News & Article

News

Santri Brebes Tunjukkan Semangat Juang di POPDA 2025: Buktikan Olahraga Milik Semua

Brebes, 6 November 2025 — Semangat olahraga dan sportivitas terpancar dari wajah para santri peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Brebes yang digelar di Stadion Karang Birahi, Brebes, Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa olahraga bukan hanya milik kalangan umum, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter santri, baik putra maupun putri. POPDA tingkat kabupaten tahun ini diikuti oleh tujuh santri yang sebelumnya berhasil lolos dari seleksi tingkat kecamatan. Mereka mewakili cabang olahraga atletik, yakni Nizar lari 1.500m, Sobir tolak peluru, Fahmi Lompat Jauh, Nafiz Lempar Lembing, Irham lari 400m, Syafika tolak peluru, dan Zahra Lempar Lembing. Para santri tersebut berasal dari kelas X (sepuluh), dan kelas XI (sebelas) SMA MBS Wanasari. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia POPDA Kabupaten Brebes ini bertujuan untuk melatih kesiapan siswa agar berani tampil dengan percaya diri serta mengasah kemampuan yang dimiliki. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juang pelajar di Kabupaten Brebes. Menurut guru olahraga yang turut mendampingi peserta, Pak Aji, POPDA bukan sekadar perlombaan untuk meraih medali, tetapi juga momentum penting untuk mengasah kepercayaan diri. “Anak-anak harus percaya diri. Kalah menang itu bonus. Saya sangat menghargai semangat kalian untuk membawa nama baik sekolah dan pondok pesantren,” ujar Pak Aji saat ditemui seusai pertandingan. Beliau menambahkan, partisipasi santri dalam kegiatan olahraga merupakan bukti bahwa dunia pesantren kini semakin terbuka terhadap pengembangan minat dan bakat non-akademik. “Selama ini, banyak yang berpikir bahwa santri hanya fokus belajar agama. Padahal, olahraga juga bagian dari pembentukan karakter dan kesehatan jasmani,” tuturnya. Menariknya, pada POPDA tahun ini, partisipasi santriwati mendapat perhatian khusus. Dua di antara tujuh peserta merupakan santriwati yang berkompetisi dalam cabang olahraga atletik. Mereka menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya dominasi laki-laki, melainkan ruang bagi semua untuk mengekspresikan kemampuan dan keberanian. Salah satu santriwati peserta lomba tolak peluru yaitu Syafika, mengaku bangga bisa mewakili sekolah dan pondok pesantrennya. “Awalnya saya ragu karena belum pernah tampil sampai ke tingkat Kabupaten, tapi setelah latihan dan mendapat dukungan dari teman-teman serta guru, saya jadi percaya diri,” katanya dengan semangat. Suasana di Stadion Karang Birahi tampak meriah sejak pagi. Sorak dukungan dari teman-teman sekolah dan guru pendamping membuat suasana pertandingan semakin semarak. Para peserta tampak berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka di lintasan dan lapangan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pelajar, khususnya santri, semakin termotivasi untuk menyeimbangkan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan fisik. POPDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wahana pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berjiwa sportif. “Yang terpenting bukan sekadar juara, tapi bagaimana anak-anak bisa berani tampil dan belajar menghargai proses,” tutup Pak Aji. Melalui semangat POPDA 2025, para santri Brebes telah menunjukkan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mampu mempersatukan, menginspirasi, dan meneguhkan keyakinan bahwa setiap individu berhak tampil membanggakan, tanpa memandang latar belakangnya.

News

“Cerita dari Balik Asap Dapur MBS Wanasari”

Wanasari, 7 November 2025 — Di balik ketertiban dan kemandirian para santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari, ada satu bagian penting yang bekerja tanpa henti setiap hari: Dapur MBS Wanasari. Dapur ini berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan seluruh santri, baik tingkat SMP maupun SMA, sekaligus menjadi wadah pembelajaran tentang disiplin, kebersihan, dan kesederhanaan dalam kehidupan pesantren. (7/11) Kegiatan dapur MBS Wanasari berlangsung sepanjang hari dengan sistem tiga shift. Setiap shift memiliki jam kerja yang sudah diatur rapi, yaitu shift pagi pukul 06.30–14.00, shift siang pukul 14.00–19.30, dan shift malam pukul 19.30–02.30. Walaupun ada jadwal MBG dari kami tetap masak walaupun dengan porsi yang sedikit. Dengan pembagian waktu seperti ini, kebutuhan makan para santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengganggu aktivitas belajar dan ibadah mereka. Selain kegiatan harian, dapur juga memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan khusus bagi para santri yang menjalankan ibadah puasa Senin dan Kamis. Persiapan makanan untuk sahur dan berbuka dilakukan dengan cermat agar para santri tetap berenergi dalam menjalankan kegiatan pesantren, sekaligus mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Budhe Idha, selaku Kepala Dapur MBS Wanasari, menjadi sosok sentral dalam pengelolaan kegiatan ini. Ia dikenal telaten dan dekat dengan para santri. Dalam wawancara dengan tim redaksi, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap kebiasaan santri yang kini semakin sadar akan pentingnya makan sesuai kebutuhan. “Saya senang kalau anak-anak bisa makan sesuai dengan porsi mereka, tidak mubadzir. Boleh banyak, boleh sedikit, agar tidak berebut, kadang mereka ambil sendiri, kadang juga saya ambilkan kalau kondisinya sedang ramai sekali” ujar Budhe Idha saat ditemui di sela-sela kesibukannya di dapur. Menurutnya, sistem makan di MBS Wanasari dibuat dengan konsep self-service atau ambil sendiri. Santri diberi kebebasan menentukan porsi masing-masing, namun tetap diajarkan untuk tidak berlebihan. Dengan cara ini, para santri belajar mengendalikan diri, memahami batas kebutuhan, dan menghargai makanan. Kegiatan dapur MBS Wanasari juga memiliki tujuan mulia, yakni memenuhi kebutuhan pangan para santri dengan asupan bergizi seimbang yang terdiri dari sumber protein, sayur, dan lauk pauk yang bervariasi setiap hari. Menu yang disajikan disesuaikan dengan selera umum santri sekaligus memenuhi standar gizi agar mereka tetap sehat dan bersemangat dalam belajar. Selain memasak, para petugas dapur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur dan memastikan semua bahan makanan segar serta aman dikonsumsi. Dengan rutinitas yang padat dan disiplin tinggi, seluruh anggota tim dapur menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani kebutuhan ratusan santri setiap hari. “Kerja di dapur pesantren bukan hanya soal memasak, tapi juga soal ibadah dan pengabdian,” kata salah satu tim dapur lainnya. Ia menambahkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan para santri memberikan rasa bahagia tersendiri karena dianggap sebagai bagian dari amal jariyah. Melalui kegiatan Dapur MBS Wanasari ini, nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan rasa syukur terus ditanamkan kepada seluruh santri. Bukan hanya soal makan, tetapi juga soal bagaimana menghargai nikmat Tuhan, saling berbagi, dan menjaga kebersamaan di lingkungan pesantren. Dengan semangat melayani dan prinsip “tidak mubazir,” dapur MBS Wanasari menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan kesederhanaan bisa menjadi kunci terciptanya kesejahteraan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Dapur MBS Wanasari menjadi bukti nyata bagaimana pesantren tidak hanya mendidik santri dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui kegiatan sehari-hari yang penuh nilai moral. Melalui kebiasaan makan teratur, mandiri, dan tidak berlebihan, pesantren berupaya menanamkan prinsip hidup sederhana dan penuh rasa syukur sejak dini.

News

Upacara Bendera di MBS Wanasari Tekankan Pentingnya Disiplin dan Rasa Hormat antar Sesama

Wanasari, 3 November 2025 — Suasana khidmat tampak menyelimuti lapangan MBS Wanasari pada Senin pagi (3/11), ketika seluruh santri, guru, ustadzah, dan karyawan mengikuti kegiatan Upacara Bendera rutin yang menjadi bagian dari pembinaan karakter di lingkungan pesantren tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini bukan sekadar seremonial mingguan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kedisiplinan serta menumbuhkan semangat belajar di kalangan santri. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan tertib, diawali oleh pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, para guru dan pembina mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap sesama. Menurut pihak penyelenggara, kegiatan rutin seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. “Melalui kegiatan upacara, kami ingin menanamkan kedisiplinan dan semangat juang kepada seluruh santri. Upacara bukan hanya tentang formalitas, melainkan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungan,” ujar salah satu guru pembina saat ditemui seusai kegiatan. Selain penyampaian amanat pembina upacara, kegiatan juga diisi dengan pesan moral dan motivasi dari narasumber yang diundang untuk memberikan pengarahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, narasumber menekankan pentingnya menghargai setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan yang dimiliki. “Jangan meremehkan siapapun, karena setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing,” ungkap narasumber dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan oleh peserta upacara. Ia menambahkan bahwa dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki potensi unik yang patut dikembangkan dan dihormati. Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para santri agar selalu rendah hati dan saling menghargai satu sama lain. Menurutnya, menghormati sesama adalah wujud nyata dari akhlak yang baik dan merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman yang diajarkan di MBS Wanasari. Salah satu santri kelas XII, ROBBY SUBHAN NUGRAHA mengaku termotivasi setelah mengikuti upacara pagi itu. “Saya merasa lebih semangat untuk belajar dan berusaha menjadi pribadi yang disiplin. Pesan yang disampaikan tadi sangat menyentuh, karena sering kali kita lupa bahwa setiap orang punya kelebihan yang berbeda,” ujarnya. Kegiatan upacara bendera di MBS Wanasari rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan menjadi ajang pembiasaan bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan rasa nasionalisme, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan tersebut, pihak sekolah berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, MBS Wanasari menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, berdisiplin tinggi, dan menghargai keberagaman kemampuan setiap individu.  

News

PERKEMAHAN TAMU PENGENAL DAN PENGHELA SERTA UJIAN KENAIKAN TINGKAT PENGGALANG & PENEGAK QOBILAH K.H. MAS MANSUR 2025

Wanasari – PPM K.H. Mas Mansur Wanasari (SMP-SMA MBS Wanasari) resmi membuka kegiatan Perkemahan Tamu Pengenal dan Penghela serta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Purwa, Madya, Utama, Tm1 dan Tm2, pada Kamis, 11 September 2025. Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu, 13 September 2025 di bumi perkemahan lingkungan MBS Wanasari. Acara pembukaan dilaksanakan dengan penuh khidmat, diawali dengan apel besar pramuka yang diikuti oleh seluruh peserta tamu pengenal dan penghela, calon penegak, serta penggalang yang akan mengikuti ujian kenaikan tingkat. Hadir dalam acara tersebut para ustadz, pembina pramuka, serta jajaran pimpinan pesantren. Kegiatan perkemahan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta meningkatkan kompetensi pramuka melalui ujian kenaikan tingkat mulai dari Purwa, Madya, Utama hingga Tm1 dan Tm2. Selain itu, perkemahan juga menjadi ajang pembinaan ukhuwah dan penguatan karakter Islami para santri melalui berbagai kegiatan lapangan, dinamika kelompok, serta ibadah berjamaah. Dalam sambutannya, pembina pramuka menekankan bahwa pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sarana pembinaan generasi muda agar mampu berperan aktif di masyarakat dengan berlandaskan iman, taqwa, dan ilmu pengetahuan. Dengan mengusung semangat “Melalui perkemahan membentuk Kader HW yang Tangguh, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab serta mempunyai jiwa siap memimpin dan siap memimpin”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader pramuka yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi teladan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.  

Informasi

Pengukuhan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP-SMA MBS Wanasari Periode 2025/2026

Pengukuhan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP-SMA MBS Wanasari Periode 2025/2026 Wanasari, 29 Agustus 2025 — SMP-SMA MBS Wanasari resmi mengukuhkan kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di aula utama pondok pada hari Jum’at, 29 Agustus 2025, dengan dihadiri oleh pimpinan sekolah, ustadz-ustadzah, serta seluruh santri. Pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, ikrar pengurus, serta serah terima jabatan dari pengurus periode sebelumnya kepada pengurus baru. Acara ini menjadi momentum penting bagi para pelajar Muhammadiyah di lingkungan MBS Wanasari untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, meneguhkan semangat berorganisasi, dan memperkuat dakwah pelajar di sekolah maupun masyarakat. Dalam sambutannya, Direktur PPM K.H. Mas Mansur Wanasari menyampaikan apresiasi kepada pengurus IPM periode 2024/2025 atas dedikasi dan pengabdiannya. Beliau juga memberikan motivasi kepada pengurus baru agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan nilai iman, ilmu, dan amal shalih. Dengan semangat “Unggul dalam Imtaq, Berprestasi dalam Iptek”, pengurus IPM periode 2025/2026 diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan positif, meningkatkan kreativitas pelajar, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang Islami. Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sesi foto dan ramah tamah.

News

Parade Tasmi Al-Qur’an PPM. KH. Mas Mansur Wanasari ; Membangun Generasi Cinta Al-Qur’an

     Apakah Tasmi’ itu?  Tasmi’ adalah merupakan kegiatan ujian Tahfidz (Menghafal) Qur’an yang dilakukan dengan memperdengarkan bacaan Al Quran tanpa kesalahan di hadapan para penguji. Kegiatan ini biasanya dihadiri oleh para orang tua dan teman satu kelas yang turut menyaksikan dan menyimak bacaan hafalan yang dilantunkan oleh peserta didik yang melaksanakan Ujian.          Ahad-Selasa 16 Maret 2025 Mbs Wanasari kembali menyelenggarakan Tasmi’ Al Qur’an bil ghoib di Masjid Al Mutholib PPM. KH. Mas Mansur Wanasari. Kegiatan ini merupakan bentuk murojaah atas hafalan yang sudah dimiliki. Peserta menyetorkan satu juz Al-Qur’an dalam sekali duduk, disimak oleh Ustadz/Ustadzah. Tasmi’ kali ini diikuti oleh santri yang berasal dari kelas VII sampai XII.           Kegiatan Parade Tasmi’ ini dilaksanakan dalam rangka Tarhib Ramadhan dan memutqinkan hafalan santri. Dengan adanya Parade Tasmi’ ini mengharuskan santri untuk terus murojaah, surat yang pernah dihafal tidak hanyak untuk disetor sekali kemudian dilupakan tetapi teru dijaga dan dimurojaah.         Dengan adanya kegiatan Parade Tasmi’  ini, diharapkan dapat menjadi sarana bagi santri dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Selain itu, dengan kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak semangat santri untuk tetap menjaga dan terus menambah jumlah hafalannya. Dan semoga mereka tidak hanya mampu menghafalkan isi Al-Qur’an, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Allahummarhamna bil Qur’an. Semoga Allah senantiasa merahmati kita dengan Al Qur’an. Aamiin.

Informasi

Penilaian Kerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun 2024 SMA MBS Wanasari

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) dilaksanakan pada 24 Desember 2024, PKKS merupakan kegiatan rutin tiap tahunan yang dilakukan untuk menilai kinerja kepala sekolah yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Pihak yang berwenang itu merupakan dinas pendidikan yang diutus langsung oleh Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari PKKS ini adalah untuk memastikan bahwa kepala sekolah dapat melakasanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Instumen Penilaian PKKS memiliki beberapa standar yang harus terlaksana tiap tahunnya, berikut merupakan standar yang dinilai meliputi : Standar Manajerial, Strandar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar GTK, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiyaan, SIM Sekolah, Pengembangan Kewirausahaan, Supervisi dan Tugas Tambahan. Adapun tujuan diadakannya Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) yang dilaksanakan oleh pengawas SMA Sudindik yaitu untuk memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dan supervisi/pengawasan pada sekolah yang dipimpinnya. Memperoleh data hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin sekolah. Menentukan kualitas kerja Kepala Sekolah sebagai dasar dalam promosi dan penghargaan yang diberikan kepadanya. Menentukan program peningkatan kemampuan profesional Kepala Sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan pada sekolah yang dipimpinnya dan menentukan program umpan balik bagi peningkatan dan pengembangan diri dan karyanya dalam konteks pengembangan karir dan profesinya.

Scroll to Top