Wanasari — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanasari melaksanakan upacara bendera pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan menjadi upacara bendera pertama yang dilaksanakan pada bulan Februari 2026. (2/2)
Upacara tersebut diselenggarakan oleh Muhammadiyah Boarding School Wanasari dan diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA MBS Wanasari. Selain itu, para guru, staf, ustaz, dan ustazah turut hadir sebagai peserta upacara. Sejak pagi hari, seluruh peserta telah berkumpul di lapangan dengan mengenakan seragam rapi sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap kegiatan upacara bendera.
Tema yang diangkat dalam upacara kali ini adalah “Menjadikan Pribadi yang Ikhlas dan Menerima”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk senantiasa menanamkan sikap ikhlas dalam menjalani setiap aktivitas serta mampu menerima berbagai keadaan dengan lapang dada, baik dalam kehidupan belajar maupun kehidupan sehari-hari.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ustadz Saiev Dzaky Kemal, S.H., M.E. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya keikhlasan sebagai landasan utama dalam menuntut ilmu dan menjalankan amanah sebagai pelajar maupun pendidik. Menurutnya, sikap ikhlas akan melahirkan ketenangan hati dan memudahkan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam amanatnya, Ustadz Saiev Dzaky Kemal menegaskan bahwa keikhlasan tidak hanya tercermin dari ucapan, tetapi juga dari perbuatan nyata. Ia menyampaikan, “Ikhlas berarti melakukan kewajiban tanpa mengharapkan pujian manusia. Ketika kita mampu menerima setiap proses dengan ikhlas, maka Allah Swt. akan memberikan keberkahan dalam setiap langkah yang kita tempuh.”
Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk belajar menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan, baik itu keberhasilan maupun kegagalan. Menurutnya, sikap menerima bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar secara maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. “Pribadi yang kuat adalah pribadi yang mampu menerima kenyataan, namun tidak berhenti untuk terus berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya dalam amanat tersebut.
Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar hingga akhir kegiatan. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh perhatian, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga penyampaian amanat pembina upacara.
Dengan dilaksanakannya upacara bendera ini, diharapkan nilai-nilai keikhlasan dan penerimaan diri dapat tertanam dalam diri seluruh siswa dan civitas akademika Muhammadiyah Boarding School Wanasari. Upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai moral serta spiritual bagi seluruh warga sekolah.





