Wanasari – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, SMP MBS Wanasari kembali melaksanakan kegiatan supervisi guru yang berlangsung mulai 2 Februari hingga 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda penting sekolah dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, terarah, dan sesuai standar pendidikan yang telah ditetapkan.
Supervisi ini dilaksanakan oleh Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan akademik. Kegiatan tersebut menyasar seluruh guru mata pelajaran dengan menilai tiga komponen utama, yaitu administrasi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, serta penilaian hasil belajar siswa.
Secara rinci, pada aspek administrasi perencanaan pembelajaran, guru dinilai berdasarkan kelengkapan dan kualitas dokumen seperti RPP atau Modul Ajar, Program Tahunan (Prota), dan Program Semester (Promes). Dokumen tersebut menjadi landasan penting dalam proses pembelajaran agar materi tersampaikan secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditargetkan.
Pada komponen kedua, supervisi berfokus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas. Kepala sekolah melakukan observasi langsung untuk melihat metode yang digunakan guru, penguasaan materi, kemampuan menyampaikan materi secara komunikatif, serta manajemen kelas. Interaksi guru dan siswa, penggunaan media pembelajaran, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan juga menjadi perhatian utama dalam penilaian ini.
Sementara itu, komponen ketiga yang dinilai adalah penilaian hasil belajar atau evaluasi. Guru dievaluasi dari segi penyusunan instrumen penilaian, kesesuaian soal dengan indikator pembelajaran, hingga ketepatan dalam memberikan umpan balik kepada siswa. Evaluasi yang baik diharapkan mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif dan mendorong perbaikan proses pembelajaran di masa mendatang.
Kegiatan supervisi ini dilaksanakan selama dua pekan agar proses penilaian dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar. Setiap guru mendapatkan jadwal supervisi yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga dapat mempersiapkan administrasi dan perangkat pembelajaran secara optimal.
Menurut Kepala Sekolah SMP MBS Wanasari, supervisi bukanlah ajang mencari kesalahan, melainkan sarana pembinaan dan refleksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan. Melalui supervisi, guru dapat mengetahui kekuatan serta aspek yang perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Hasil supervisi nantinya akan ditindaklanjuti dengan diskusi, masukan, dan rekomendasi perbaikan yang konstruktif.
Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan standar pembelajaran di SMP MBS Wanasari tetap terjaga, meningkatkan kompetensi profesional guru, serta memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa. Dengan supervisi yang terencana dan terarah, sekolah berharap tercipta budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen SMP MBS Wanasari dalam menjaga mutu pendidikan di lingkungan sekolah. Melalui pengawasan dan pembinaan yang konsisten, diharapkan seluruh guru semakin termotivasi untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dan meningkatkan kualitas diri.
Supervisi guru yang berlangsung dari 2 hingga 14 Februari 2026 ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa. Dengan sinergi antara kepala sekolah dan seluruh guru, SMP MBS Wanasari optimis mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.
Berita lainya…
Semarak Tarhib Ramadan 1447 H di MBS Wanasari: Penuh Kreasi, Sarat Makna
Supervisi Guru SMP MBS Wanasari 2026: Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Profesionalisme Pendidik
Muhadloroh Akbar MBS Wanasari 2026: Ajang Tampil Percaya Diri dan Berprestasi
SMA MBS Wanasari Borong Prestasi di Mahrojan Penghela I Pantai Randusanga
Pembekalan Kepala Sekolah SMA MBS Wanasari Buka Kegiatan Mahrojan Penghela HW Kabupaten Brebes





