui kajian ini, diharapkan para peserta semakin mantap dalam beriman kepada ketetapan Allah, sehingga mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, kesabaran, keikhlasan, serta rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Narasumber kajian kali ini adalah Ustadz Saiev Dzaky, S.H., M.E., yang menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan penuh makna. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keimanan kepada qadha dan qadar bukan hanya sekadar keyakinan pasif, tetapi harus diiringi dengan kesadaran untuk terus berusaha dan bertawakal kepada Allah. “Manusia diperintahkan untuk berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah. Di sinilah letak keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal,” ujar Ustadz Saiev Dzaky dalam salah satu kutipannya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa memahami qadha dan qadar juga berarti mengakui kekuasaan Allah secara total dan menyadari keterbatasan manusia. Segala sesuatu yang terjadi, baik yang disukai maupun yang tidak, merupakan bagian dari kehendak dan pengetahuan Allah. “Iman kepada qadha dan qadar menegaskan bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Apa yang terjadi dalam hidup ini tidak pernah lepas dari kehendak-Nya. Sementara manusia sering kali memiliki harapan dan rencana, namun hasil akhirnya bisa berbeda karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik,” tuturnya menambahkan. Ustadz Saiev juga menyoroti pentingnya memahami bahwa semua kejadian di alam semesta ini terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Keyakinan tersebut akan membawa seorang muslim kepada ketenangan batin dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai situasi hidup. “Ketika seseorang benar-benar yakin bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah, maka ia tidak akan mudah gelisah menghadapi cobaan, tidak sombong dalam keberhasilan, dan akan selalu bersyukur dalam segala keadaan,” jelasnya. Kegiatan kajian yang berlangsung selama empat puluh menit tersebut berjalan dengan khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan narasumber, beberapa di antaranya juga aktif mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mengenai tema yang dibahas. Melalui kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menumbuhkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan spiritual. Dengan pemahaman yang benar tentang qadha dan qadar, para pendidik diharapkan mampu menularkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur kepada peserta didik mereka. Kajian berakhir dengan doa bersama dan ajakan untuk senantiasa memperkuat iman melalui pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Saiev, “Meyakini qadha dan qadar bukanlah bentuk pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk kesadaran penuh bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Mengatur segala sesuatu dengan hikmah yang sempurna.” Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.

News

Transformasi Digital Pendidikan, SMA MBS Wanasari Gelar Pelatihan E-Raport untuk Guru

WANASARI, 11 November 2025 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di bidang administrasi penilaian berbasis teknologi, SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan E-Raport pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer SMA MBS Wanasari dan diikuti oleh seluruh dewan guru dengan penuh antusias. Pelatihan yang diprakarsai oleh Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari ini bertujuan untuk mengintegrasikan sistem penilaian dan evaluasi belajar ke dalam platform digital, sehingga proses administrasi pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akurat. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Kamal, M.P., yang berperan sebagai pembicara utama, dan Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari. Keduanya memberikan materi yang saling melengkapi tentang implementasi teknologi dalam sistem penilaian serta pentingnya kesiapan administrasi guru dalam menghadapi digitalisasi pendidikan. Dalam materinya, Bapak Kamal menyampaikan pesan inspiratif kepada para guru agar tidak berhenti belajar dan terus mengikuti perkembangan teknologi. “Semoga Bapak Ibu guru terus semangat dan mengikuti perubahan serta perkembangan zaman. Dunia pendidikan berkembang begitu cepat. Oleh karena itu, kita harus terus berkarya dan belajar untuk menjadi pendidik yang hebat,” ujar Kamal dalam sesi pembukaan pelatihan. Menurutnya, penerapan e-raport bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan. Sistem digital memungkinkan penilaian dilakukan secara transparan, cepat, dan dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk siswa dan orang tua. Kamal menegaskan, guru masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.Sementara itu, Bapak Fatoni dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wanasari menekankan pentingnya kesiapan administrasi guru sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan pembelajaran yang terencana. “Bapak Ibu hendaknya membuat rincian alokasi waktu minggu efektif dan perangkat pembelajaran lainnya. Ini wajib diisi karena menjadi dasar dalam penyusunan evaluasi dan penilaian siswa,” tutur Fatoni dengan tegas.Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan seluruh guru dapat memahami alur kerja sistem e-raport serta mampu menyusun perangkat ajar yang terintegrasi dengan penilaian digital. Menurutnya, langkah SMA MBS Wanasari dalam menggelar kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman yang menjadi ciri khas lembaga Muhammadiyah.Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru aktif bertanya dan mencoba langsung fitur-fitur dalam aplikasi e-raport yang diperkenalkan. Mereka belajar cara menginput nilai, mengelola data kehadiran, serta membuat deskripsi capaian kompetensi siswa secara otomatis. Kepala SMA MBS Wanasari menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru. Ia menilai pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan digitalisasi administrasi pendidikan di lingkungan sekolah. “Kami ingin seluruh guru mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas profesionalnya. Dengan e-raport, proses penilaian akan lebih cepat, transparan, dan akurat,” ujarnya.Melalui pelatihan ini, SMA MBS Wanasari menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan era digital. Para guru tidak hanya dituntut menjadi pengajar yang baik, tetapi juga sebagai inovator dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. “Transformasi digital di sekolah tidak akan berhasil tanpa keterlibatan guru. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Kamal menutup sesi pelatihan.Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, guru-guru SMA MBS Wanasari kini semakin siap menghadapi era baru pendidikan berbasis teknologi.

Scroll to Top