News & Article

News

Transformasi Kelas Berbasis AI: SMP MBS Wanasari Dorong Pembelajaran Lebih Cerdas dan Personal

Wanasari, 10 Desember 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dengan menyelenggarakan Seminar Transformasi Kelas bertema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang Lebih Cerdas dan Personal”. Acara ini berlangsung pada Rabu pagi di Laboratorium Komputer SMP MBS Wanasari, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Maulidia Dini, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh kelompok belajar guru SMP MBS Wanasari. Seminar ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini telah merambah dunia pendidikan. Dalam pembukaan acara, disampaikan bahwa tantangan pendidikan modern menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara bijaksana demi menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Maulidia Dini, selaku fasilitator, mengawali sesi dengan pemaparan mengenai konsep dasar dan perkembangan terkini dari kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi juga mitra strategis yang dapat memperkaya proses belajar-mengajar. Dengan AI, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih personal, menyesuaikan materi berdasarkan kemampuan siswa, serta memantau perkembangan akademik dengan lebih akurat. Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Maulidia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis AI memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Beragam aplikasi dan platform pembelajaran cerdas memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, mendapatkan umpan balik cepat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui simulasi dan analisis data. Fasilitator juga memaparkan beberapa contoh implementasi AI di kelas, termasuk penggunaan chatbot pembelajaran, penilaian otomatis, sistem rekomendasi materi, hingga alat pendukung kreativitas seperti generator teks dan media interaktif. Ia menekankan bahwa AI tidak menggantikan peran guru, tetapi membantu mengoptimalkan tugas-tugas administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter dan penguatan konsep pembelajaran. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi demonstrasi aplikasi AI dilakukan secara langsung di Laboratorium Komputer. Para guru mencoba berbagai fitur teknologi, mengeksplorasi potensi penggunaannya, serta berdiskusi mengenai penerapan praktik terbaik sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Hal ini menjadi pengalaman baru yang dinilai sangat relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung hangat dan mendalam. Para guru mengajukan pertanyaan seputar tantangan penggunaan AI di sekolah, etika pemanfaatan teknologi, kesiapan infrastruktur, serta strategi pembelajaran yang memadukan kreativitas guru dan kecanggihan AI. Maulidia memberikan penjelasan komprehensif, sekaligus mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan aspek keamanan data serta karakter peserta didik. Seminar ditutup dengan penegasan bahwa transformasi kelas berbasis AI bukan lagi sekadar wacana, tetapi kebutuhan untuk mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, guru-guru SMP MBS Wanasari berkomitmen untuk terus berinovasi, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis dan bermakna bagi seluruh santri.

News

ASAS Gasal di MBS Wanasari Dimulai, Seluruh Santri Ikuti Ujian dengan Tertib

Wanasari — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di lingkungan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari resmi dimulai. Kegiatan ini berlangsung di dua unit pendidikan, yakni SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari. ASAS tahun ini digelar sebagai rangkaian evaluasi pembelajaran semester gasal yang wajib diikuti seluruh santri dan santriwati dari kedua jenjang pendidikan tersebut. (27/11) ASAS di SMA MBS Wanasari dilaksanakan mulai 26 November 2025 hingga 10 Desember 2025, sementara SMP MBS Wanasari menggelar asesmen pada 27 November 2025 hingga 5 Desember 2025. Seluruh kegiatan berada di bawah penyelenggaraan resmi MBS Wanasari. Ustadzah Amalia Firdaus, S.Pd mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian pada hari pertama dan kedua di tingkat SMA serta hari pertama di tingkat SMP berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan ASAS pada hari-hari awal ini berlangsung lancar, tertib, dan sesuai rencana. Para santri menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang sangat baik,” ujarnya.ASAS Gasal diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan selama satu semester. Tujuannya tidak hanya sekadar mengukur pemahaman dan kompetensi akademik para santri, tetapi juga menilai sejauh mana efektivitas metode pengajaran para guru. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar penentuan nilai akhir semester dan kelulusan bagi para peserta didik. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bahan refleksi bagi para pendidik. Melalui pencapaian hasil belajar para santri, guru dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah diterapkan. “Pelaksanaan ASAS pada dasarnya adalah bagian penting dari siklus pendidikan. Dengan melihat hasil akhir, guru bisa mengetahui apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau perlu ada perbaikan,” jelas Ibu Salmi Nadia, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA MBS Wanasari Sementara itu, panitia Assesment Sumatif Akhir Semester baik SMP maupun SMA MBS Wanasari telah mempersiapkan pelaksanaan ASAS Gasal dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan ruang ujian, hingga pengawasan. Ibu Caswitin, S.Pd sebagai guru sekaligus kesiswaan di SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari mengatakan ” ujian hari ini berjalan dengan lancar, anak – anak tertib, walaupun kami bersama tim ASAS Gasal ini harus gerak cepat kesana kemari, mempersiapkan kelengkapan yang kurang, tapi tidak apa-apa ini semua demi anak – anak “ Jumlah peserta ASAS mencapai ratusan santri dari SMA dan SMP MBS Wanasari. Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai dengan kelas dan mata pelajaran masing-masing. Panitia memastikan bahwa setiap proses dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengawasan ketat hingga aturan kehadiran dan materi ujian yang sudah disesuaikan dengan kurikulum. Para santri pun menunjukkan antusiasme dan kesiapan dalam menghadapi ujian ini. Beberapa santri mengaku telah melakukan persiapan intensif selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah belajar sejak awal November agar lebih siap menghadapi ASAS,” ujar Suci satu santri kelas X SMA MBS Wanasari. Dengan pelaksanaan yang berjalan kondusif pada hari-hari awal, MBS Wanasari optimistis seluruh rangkaian ASAS Gasal 2025 akan berlangsung sukses hingga hari terakhir. Penyelenggara berharap ujian ini dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di MBS Wanasari.

News

Santri MBS Wanasari Beri Kejutan Meriah untuk Guru Tercinta di Lobi Sekolah

Wanasari — Suasana haru dan kegembiraan memenuhi lobi SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari pada Selasa, 25 November 2025. Para santri dan santriwati sekolah tersebut menggelar sebuah kegiatan istimewa berupa kejutan untuk para guru tercinta, khususnya wali kelas yang selama ini membimbing mereka dengan penuh dedikasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh santri SMA MBS Wanasari itu berlangsung hangat, meriah, dan sarat makna. Acara dimulai ketika para santri berkumpul diam-diam di lobi sekolah sambil menyiapkan berbagai perlengkapan kejutan. Mereka membawa kue, hadiah, serta beberapa properti perayaan lainnya. Begitu para guru hadir di lokasi, santri langsung meletupkan confetti popper dan smoke bomb yang menambah kemeriahan suasana. Selain itu, para santri juga memainkan alat drum dan bernyanyi bersama sehingga memberikan nuansa perayaan yang penuh semangat. Kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan wujud nyata rasa syukur dan terima kasih para santri kepada para guru yang telah sabar mendidik, membimbing, dan mendampingi mereka dalam proses belajar. Melalui kejutan ini, santri ingin menunjukkan betapa besar penghargaan dan rasa hormat mereka kepada para pendidik. Salah satu guru yang menerima kejutan tersebut, Teacher Muhammad Tafsir, S.Pd, menyampaikan rasa terharunya atas perhatian yang diberikan para santri. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kejutan semeriah itu. “Luar biasa, saya tidak melihat berapa harga hadiah dari mereka, namun niat dan effort mereka untuk memberikan sesuatu kepada gurunya itu sudah cukup membuat saya terharu dan bangga kepada mereka. Semoga mereka kelak menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya dengan mata berbinar. Tak hanya Teacher Muhammad Tafsir, beberapa guru lainnya seperti Bu Meli dan Bu Nurul yang merupakan wali kelas para santri juga hadir dan menerima kejutan serupa. Mereka tampak bahagia sekaligus bangga melihat sikap para santri yang penuh inisiatif dan rasa hormat terhadap guru. Menurut salah satu guru, kejutan ini menjadi bukti bahwa santri MBS Wanasari tumbuh dengan budaya menghargai dan memuliakan guru. Secara tidak langsung, para guru mengakui bahwa kegiatan seperti ini memberi motivasi tambahan bagi mereka dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Mereka merasa bahwa penghargaan tulus dari murid merupakan salah satu bentuk apresiasi yang sangat berarti, bahkan lebih berharga dibandingkan hadiah fisik apa pun. Para santri yang terlibat dalam kegiatan ini juga mengungkapkan bahwa mereka merencanakan kejutan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan. Bagi mereka, guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga sosok yang berperan sebagai orang tua kedua di sekolah. Karena itu, memberikan kejutan kecil dianggap sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih dan cinta. Kemeriahan yang tercipta di lobi sekolah menjadi momen yang akan dikenang oleh santri maupun guru. Acara berjalan tertib dan penuh kebahagiaan. Usai kegiatan, para santri dan guru sempat berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari momen bersejarah tersebut. Kegiatan kejutan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah lain untuk terus menumbuhkan budaya saling menghargai antara guru dan murid. Di MBS Wanasari, kegiatan ini membuktikan bahwa hubungan yang terjalin bukan hanya dalam konteks akademik, melainkan juga emosional dan humanis. Dengan adanya kegiatan semacam ini, suasana belajar menjadi lebih harmonis, dan nilai-nilai akhlak dapat tumbuh dengan lebih kuat di tengah kehidupan para santri.

News

Upacara Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari Berlangsung Khidmat, Guru Teladan Mendapat Penghargaan

Wanasari – Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari berlangsung khidmat dan meriah pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MBS Wanasari ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk tamu undangan dari SMK Muhammadiyah Wanasari, MI Sawojajar, MI Dumeling, serta para guru pendamping. Hadir pula Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd., serta Ketua Dikdasmen, Bapak Yunus Anis. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, pengibaran bendera Merah Putih, dan pembacaan naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Naskah tersebut dibacakan langsung oleh Ketua PCM Wanasari, Drs. H. Imam Sugiharto, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para guru. “Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Melalui tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, kita diingatkan bahwa kemajuan negeri ini sangat ditentukan oleh kualitas pendidik yang mengabdi dengan hati,” tuturnya. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam proses pendidikan agar siswa mampu bersaing di era global. Harapan dari penyampaian naskah pidato dan ikrar guru yang telah di bawakan pembina upacara,yaitu secara tidak langsung bahwa peringatan Hari Guru Nasional harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta meneguhkan komitmen dalam mendidik generasi muda. Rangkaian kegiatan upacara semakin semarak dengan berbagai penampilan dari para santri MBS Wanasari. Tim Tonsus SMA Muhammadiyah Boarding School Wanasari tampil memukau, disusul oleh persembahan seni dari santri SMP dan SMA, termasuk atraksi Tapak Suci yang mendapat perhatian besar dari peserta upacara. Tidak ketinggalan, drama musikal yang dibawakan oleh santri SMA MBS Wanasari turut memperkaya suasana peringatan dengan pesan moral mengenai perjuangan para guru. Momen khidmat terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu Hymne Guru bersama-sama. Suasana hening dan penuh penghormatan memenuhi lapangan upacara ketika bait-bait lagu tersebut menggema. Banyak peserta mengaku terharu, terutama para guru yang hadir. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada guru teladan dari sekolah-sekolah undangan serta para guru dari SMP dan SMA MBS Wanasari. Penghargaan ini diberikan sebagai simbol dedikasi, disiplin, dan komitmen mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Panitia menyampaikan bahwa penilaian guru teladan dilakukan berdasarkan integritas, inovasi pembelajaran, dan kontribusi positif di lingkungan sekolah. Ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi guru lainnya untuk terus berkarya. Ia menyampaikan bahwa, melalui kegiatan seperti ini, MBS Wanasari ingin memperkuat budaya apresiasi terhadap para pendidik. Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MBS Wanasari ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh makna, menjadikan momentum peringatan tahun ini sebagai bentuk penghormatan nyata kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MBS Wanasari berharap dapat terus menjaga tradisi peringatan Hari Guru sebagai wujud penghargaan terhadap tenaga pendidik yang berperan penting dalam kemajuan bangsa.

News

Guru Idola dan Pembelajaran Mendalam: SMP MBS Wanasari Gelar Seminar Penguatan Profesionalisme Pendidik

Wanasari, 22 November 2025 — Dalam upaya meningkatkan mutu pengajaran dan memperkuat karakter pendidik, SMP MBS Wanasari menggelar sebuah seminar bertajuk “Menjadi Guru Idola Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang Berkualitas”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu siang, bertempat di ruang guru SMP MBS Wanasari, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Acara dipandu oleh fasilitator sekaligus pemateri utama, Puspita Dewi, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh kelompok belajar guru SMP MBS Wanasari. Seminar diawali dengan pembukaan singkat yang menekankan pentingnya guru sebagai teladan utama dalam proses pendidikan. Dalam paparannya, Puspita Dewi mengangkat konsep pola pikir (mindset) sebagai fondasi profesionalisme seorang pendidik. Menurutnya, guru perlu membangun pola pikir berkembang, yakni kesediaan untuk terus belajar, beradaptasi, serta terbuka terhadap perubahan. “Guru yang hebat bukan hanya mereka yang mengajar dengan baik, tetapi yang terus berkembang bersama murid-muridnya,” ujarnya. Memasuki sesi berikutnya, peserta diajak menyelami konsep Guru Idola, yaitu sosok pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna, membangun kedekatan emosional, serta memberikan inspirasi bagi murid. Puspita Dewi menegaskan bahwa guru idola tidak tercipta hanya dari kompetensi akademik, melainkan juga dari integritas, kehangatan, dan kemampuan memahami kebutuhan peserta didik. Guru Idola, katanya, adalah mereka yang kehadirannya dirindukan dan ucapannya didengar karena keteladanan, bukan semata karena jabatan.   Sesi yang paling dinantikan adalah pemaparan terkait Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Dalam sesi ini, fasilitator menjelaskan pentingnya pergeseran metode mengajar dari sekadar transfer informasi menuju proses pembelajaran yang mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran mendalam menuntut guru untuk menciptakan suasana kelas yang menantang, relevan, dan berorientasi pada pemahaman konsep, bukan pada hafalan semata. Guru juga didorong untuk memberi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi ide, berdiskusi, serta memecahkan masalah secara mandiri maupun kolaboratif. Puspita Dewi menambahkan bahwa pembelajaran mendalam mampu menumbuhkan karakter kemandirian, kreativitas, dan rasa ingin tahu pada peserta didik—tiga aspek penting yang harus dimiliki generasi masa kini. Ia juga memberikan contoh konkret strategi pengajaran yang dapat diterapkan di kelas, seperti teknik project-based learning, inquiry learning, serta penggunaan pertanyaan pemantik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para guru mengajukan pertanyaan seputar penerapan model pembelajaran mendalam di kelas, tantangan dalam membangun hubungan positif dengan peserta didik, hingga strategi meningkatkan motivasi belajar. Fasilitator memberikan tanggapan dengan lugas dan aplikatif, sehingga para peserta mendapatkan gambaran yang lebih jelas untuk diterapkan dalam praktik mengajar sehari-hari. Kegiatan ini ditutup dengan harapan bahwa seluruh guru SMP MBS Wanasari mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Seminar ini menjadi salah satu bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya pendidikan yang unggul, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan bekal wawasan baru, para peserta menyampaikan kesiapan mereka untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna bagi seluruh santri.

News

Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari: Momentum Perbaikan Mutu, Penguatan Karakter, dan Penyatuan Visi Tenaga Pendidik

Brebes — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula MBS Wanasari. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.20 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh seluruh guru, staf, ustadz, dan ustadzah dari jenjang SMP dan SMA. Acara dipimpin langsung oleh Direktur MBS Wanasari, Ustadz Muhammad Al Hadad, S.Pd.I, dan diselenggarakan oleh MBS Wanasari sebagai bagian dari agenda refleksi internal lembaga. Dengan tema besar refleksi perjalanan Muhammadiyah yang telah mencapai usia 113 tahun, acara ini tidak hanya menjadi momen syukur atas perjuangan panjang persyarikatan, tetapi juga sebagai ajang evaluasi dan penyatuan langkah seluruh tenaga pendidik di MBS Wanasari. Direktur MBS menegaskan bahwa usia 113 tahun bukanlah usia yang muda. Menurutnya, perjalanan Muhammadiyah adalah bukti kesungguhan dan keteguhan dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Ia menambahkan bahwa perjalanan MBS Wanasari pada tahun ini pun menjadi masa yang cukup berat dan penuh tantangan. Karena itu, refleksi menjadi sangat penting agar seluruh pendidik dapat kembali pada tujuan awal lembaga. Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Al Hadad menekankan pentingnya penguatan karakter tenaga pendidik. Ia menyampaikan bahwa seluruh guru, ustad, dan ustadzah harus kembali pada visi dan misi MBS Wanasari yang menekankan keteladanan. “Kita harus menjadi teladan untuk santri, mulai dari cara berpakaian, kedisiplinan, hingga konsistensi melaksanakan salat berjamaah di masjid. Kemudian, kita harus menghindari konflik internal agar suasana pondok tetap kondusif,” ujarnya. Peningkatan Mutu Pendidikan Jadi Fokus Utama Refleksi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah harapan besar agar MBS Wanasari dapat menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik dan lebih maju. Para peserta berharap adanya peningkatan kualitas, baik dari aspek pendidikan umum maupun pendidikan kepesantrenan. Peningkatan mutu ini, menurut pembicara, perlu diarahkan agar MBS Wanasari semakin diminati para orang tua. Dengan demikian, MBS diharapkan menjadi tempat belajar yang dipercaya masyarakat. Dalam refleksi tersebut disampaikan pula bahwa mutu pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun citra positif di mata wali santri. Apabila lembaga mampu menunjukkan kualitas yang menjanjikan, kepercayaan masyarakat akan meningkat. Hal ini juga menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pendidikan dan memperkuat keberadaan MBS Wanasari di Kabupaten Brebes. Ajakan Menyatukan Hati dan Pikiran Salah satu guru SMP MBS Wanasari, Ibu Puspita, S.Pd, turut memberikan pandangannya dalam sesi refleksi. Ia menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan amanah pendidikan. “Satukan hati dan pikiran agar nantinya MBS bisa satu jalan dan satu tujuan,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan lembaga sangat bergantung pada keselarasan gerak para pendidiknya. Tanpa kebersamaan, setiap program akan berjalan tidak efektif dan sulit mencapai sasaran. Ia menekankan bahwa tenaga pendidik harus memiliki kesadaran kolektif bahwa setiap kebijakan dan kegiatan di MBS Wanasari membutuhkan dukungan dari semua pihak. Dengan kebersamaan tersebut, suasana kerja yang harmonis dapat tercipta, sehingga memberikan dampak positif bagi santri. Evaluasi Diri dan Perbaikan Pelayanan Pendidikan Dalam pembahasan berikutnya, para peserta refleksi menyoroti adanya penurunan tertentu yang terjadi akhir-akhir ini. Penurunan tersebut, menurut mereka, mungkin dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Di antara faktornya adalah menurunnya kepercayaan wali santri terhadap lembaga. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari kurangnya kepedulian tenaga pendidik dalam membina santri. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa tenaga pendidik harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja masing-masing. Evaluasi ini mencakup cara berkomunikasi, cara membimbing, hingga bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan positif. Upaya introspeksi diri tersebut menjadi sangat penting agar kepercayaan wali santri dapat kembali meningkat. Selain itu, perubahan juga perlu dilakukan dalam sistem pengelolaan pendidikan di pondok maupun sekolah. Dengan konsistensi dalam pembinaan, tenaga pendidik diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh potensi santri, baik akademik maupun nonakademik. Kekompakan dan Tanggung Jawab Kolektif Sesi refleksi juga diwarnai dengan penyampaian pesan dari Ustadz Hendi Sudono, penanggung jawab kemuhammadiyahan di MBS Wanasari Brebes. Ia menyampaikan bahwa membangun lembaga adalah hal yang mudah, namun mempertahankannya adalah tantangan berat. “Membangun itu mudah, namun mempertahankannya yang susah. Kita harus kompak, kerja sama, dan merasa memiliki tanggung jawab atas amanah yang diemban,” tuturnya. Ustadz Hendi menambahkan bahwa kekompakan bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang saling menghargai peran masing-masing. Menurutnya, sebuah lembaga dapat bertahan kuat apabila seluruh elemen di dalamnya memiliki rasa kepemilikan dan komitmen yang sama besar. Motivasi untuk Terus Berprasangka Baik dan Berikhtiar Penutup kegiatan diisi dengan motivasi dari Ustadz Saiev Dzaky K., S.H., M.E. Ia mengingatkan bahwa Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang memiliki prasangka baik. “Allah bersama hamba-hamba yang memiliki prasangka baik, maka kita harus selalu husnuzan dan selalu berikhtiar,” ucapnya. Pesan ini menjadi penyemangat bagi para pendidik agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika lembaga. Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga integritas, semangat belajar, serta keikhlasan dalam mendidik santri. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh struktur dan sistem, tetapi juga oleh ketulusan hati para pendidiknya. Kegiatan Pembinaan dan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di MBS Wanasari ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk menyegarkan semangat, menyatukan langkah, dan memperkuat kembali komitmen dalam membina santri. Dengan berbagai masukan, evaluasi, dan motivasi yang diberikan, MBS Wanasari berharap dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang maju, terpercaya, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia.

Uncategorized

Sinergi Pendidik dalam Pembinaan Santri: Menegaskan Posisi Pondok sebagai Benteng Terakhir KaderisasiPersyarikatan

Brebes — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) melalui pembinaan yang disampaikan oleh Bapak Yunus Anis memberikan dorongan kuat bagi para guru, ustad, ustadzah, serta seluruh tenaga kependidikan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari Brebes untuk semakin memperkuat peran mereka sebagai pendidik dan pembimbing santri. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 November 2025, di Aula MBS Wanasari Brebes ini diselenggarakan oleh MBS Wanasari Brebes dan diikuti oleh seluruh guru, staf, ustad, serta ustadzah dari jenjang SMP dan SMA Muhammadiyah Wanasari Brebes. Pembinaan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 08.20 WIB tersebut bertujuan untuk membangun refleksi bagi para pendidik agar lebih dekat, merangkul, dan memahami santri maupun santriwati dalam berbagai dinamika yang mereka hadapi. Menurut Bapak Yunus Anis, tugas pendidik bukan hanya mengajar, melainkan juga mendampingi proses kehidupan para santri. “Kita menjalankan tugas mulia, mendidik para santri dan santriwati yang memiliki banyak problematika. Semoga hal ini menjadi proses pendewasaan bagi kita—guru, ustad, dan ustadzah—dalam menghadapi para santri,” ungkapnya dalam sesi pembinaan. Salah satu poin yang disoroti adalah kedisiplinan, baik di kalangan santri maupun para pendidik. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan keberangkatan santri kini semakin terpantau jelas dan harus menjadi contoh bagi para guru. “Kemudian para guru juga harus siap melaksanakan tugas tepat waktu,” ujarnya. Kedisiplinan, lanjutnya, bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi juga mampu menyelesaikan tugas secara efektif. “Disiplin itu tepat waktu, dan pulang cepat waktu,” tambahnya. Dalam pembinaan tersebut, Yunus Anis juga menekankan pentingnya pondok pesantren sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa pesantren merupakan benteng terakhir dalam menyiapkan generasi penerus persyarikatan. “Bahwa benteng terakhir untuk pengkaderan Muhammadiyah sebagai generasi penerus adalah pondok pesantren,” tuturnya. Oleh karena itu, para ustad dan ustadzah diharapkan semakin aktif, tidak hanya dalam penguatan kemampuan internal peserta didik, tetapi juga dalam publikasi dan peran sosial. Menurutnya, kemampuan santri harus dapat terlihat baik melalui media sosial maupun aktivitas nyata di masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan bahwa hasil dari kerja keras pendidik akan memberikan dampak besar bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. “Saya akan mendapatkan sesuatu itu oleh keringat saya,” ujarnya, menegaskan bahwa setiap usaha yang dilakukan akan membawa manfaat yang dapat dirasakan banyak pihak. Yunus Anis juga mengingatkan tentang kebutuhan emosional santri. Pada usia mereka, perhatian dari ustad dan ustadzah sangat penting untuk membangun kedekatan. Ia menambahkan bahwa santri membutuhkan ruang untuk merasa dihargai dan didengar. Dengan demikian, kelak mereka dapat bercerita kepada orang tuanya bahwa mereka diperhatikan oleh para pembimbingnya. Di akhir sesi, ia mendorong agar pembelajaran di kelas maupun di pondok dapat mengalami perubahan yang lebih baik. Target peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran 2026/2027 juga menjadi perhatian. Peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan marketing sekolah disebut sebagai langkah penting agar santri merasa nyaman dan betah berada di lingkungan pesantren. Kegiatan pembinaan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi momen evaluasi dan penguatan komitmen seluruh pendidik MBS Wanasari Brebes dalam mencetak generasi unggul, disiplin, dan berkarakter. Dengan semangat baru, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh santri.

News

Program MBG : Langkah Awal Untuk Membantu Peningkatan Gizi dan Kesejahteraan Siswa

Brebes, 13 November 2025 — Program makan siang bergizi kini turut dirasakan oleh para santri di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari. Kegiatan bertajuk Makanan Bergizi (MBG) ini dilaksanakan setiap hari pada jam makan siang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menikmati hidangan sehat dan bergizi, tetapi juga mendapatkan tambahan berupa susu kotak atau buah segar. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui kebijakan Presiden untuk memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. MBS Wanasari menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, sejalan dengan visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini. Ibu Nurul Fadilla,S.Pd selaku guru sekaligus pengurus di MBS Wanasari yang mengelola jalannya MBG dengan lancar, menjelaskan bahwa kegiatan makan bergizi ini sangat penting bagi pembentukan karakter dan kesehatan para santri. “Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program nasional ini. Dengan adanya MBG, para santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga dibiasakan hidup sehat melalui pola makan yang baik,” ujar Bu Nurul saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (13/11). Setiap siang, ratusan santri MBS Wanasari berkumpul dan baris dengan rapih untuk menunggu giliran, dan menu bergizi yang disiapkan oleh dapur MBG. Menu tersebut bervariasi setiap harinya, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Selain itu, santri juga mendapat tambahan susu kotak sebagai sumber kalsium dan energi tambahan. Salah satu santri kelas X Rifki mengaku senang dengan adanya program ini. “Makanannya enak dan sehat. Kami jadi lebih semangat belajar karena tidak merasa lemas. Susunya juga membuat kami lebih kuat untuk kegiatan sore,” tutur Rifki. Program MBG ini juga mendapat sambutan positif dari para pengurus sekolah dan wali santri. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung terhadap kesehatan anak, tetapi juga mengajarkan pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurut keterangan pihak sekolah, kegiatan MBG ini akan terus dijalankan secara rutin setiap hari tanpa terkecuali. Setiap menu disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi remaja, termasuk kandungan vitamin dan mineral yang sesuai standar. Selain itu, pihak sekolah bekerja sama dengan ahli gizi lokal untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam setiap porsi makanan. Melalui program ini, MBS Wanasari berharap dapat mencetak generasi santri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. “Kualitas sumber daya manusia Indonesia harus dimulai dari hal sederhana, seperti pola makan yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih mudah menyerap ilmu dan berprestasi,” tambah Ibu Nurul. Program Makanan Bergizi (MBG) menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak bangsa. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di seluruh Indonesia untuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Seluruh santri MBS Wanasari kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dapat berjalan selaras demi masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

News

Direktur MBS Wanasari Tekankan Pentingnya Introspeksi Diri bagi Guru dalam Pembinaan Profesionalisme

Wanasari, Brebes — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tenaga pendidik, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari menggelar kegiatan “Pembinaan Guru Bersama Direktur SMP MBS Wanasari” pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru SMP MBS Wanasari mulai pukul 07.00 hingga 07.40 WIB, dan diikuti oleh seluruh guru serta staf sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen MBS Wanasari dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Pembinaan tersebut bertujuan untuk mendorong para guru agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kinerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik. Direktur Muhammadiyah Boarding School Wanasari, Ustaz M. Al-Hadad, S.Pd.I, yang bertindak sebagai narasumber utama, menyampaikan pesan penting tentang peran dan keteladanan seorang guru di lingkungan sekolah berbasis boarding. Dalam pembinaannya, beliau menekankan bahwa guru tidak hanya bertanggung jawab dalam hal akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter para santri melalui teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Kita sebagai guru harus introspeksi diri untuk menjadi lebih baik. Para santri mengikuti perilaku kita, contohnya seperti salat berjamaah di masjid. Di awal tahun ini, mari kita bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ustadz Al-Hadad di hadapan para guru dan staf. Menurut beliau, guru merupakan figur sentral dalam proses pembelajaran dan pembentukan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, setiap guru dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri, menjaga integritas, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan. Ia menambahkan bahwa perubahan positif di lingkungan sekolah akan dimulai dari para pendidiknya terlebih dahulu. Kegiatan pembinaan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh guru dan staf SMP MBS Wanasari untuk menilai kembali kinerja, kedisiplinan, dan komitmen terhadap visi serta misi sekolah. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, mendengarkan arahan serta motivasi dari pimpinan sekolah. Salah satu guru peserta kegiatan, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat semangat dan tanggung jawab dalam mendidik santri. “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami agar selalu menjadi contoh yang baik bagi para santri, baik dalam hal kedisiplinan maupun ibadah,” ujarnya. Selain menyampaikan nasihat dan motivasi, Ustaz Al-Hadad juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar dan berinovasi dalam metode pengajaran. Menurutnya, guru yang profesional adalah guru yang tidak berhenti belajar dan selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai dasar pendidikan di lingkungan MBS. Dengan terselenggaranya pembinaan tersebut, diharapkan seluruh guru dan staf SMP Muhammadiyah Boarding School Wanasari dapat semakin bersemangat dalam melaksanakan tugasnya, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi para santri, baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri demi kemajuan sekolah dan keberhasilan pendidikan di Muhammadiyah Boarding School Wanasari.

News

Santri SMP MBS Wanasari Gelar Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 dalam Kegiatan Ko-Kurikuler

Wanasari, 8 November 2025 — SMP MBS Wanasari kembali menggelar kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 30 sebagai bagian dari program ko-kurikuler yang bertujuan menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kualitas hafalan mereka. Kegiatan yang dilaksanakan di aula utama pesantren ini diikuti oleh seluruh santri SMP MBS Wanasari. Adapun peserta tasmi’ kali ini terdiri dari perwakilan setiap kelas, yakni: Kelas 7A: Adzikra Kelas 7B: Ajeng Kelas 8A: Zaki Kelas 8B: Inayah Kelas 9A: Nahnu Kelas 9B: Hasni Sebagai korektor, hadir dua santri berprestasi yang menjadi kebanggaan MBS Wanasari, yaitu Yasiir, juara 1 Tahfidz Putra MAPSI 2025 tingkat Kabupaten, dan Zahirah, juara 1 Tahfidz Putri MAPSI 2025 tingkat Kabupaten. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari, Bapak Fatikh Muhammad Alaudin, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam menjaga dan memperdalam hafalan Al-Qur’an. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta tasmi’, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Sebagai penutup, panitia memberikan penghargaan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam kegiatan keagamaan tersebut. Melalui kegiatan ini, SMP MBS Wanasari berharap dapat terus mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak mulia, dan berprestasi di berbagai bidang.

Scroll to Top